Persatuan Perantau Bone Menguat di Seluruh Indonesia, KPM Bone Soroti Peran Strategis Diaspora di Sektor Ekonomi
Jakarta, Intelposts.com

Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Kerukunan Perantau Masyarakat (KPM) Bone, Achmad Pawennai, menegaskan bahwa soliditas dan persatuan masyarakat Bone di perantauan terus menunjukkan perkembangan yang signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Achmad Pawennai saat memberikan keterangan kepada wartawan di kawasan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, jaringan perantau Bone kini telah tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, termasuk wilayah-wilayah baru di Papua yang menjadi titik pengembangan organisasi.
“Kerukunan masyarakat Bone ini sudah ada di 38 provinsi. Bahkan, yang terakhir kita jangkau adalah beberapa provinsi baru di Papua. Ini menunjukkan bahwa eksistensi dan semangat persatuan masyarakat Bone di perantauan sangat kuat,” ujarnya.
Achmad menjelaskan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pelantikan kepengurusan secara serentak di sejumlah wilayah Papua. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung dalam satu rangkaian perjalanan lintas daerah, mencakup Sentani, Merauke, Wamena, hingga Sorong.
“Kita akan melakukan pelantikan sekaligus dalam satu waktu. Ini bukan hanya simbolik, tetapi juga bentuk konsolidasi organisasi yang nyata di wilayah timur Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Achmad mengungkapkan bahwa kekuatan utama komunitas perantau Bone terletak pada solidaritas sosial dan kemandirian ekonomi yang mereka bangun di daerah rantau. Ia menilai, masyarakat Bone dikenal memiliki daya juang tinggi, khususnya dalam sektor perdagangan.
“Teman-teman kita di daerah itu luar biasa. Persatuannya kuat sekali. Mereka membina pasar-pasar dan menjadi penggerak ekonomi di sana. Rata-rata mereka adalah pelaku usaha yang menguasai aktivitas perdagangan di pasar,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti keberhasilan para perantau Bone di wilayah-wilayah terpencil seperti Wamena, Papua Pegunungan. Menurutnya, keberadaan mereka tidak hanya berkontribusi terhadap ekonomi lokal, tetapi juga menjadi simbol ketangguhan masyarakat Bone dalam beradaptasi di berbagai kondisi geografis.
“Di daerah yang sangat jauh seperti Wamena, mereka tetap bisa berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi. Ini sesuatu yang patut diapresiasi,” tambahnya.
KPM Bone, lanjut Achmad, terus mendorong penguatan jaringan antarperantau melalui berbagai program organisasi, mulai dari kegiatan sosial, ekonomi, hingga budaya. Upaya ini dilakukan untuk menjaga identitas serta mempererat hubungan kekeluargaan di tengah keberagaman daerah tempat mereka bermukim.
Ia berharap, semangat persatuan yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga masyarakat Bone di perantauan tidak hanya menjadi komunitas yang solid, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
“Yang paling penting adalah menjaga kebersamaan. Dengan persatuan yang kuat, kita bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tutupnya.














