Menu

Mode Gelap
Panas Bumi Jadi Kunci Ketahanan Energi dan Transisi Hijau, PGE Dorong Penguatan Ekosistem Panas Bumi Nasional Satgas Pamtas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad Gagalkan Penyelundupan 5.000 Detonator Aktif Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026 Pangdivif 3 Kostrad Hadir di Tanah Papua, Perkuat Kebersamaan dan Semangat Prajurit Brigif 20/IJK Pangdivif 3 Kostrad Pimpin Sertijab Danbrigif 20/IJK di Timika Sambut HUT Ke-81 TNI, Brigif 13/Galuh Rahayu Gelar Donor Darah

Nasional

Samsul Arifin (Pengusaha): Masyarakat Meminta Pemerintah Lakukan Pembenahan Diri dari Dalam

Avatar photobadge-check


					Samsul Arifin (Pengusaha): Masyarakat Meminta Pemerintah Lakukan Pembenahan Diri dari Dalam Perbesar

Samsul Arifin (Pengusaha): Masyarakat Meminta Pemerintah Lakukan Pembenahan Diri dari Dalam

 

Jakarta, 31 Maret 2026 —

 

Komunitas pengamat menggelar acara Halal Bihalal bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Senin (31/03/26). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus diskusi terbuka mengenai dinamika hubungan antara pemerintah dan para pengamat, khususnya di tengah wacana penertiban yang sempat disampaikan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam forum tersebut, pengusaha Samsul Arifin menyampaikan pandangan kritisnya terkait arah kepemimpinan nasional. Ia menegaskan bahwa harapan terbesar masyarakat saat ini adalah adanya pembenahan dari dalam pemerintahan itu sendiri.

“Bersihkan di dalam agar suara rakyat bisa sampai. Kalau di dalam tetap kotor, bisa terjebur ke jurang yang dalam,” ujar Samsul.

Menurutnya, Presiden Prabowo diyakini mengetahui persoalan internal yang ada, termasuk pihak-pihak yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan rakyat. Namun demikian, ia mempertanyakan belum optimalnya langkah tegas seperti perombakan kabinet (reshuffle) terhadap sejumlah menteri yang dianggap bermasalah.

“Rakyat sudah menilai ada yang tidak bersih, tapi belum juga diganti. Itu jadi pertanyaan besar, apakah ada beban atau ketakutan,” tambahnya.

Samsul juga menyoroti sejumlah program pemerintah seperti penguatan ekonomi kerakyatan, termasuk sektor UMK, koperasi desa (KOPDES), hingga kampung nelayan. Ia menyayangkan adanya kecenderungan pendekatan tertentu yang dinilai kurang tepat, termasuk keterlibatan unsur militer dalam implementasi program.

READ  Sun Block di Blok M - Kolaborasi Azarine X Nailoong Peluncuran Inovasi Juaranya Sunscreen

“Kalau sampai memilih militer sebagai perisai, itu menunjukkan ada rasa takut. Takut jatuh,” katanya secara lugas.

Dalam pandangannya, kepemimpinan yang kuat justru harus berani bersikap tegas, jujur, dan kembali pada jati diri sebagai pemimpin yang mengutamakan kepentingan bangsa.

Ia berharap, melalui forum diskusi seperti ini, aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara terbuka dan menjadi bahan refleksi bagi pemerintah.

“Harapannya, Pak Prabowo cepat sadar dan berani menjadi orang yang benar. Berani pada jati dirinya, menghormati nilai leluhur, dan tidak mengecewakan kepercayaan rakyat,” tutup Samsul.

Acara Halal Bihalal ini dihadiri berbagai kalangan pengamat, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha yang bersama-sama menyuarakan pentingnya transparansi, keberanian, serta komitmen terhadap kepentingan publik dalam menjalankan pemerintahan.

Red

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panas Bumi Jadi Kunci Ketahanan Energi dan Transisi Hijau, PGE Dorong Penguatan Ekosistem Panas Bumi Nasional

22 September 2026 - 16:17 WIB

Sun Block di Blok M – Kolaborasi Azarine X Nailoong Peluncuran Inovasi Juaranya Sunscreen

19 September 2026 - 18:03 WIB

Polairud Polda Metro Jaya Salurkan Bantuan Kursi Roda dan Sembako kepada Warga Pluit

18 September 2026 - 00:47 WIB

Prabowo Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai, Proyek Rp 12,1 T

16 September 2026 - 23:54 WIB

Peresmian Sekretariat BPC HIPMI Jakarta Pusat: Teguh Agung Hartanto Tegaskan Siap Jadi Barometer & Motor Penggerak Ekonomi Pengusaha Muda Nasional

16 September 2026 - 23:29 WIB

Trending di Nasional