Menu

Mode Gelap
Yonif 515 Kostrad Gelar Tradisi Penyambutan Macan Kumbang 47 Prajurit Yonarmed 11 Kostrad Bersinergi Wujudkan Gerakan Indonesia Asri di Kota Magelang Berbagi Gizi, Menebar Edukasi: Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Bagikan Makanan Bergizi Gratis kepada Siswa SDN Amfoang Timur Yonarmed 12 Kostrad Wujudkan Kepedulian Melalui Pelayanan Kesehatan Door to Door Tanamkan Cinta Tanah Air, Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Berikan Pembekalan Wawasan Kebangsaan kepada Siswa SDN Sitnoni WAKILI DANKODAERAL III, WADAN HADIRI TAKLIMAT AKHIR AUDIT ITJEN TNI DI MARKAS BARET MERAH

Nasional

Imigrasi Semarang Perkuat Layanan Paspor dan Sosialisasi Golden Visa untuk Dukung Pengawasan WNA dan TKA

Avatar photobadge-check


					Imigrasi Semarang Perkuat Layanan Paspor dan Sosialisasi Golden Visa untuk Dukung Pengawasan WNA dan TKA Perbesar

Imigrasi Semarang Perkuat Layanan Paspor dan Sosialisasi Golden Visa untuk Dukung Pengawasan WNA dan TKA

 

Semarang, Intelposts.com

 

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang terus memperkuat pelayanan keimigrasian melalui optimalisasi layanan paspor, izin tinggal warga negara asing (WNA), hingga sosialisasi kebijakan terbaru terkait Golden Visa dan sistem E-Visa kepada perusahaan pengguna tenaga kerja asing (TKA) di wilayah Jawa Tengah.

 

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, Markus Lenggo Rindingpadang, SH, mengatakan layanan utama yang diberikan tetap saat ini masih didominasi pengurusan paspor bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Pelayanan utama kami adalah pemberian paspor bagi warga negara Indonesia yang akan berangkat ke luar negeri, selain juga pelayanan izin tinggal bagi warga negara asing yang berada di wilayah kerja Kantor Imigrasi Semarang,” ujar Markus saat diwawancarai awak media di Kantor Imigrasi Semarang, Senin (18/5).

Ia menjelaskan, wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kudus, Kabupaten Demak, Kota Salatiga, dan Kabupaten Kendal.

Menurut Markus, rata-rata permohonan paspor di kantor utama mencapai sekitar 100 pemohon per hari. Untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, Imigrasi Semarang juga membuka sejumlah unit layanan di beberapa titik seperti Mal Tentrem, Manunggal Jati, dan Immigration Point Undip.

READ  CAREGIVING PURITY SECRET GARDEN RESMI MELUNCURKAN CLEAN BEAUTY SERIES: Rangkaian Perawatan Vegan untuk Tubuh dan Rambut

Meski pelayanan dibuat lebih mudah, Markus menegaskan proses pengumpulan paspor tetap melalui tahapan pemeriksaan ketat mulai dari verifikasi dokumen, wawancara, hingga ajudikasi guna mencegah dokumen perjalanan, potensi termasuk PMI nonprosedural.

“Kalau dokumen tidak memenuhi syarat atau ada indikasi indikasi, tentu permohonan dapat ditolak. Semua tetap melalui proses pemeriksaan administratif keimigrasian,” tegasnya.

Selain meningkatkan pelayanan publik, Kantor Imigrasi Semarang juga aktif melakukan sosialisasi kebijakan keimigrasian terbaru. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi program Global Citizen of Indonesia (GCI), Golden Visa, dan penyesuaian sistem aplikasi E-Visa yang digelar di Hotel Aruss, Semarang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, Ari Widodo, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terhadap perkembangan kebijakan keimigrasian nasional, khususnya terkait layanan bagi WNA dan perusahaan pengguna TKA.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan seluruh pemangku kepentingan memahami kebijakan perkembangan dan sistem keimigrasian Indonesia sehingga pelayanan kepada masyarakat maupun warga negara asing dapat berjalan lebih efektif dan optimal,” kata Ari Widodo.

Kegiatan itu diikuti pegawai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Rumah Detensi Imigrasi Semarang, organisasi masyarakat asing, hingga sejumlah perusahaan pengguna TKA seperti PT Sango Ceramics Indonesia, PT Hop Lun Indonesia, PT Ungaran Sari Garments, dan beberapa perusahaan lainnya.

Dalam sosialisasi tersebut, sejumlah narasumber dari Direktorat Jenderal Imigrasi memaparkan materi terkait penyesuaian sistem aplikasi E-Visa, kebijakan Golden Visa, hingga program Global Citizen of Indonesia (GCI).

Ari Widodo menilai sinergi antara pihak imigrasi, dunia usaha, dan masyarakat sangat penting untuk mendukung kebijakan keimigrasian yang adaptif terhadap perkembangan global.

“Hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan perlu terus dijaga agar implementasi kebijakan keimigrasian dapat berjalan optimal sebagai wujud nyata Imigrasi untuk Rakyat,” ujarnya.

READ  Anatomi Pertambangan Indonesia Soroti Dugaan Mafia Tambang, Pelabuhan Ilegal, hingga Keterlibatan Oknum Inspektur ESDM di Maluku Utara

Sementara itu, Markus menambahkan akan terus mengoptimalkan pelayanan demi memberikan kepuasan kepada masyarakat, baik dalam layanan paspor, izin tinggal, maupun kebijakan keimigrasian lainnya.

“Kami akan terus memberikan pelayanan terbaik dengan moto Semar Larasati, yakni Imigrasi Semarang melayani dengan perasaan dan sepenuh hati,” tutupnya

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KOWANI: Menjaga Bumi Berarti Menjaga Masa Depan Anak Cucu Bangsa

9 Juni 2026 - 09:48 WIB

Kosgoro 1957 Gelar Musyawarah Besar (Mubes) V: Siap Bertransformasi Mengabdi untuk Negeri

6 Juni 2026 - 02:59 WIB

PT Topindo Solusi Komunika Tbk Gelar Rapat Umum Pemegang Saham dan Public Expose 2026

5 Juni 2026 - 08:50 WIB

PT. Atlantis Subsea Indonesia TBK Gelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Public Explore 2026

4 Juni 2026 - 04:45 WIB

Gotong Royong Iduladha: BRI Kantor Cabang Pasar Minggu Tebar Kebahagiaan Lewat Kurban

29 Mei 2026 - 00:15 WIB

Trending di Nasional