Menu

Mode Gelap
Panas Bumi Jadi Kunci Ketahanan Energi dan Transisi Hijau, PGE Dorong Penguatan Ekosistem Panas Bumi Nasional Satgas Pamtas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad Gagalkan Penyelundupan 5.000 Detonator Aktif Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026 Pangdivif 3 Kostrad Hadir di Tanah Papua, Perkuat Kebersamaan dan Semangat Prajurit Brigif 20/IJK Pangdivif 3 Kostrad Pimpin Sertijab Danbrigif 20/IJK di Timika Sambut HUT Ke-81 TNI, Brigif 13/Galuh Rahayu Gelar Donor Darah

Nasional

Kementerian Agama Republik Indonesia Gelar Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 bertajuk “Toward a Loving Future Ummah”.

Avatar photobadge-check


					Kementerian Agama Republik Indonesia Gelar Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 bertajuk “Toward a Loving Future Ummah”. Perbesar

Kementerian Agama Republik Indonesia Gelar Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 bertajuk “Toward a Loving Future Ummah”.

 

Jakarta, Intelposts.com

 

Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar kegiatan Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 bertajuk “Toward a Loving Future Ummah”. Acara ini menjadi momentum penyampaian hasil Survei Evaluasi Kerukunan Umat Beragama (KUB) Tahun 2025 yang dilakukan oleh Kementerian Agama bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (P3M) Universitas Indonesia.

Pengumuman hasil survei tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Millennium Jakarta, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, jajaran pejabat Eselon I dan II, staf khusus serta tenaga ahli Menteri Agama, pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), dan para Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama tidak boleh dipandang sebatas data statistik semata, melainkan sebagai panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan pentingnya peran agama dalam merespons dinamika perubahan zaman yang kian cepat.

“Agama tidak boleh berhenti pada simbol dan ritual. Ia harus menjadi penuntun etis, kompas moral yang memberi arah di tengah disrupsi sosial, teknologi, dan budaya,” ujar Menag.

READ  Satu Tahun Prabowo–Gibran: MBG Capaian Besar Sinergi Gizi, dan Gerakkan Ekonomi Rakyat

Sementara itu, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, menjelaskan bahwa kerukunan umat beragama dalam survei ini dimaknai sebagai kondisi hubungan antarumat beragama yang dilandasi sikap toleran, kesetaraan dalam menjalankan ajaran agama, serta kebersamaan dalam membangun masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Berdasarkan hasil pengukuran nasional, Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2025 tercatat sebesar 77,89 dan berada dalam kategori tinggi. Ini skor tertinggi dalam rentang 11 tahun terakhir,” terang M. Ali Ramdhani.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panas Bumi Jadi Kunci Ketahanan Energi dan Transisi Hijau, PGE Dorong Penguatan Ekosistem Panas Bumi Nasional

22 September 2026 - 16:17 WIB

Sun Block di Blok M – Kolaborasi Azarine X Nailoong Peluncuran Inovasi Juaranya Sunscreen

19 September 2026 - 18:03 WIB

Polairud Polda Metro Jaya Salurkan Bantuan Kursi Roda dan Sembako kepada Warga Pluit

18 September 2026 - 00:47 WIB

Prabowo Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai, Proyek Rp 12,1 T

16 September 2026 - 23:54 WIB

Peresmian Sekretariat BPC HIPMI Jakarta Pusat: Teguh Agung Hartanto Tegaskan Siap Jadi Barometer & Motor Penggerak Ekonomi Pengusaha Muda Nasional

16 September 2026 - 23:29 WIB

Trending di Nasional