HWK Sumatera Utara Dorong UMKM Perempuan Berbasis Potensi Lokal, 22 DPD Kabupaten/Kota Telah Bergabung

JAKARTA, Intelposts.com
Himpunan Wanita Karya (HWK) terus memperkuat peran pemberdayaan perempuan melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal. Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong perempuan di tingkat desa dan kelurahan agar mampu membangun usaha produktif, mandiri, serta memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HWK Sumatera Utara, Dra. Asmara Sari Nasution, M.Si., menyampaikan bahwa program pemberdayaan yang dijalankan HWK telah mendapat respons positif dari sejumlah daerah. Hingga saat ini, sebanyak 22 DPD kabupaten/kota di Sumatera Utara telah bergabung dan mengikuti berbagai kegiatan organisasi.
Hal tersebut disampaikan Asmara Sari kepada wartawan saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Wanita Karya X Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, HWK berupaya membangun kemandirian ekonomi perempuan dengan memberikan pendampingan dan pelatihan agar mereka mampu mengembangkan usaha sesuai potensi yang tersedia di lingkungan masing-masing.
“Kita ingin mengajari mereka bagaimana membuat UMKM yang berhasil. Misalnya, dalam satu desa ada yang membuat sabun cuci pakaian, sementara desa atau kelurahan lainnya memproduksi sabun cuci tangan. Jadi, mereka bisa berbisnis bersama di lingkungan sendiri,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pengembangan UMKM berbasis potensi lokal juga menjadi salah satu cara untuk menjaga perputaran ekonomi tetap berada di tengah masyarakat. Dengan demikian, hasil produksi dan keuntungan usaha dapat dirasakan langsung oleh warga setempat.
Selain itu, HWK turut mendorong pemanfaatan hasil pertanian yang selama ini belum optimal. Salah satu contohnya adalah pengolahan buah jambu menjadi produk bernilai tambah, seperti selai, sehingga buah yang sebelumnya berpotensi terbuang dapat dimanfaatkan menjadi produk usaha.
“Jambu yang sudah rusak atau tidak terjual terkadang dibuang. Padahal, itu bisa kita olah menjadi selai yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Kita ingin masyarakat mampu memanfaatkan potensi daerahnya agar usaha mereka berkembang dan berhasil,” tuturnya.
Asmara Sari menambahkan, kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat menjadi kebahagiaan tersendiri bagi HWK. Ia berharap, semakin banyak perempuan di daerah yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, membangun usaha, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Meski demikian, ia mengakui bahwa dalam menjalankan program organisasi, HWK Sumatera Utara masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan agar program pemberdayaan perempuan dan pengembangan UMKM dapat berjalan lebih optimal. Ia berharap HWK mendapat ruang kolaborasi yang lebih luas tanpa melihat latar belakang maupun afiliasi politik.
“Kadang-kadang masih ada tantangan dalam kerja sama dengan pemerintah daerah. Padahal, yang kami lakukan adalah pembinaan masyarakat dan pemberdayaan perempuan, bukan untuk kepentingan politik,” jelasnya.
Dalam momentum Munas HWK X Tahun 2026, Asmara Sari juga berharap adanya perhatian terhadap kebutuhan organisasi di daerah, khususnya dukungan transportasi dan akomodasi bagi para peserta.
Ia mengungkapkan, selama ini sebagian besar anggota yang ingin mengikuti kegiatan nasional masih harus menanggung biaya secara mandiri. Kondisi tersebut menjadi kendala tersendiri, terutama bagi anggota yang memiliki keterbatasan finansial.
“Kalau bisa, ada bantuan dari daerah, misalnya untuk transportasi. Selama ini kami masih mandiri. Ketua dan sekretaris memang mendapatkan fasilitas penginapan dan akomodasi, tetapi anggota lainnya harus membiayai sendiri. Tidak semua mampu, sehingga ini menjadi kendala bagi kami,” paparnya.
Terkait kepemimpinan HWK, Asmara Sari menyampaikan apresiasi terhadap sosok Ibu Dhani Sudarsono yang dinilainya memiliki sikap terbuka, merangkul, dan bersedia berkorban demi kemajuan organisasi.
Ia mengaku telah bergabung dengan HWK sekitar delapan hingga sembilan tahun lalu. Pengalamannya selama berorganisasi menjadi perjalanan berharga hingga dipercaya menjabat sebagai Ketua DPD HWK Sumatera Utara pada Juni 2026.
Asmara Sari menegaskan, HWK merupakan organisasi yang berorientasi pada pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Meskipun dirinya memiliki latar belakang dan kedekatan dengan Partai Golkar, ia menekankan bahwa aktivitasnya di HWK dijalankan dalam kapasitas sebagai pengurus organisasi yang berfokus pada kepentingan perempuan dan masyarakat.
Melalui Munas HWK X Tahun 2026, ia berharap organisasi semakin solid, memperluas jaringan hingga ke daerah, serta memperkuat program pemberdayaan perempuan agar mampu melahirkan UMKM yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.














