Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Prajurit Brigif 20/IJK Kostrad Gotong Royong Renovasi Masjid Ainil Yaqin Perkuat Sinergi di Perbatasan, Satgas Pamtas Yonkav 8 Kostrad dan Tentara Darat Malaysia Gelar Patroli Terkoordinasi Seri II Tahun 2026 Yonif 413/Bremoro Resmikan Hasil Karya Bakti Panti Asuhan Al Khusna, Hadirkan Kepedulian untuk Masa Depan Anak Pendekatan Humanis Satgas Pamtas Yonarmed 13 Kostrad Berhasil Terima Penyerahan Sukarela Senjata Api Rakitan Estafet Kepemimpinan Danyonarhanud 1/PBC/1 Kostrad, Perkuat Profesionalisme dan Kesiapsiagaan Satuan Asah Kesiapan Tempur, Prajurit Brigif 3/TBS Laksanakan Latihan Terjun Malam KDOL

Berita

ABUPI Dorong Efisiensi Bongkar Muat Pelabuhan untuk Tekan Biaya Logistik Nasional

Avatar photobadge-check


					ABUPI Dorong Efisiensi Bongkar Muat Pelabuhan untuk Tekan Biaya Logistik Nasional Perbesar

ABUPI Dorong Efisiensi Bongkar Muat Pelabuhan untuk Tekan Biaya Logistik Nasional

 

 

JAKARTA, Intelposts.com

 

 

Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) mendorong peningkatan efisiensi kegiatan bongkar muat di pelabuhan sebagai salah satu langkah strategis untuk menekan biaya logistik nasional. Efisiensi waktu pelayanan kapal dinilai menjadi faktor penting dalam mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan daya saing sektor kepelabuhanan Indonesia.

Ketua Umum ABUPI, Liana Trisnawati, mengatakan pihaknya berharap biaya logistik di Tanah Air dapat ditekan melalui penerapan tarif yang proporsional, terukur, dan diselaraskan dengan ketentuan pemerintah serta kesepakatan bersama seluruh asosiasi terkait.

Hal tersebut disampaikan Liana saat ditemui wartawan di Jakarta, Rabu (28/10/2026), ketika menjelaskan agenda musyawarah nasional (Munas) serta harapan ABUPI terhadap peningkatan kinerja dan efisiensi operasional pelabuhan.

Menurut Liana, upaya menurunkan biaya logistik tidak cukup hanya melalui penyesuaian tarif. Percepatan pelayanan kapal, pengurangan waktu tunggu, serta optimalisasi kegiatan bongkar muat juga menjadi aspek penting yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Kami ingin menurunkan biaya logistik di Tanah Air. Tarif harus disesuaikan dengan kesepakatan seluruh asosiasi dan ketentuan pemerintah, bukan ditetapkan sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, semakin cepat proses bongkar muat dilakukan, semakin rendah pula biaya operasional kapal yang harus ditanggung pemilik kapal. Sebaliknya, lamanya waktu kapal berada di pelabuhan dapat meningkatkan biaya dan berdampak pada tingginya ongkos angkutan laut atau ocean freight.

READ  Puluhan Wartawan Soroti Arena Permainan di Lubuk Baja Batam, Polisi Diminta Periksa Izin Usaha dan Operasional

Liana mencontohkan, apabila sebuah kapal yang biasanya membutuhkan waktu tiga hari untuk menyelesaikan kegiatan di pelabuhan dapat dilayani hanya dalam waktu satu setengah hari, maka terdapat penghematan waktu operasional yang signifikan.

“Kalau kapal bisa bekerja lebih cepat, misalnya dari tiga hari menjadi satu setengah hari, berarti ada penghematan waktu satu setengah hari. Itu tentu berpengaruh terhadap biaya kapal dan pada akhirnya dapat menurunkan ocean freight,” jelasnya.

Menurut dia, pemilik kapal harus memperhitungkan seluruh biaya operasional ketika menentukan tarif angkutan laut. Semakin lama kapal tertahan di pelabuhan, semakin besar pula beban biaya yang berpotensi dibebankan dalam perhitungan tarif pengangkutan.

Karena itu, Liana menegaskan bahwa percepatan pelayanan pelabuhan harus menjadi perhatian bersama, baik bagi perusahaan bongkar muat maupun badan usaha pelabuhan. Kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan agar produktivitas meningkat tanpa mengabaikan keselamatan kerja dan kualitas pelayanan.

Ia juga menekankan bahwa perusahaan bongkar muat memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran arus barang di pelabuhan. Meski teknologi informasi dan otomatisasi terus berkembang, menurutnya, tenaga manusia masih dibutuhkan dalam sejumlah pekerjaan teknis yang memerlukan keterampilan khusus.

“Secanggih apa pun teknologi informasi, pekerjaan bongkar muat tetap membutuhkan tenaga dan keahlian manusia. Pekerjaan seperti memasang sling dan menangani barang tertentu tidak mudah digantikan sepenuhnya oleh robot,” katanya.

Meski demikian, Liana menilai perkembangan teknologi tetap perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kecepatan, kemudahan, dan efektivitas pekerjaan di lapangan. Dengan dukungan teknologi yang tepat, proses bongkar muat diharapkan dapat berjalan lebih produktif sekaligus meningkatkan standar keselamatan kerja.

Di sisi lain, Liana mengingatkan pentingnya kemitraan yang sehat antara perusahaan bongkar muat dan badan usaha pelabuhan. Ia mengibaratkan perusahaan bongkar muat sebagai petani yang menggarap sawah milik pihak lain. Dalam hubungan tersebut, kerja sama dan pembagian manfaat yang adil menjadi kunci keberlangsungan usaha kedua belah pihak.

READ  Sultan Paser 18 dan Investor Rectitude Tinjau Peluang Energi Hijau di IKN

“Kami ini seperti petani yang tidak punya sawah. Sawahnya milik badan usaha pelabuhan, sementara kami bekerja di sana. Karena itu, ketika usaha berhasil dan menghasilkan keuntungan, harus ada kontribusi serta pembagian hasil yang saling menguntungkan,” tuturnya.

Menurut Liana, hubungan usaha yang tidak seimbang dapat merugikan keberlangsungan perusahaan bongkar muat. Apabila badan usaha pelabuhan memilih menjalankan sendiri seluruh kegiatan yang sebelumnya dikerjakan melalui kemitraan, perusahaan bongkar muat berpotensi kehilangan ruang usaha dan kesempatan untuk berkembang.

Oleh sebab itu, ia berharap kemitraan antara badan usaha pelabuhan dan perusahaan bongkar muat terus diperkuat melalui prinsip keselamatan, profesionalisme, serta hubungan bisnis antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B) yang adil dan saling menguntungkan.

Liana menegaskan, ABUPI ingin terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan kepelabuhanan demi mendukung kelancaran arus barang, meningkatkan efisiensi operasional, dan menekan biaya logistik nasional.

“Harapan kami, seluruh pihak dapat bekerja sama dengan baik. Kami ingin memberikan yang terbaik bagi negara melalui pelayanan bongkar muat yang semakin cepat, efisien, aman, dan mampu mendukung penurunan biaya logistik nasional,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sambut Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Gelar Aksi Donor Darah

29 September 2026 - 03:41 WIB

Jelang Persija–Persib, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalin dan Kantong Parkir di GBK

12 September 2026 - 09:06 WIB

BerandaMAS Hadirkan Pengalaman Hunian Masa Depan di Danantara Housing Expo 2026

31 Agustus 2026 - 02:48 WIB

Pelantikan Sultan Paser 18 sebagai President AAMECC Indonesia berlangsung dalam forum Harmony Indonesia 1881 di Jakarta.

19 Agustus 2026 - 05:31 WIB

Tega Tumbalkan Warga Melayu, Langkah Suherman Membela Korporasi Pemicu Gejolak di Setokok

12 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Trending di Berita