Menu

Mode Gelap
Hadiri Pemakaman Jenderal Tri Sutrisno , Florencio Mario Vieira: Kepemimpinan, Integritas, dan Pengabdian Beliau Total Untuk Bangsa PERISAI Syarikat Islam Gelar Haul Guru Bangsa  Dalam Rangka Napak Tilas Pemikiran Dan  Keteladanan Pahlawan Bangsa Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad Panen Cabai Bersama Warga Perbatasan di Belu Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad Laksanakan Karya Bakti Pengecoran Gereja di Desa Tubu Aksi Nyata Yonarmed 12 Kostrad Jaga Kesehatan Masyarakat Kobalima Timur Yonarmed 12 Kostrad Hadirkan Harapan Baru bagi Generasi Muda di Desa Kewar

Nasional

Kementerian Agama Republik Indonesia Gelar Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 bertajuk “Toward a Loving Future Ummah”.

Avatar photobadge-check


					Kementerian Agama Republik Indonesia Gelar Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 bertajuk “Toward a Loving Future Ummah”. Perbesar

Kementerian Agama Republik Indonesia Gelar Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 bertajuk “Toward a Loving Future Ummah”.

 

Jakarta, Intelposts.com

 

Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar kegiatan Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 bertajuk “Toward a Loving Future Ummah”. Acara ini menjadi momentum penyampaian hasil Survei Evaluasi Kerukunan Umat Beragama (KUB) Tahun 2025 yang dilakukan oleh Kementerian Agama bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (P3M) Universitas Indonesia.

Pengumuman hasil survei tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Millennium Jakarta, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, jajaran pejabat Eselon I dan II, staf khusus serta tenaga ahli Menteri Agama, pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), dan para Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama tidak boleh dipandang sebatas data statistik semata, melainkan sebagai panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan pentingnya peran agama dalam merespons dinamika perubahan zaman yang kian cepat.

“Agama tidak boleh berhenti pada simbol dan ritual. Ia harus menjadi penuntun etis, kompas moral yang memberi arah di tengah disrupsi sosial, teknologi, dan budaya,” ujar Menag.

Sementara itu, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, menjelaskan bahwa kerukunan umat beragama dalam survei ini dimaknai sebagai kondisi hubungan antarumat beragama yang dilandasi sikap toleran, kesetaraan dalam menjalankan ajaran agama, serta kebersamaan dalam membangun masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

READ  RPA Indonesia Pulihkan Hak dan Bebaskan Dua ART dari Dugaan Penahanan Majikan di Jakarta

“Berdasarkan hasil pengukuran nasional, Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2025 tercatat sebesar 77,89 dan berada dalam kategori tinggi. Ini skor tertinggi dalam rentang 11 tahun terakhir,” terang M. Ali Ramdhani.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadiri Pemakaman Jenderal Tri Sutrisno , Florencio Mario Vieira: Kepemimpinan, Integritas, dan Pengabdian Beliau Total Untuk Bangsa

2 Maret 2026 - 12:47 WIB

PERISAI Syarikat Islam Gelar Haul Guru Bangsa  Dalam Rangka Napak Tilas Pemikiran Dan  Keteladanan Pahlawan Bangsa

2 Maret 2026 - 09:40 WIB

PARA PEJABAT HADIR DI PUNCAK PERAYAAN IMLEK 2026

28 Februari 2026 - 12:19 WIB

Pelantikan  Dan Pengukuhan Pengurusan DPP  Gerakan Pembumian Pancasila

28 Februari 2026 - 12:02 WIB

Sambut Bulan Suci Ramadhan Dudung Abdurahman Rilis Single Religi ” Jangan Lupa Berdoa “

27 Februari 2026 - 12:37 WIB

Trending di Nasional