Menu

Mode Gelap
Prajurit Lanal Bintan Raih Penghargaan di Hari Jadi Ke-81 TNI AL Tekan Lonjakan Karhutla, Lanal Banjarmasin Hadiri Penyuluhan Satgas Mabes Polda Metro Jaya Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang di Selat Sunda Pastikan Personel dan Alutsista Siap Hadapi Bencana, Danbrigif 9/DY/2 Kostrad Cek Kesiapsiagaan Yonif 509/BY Pangdivif 1 Kostrad Pimpin Lari 7K Prajurit Asah Kemampuan Navigasi, Prajurit Yonif 432/WSJ Mantapkan Ketepatan Menentukan Arah dan Sasaran

Nasional

Kementerian Agama Republik Indonesia Gelar Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 bertajuk “Toward a Loving Future Ummah”.

Avatar photobadge-check


					Kementerian Agama Republik Indonesia Gelar Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 bertajuk “Toward a Loving Future Ummah”. Perbesar

Kementerian Agama Republik Indonesia Gelar Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 bertajuk “Toward a Loving Future Ummah”.

 

Jakarta, Intelposts.com

 

Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar kegiatan Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 bertajuk “Toward a Loving Future Ummah”. Acara ini menjadi momentum penyampaian hasil Survei Evaluasi Kerukunan Umat Beragama (KUB) Tahun 2025 yang dilakukan oleh Kementerian Agama bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (P3M) Universitas Indonesia.

Pengumuman hasil survei tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Millennium Jakarta, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, jajaran pejabat Eselon I dan II, staf khusus serta tenaga ahli Menteri Agama, pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), dan para Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama tidak boleh dipandang sebatas data statistik semata, melainkan sebagai panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan pentingnya peran agama dalam merespons dinamika perubahan zaman yang kian cepat.

“Agama tidak boleh berhenti pada simbol dan ritual. Ia harus menjadi penuntun etis, kompas moral yang memberi arah di tengah disrupsi sosial, teknologi, dan budaya,” ujar Menag.

READ  DPP Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya Gelar Konferensi Pers Klarifikasi Polemik GRIB Jaya dan Ahmad Bahar: Kami Korban Teror, Bukan Pelaku

Sementara itu, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, menjelaskan bahwa kerukunan umat beragama dalam survei ini dimaknai sebagai kondisi hubungan antarumat beragama yang dilandasi sikap toleran, kesetaraan dalam menjalankan ajaran agama, serta kebersamaan dalam membangun masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Berdasarkan hasil pengukuran nasional, Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2025 tercatat sebesar 77,89 dan berada dalam kategori tinggi. Ini skor tertinggi dalam rentang 11 tahun terakhir,” terang M. Ali Ramdhani.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang di Selat Sunda

11 September 2026 - 08:11 WIB

Dorong Generasi Muda Sambut Indonesia Emas 2045, ICMI, KKDC, dan Bank Mega Syariah Kolaborasi Gelar Program Green Education

11 September 2026 - 04:35 WIB

Polda Metro Jaya Cek Ketersediaan dan Harga Masker, Pastikan Stok Tersedia dengan Harga Wajar

10 September 2026 - 04:22 WIB

Lebih Versatile dan Timeless, Intip Keunggulan Koleksi Autumn/Winter AW26 dari Hedgren

9 September 2026 - 19:08 WIB

Ketua Umum PERPAMSI, Drs. H. A. Teddy Setiabudi, M.T.: PERPAMSI Dorong Tata Kelola Air Minum Terintegrasi, Buka Peluang Investasi dan Transformasi Digital di IWF 2026

9 September 2026 - 16:09 WIB

Trending di Nasional