Menu

Mode Gelap
Jaga Selat Malaka, Pangkalan TNI AL Dumai dan Pemkab Bengkalis Satukan Langkah Perkuat Keamanan Maritim Satgas Pangan Polda Metro Jaya Cek Harga Beras di Pasar Tradisional Ciracas dan Retail Modern MENUJU PASIFIK SELATAN, DANKODAERAL III HADIRI PELEPASAN SATGAS TERPADU PORT VISIT 2026 Prajurit Yonif 431 Kostrad Mantapkan Kesiapan Terjun melalui Ground Training Prajurit Yonarhanud 16 Kostrad Donorkan Darah, Wujud Kepedulian Sambut HUT TNI ke-81 Tanggap Bencana, Pos Sei Beruang Satgas Yonarmed 13/Nanggala Bersama Polri dan Pemadam Kebakaran Padamkan Karhutla

Nasional

Dari Diskusi “Lingkar Dialektika”: Chrisbiantoro: “Mandela Membangun TRC, Kita Memberi Gelar Tanpa Kebenaran”

Avatar photobadge-check


					Dari Diskusi “Lingkar Dialektika”: Chrisbiantoro: “Mandela Membangun TRC, Kita Memberi Gelar Tanpa Kebenaran” Perbesar

Dari Diskusi “Lingkar Dialektika”:
Chrisbiantoro: “Mandela Membangun TRC, Kita Memberi Gelar Tanpa Kebenaran”

 

Jakarta, Intelposts.com

 

Dalam Talkshow Kebangsaan bertema “Mereformasi Mekanisme Gelar Pahlawan Nasional: Dari Kepentingan Politik ke Integritas Sejarah” yang diselenggarakan Lingkar Dialektika FISIP Universitas Bung Karno di Gedung Joang ’45, pengacara HAM dan dosen FH UBK, Chrisbiantoro, S.H., LL.M., menyampaikan kritik tajam terkait penetapan gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto.

Ia menegaskan bahwa sebelum seorang tokoh diberikan legitimasi moral sebagai pahlawan, harus ada mekanisme rekonsiliasi berbasis kebenaran. Ia mencontohkan Nelson Mandela, yang memprakarsai Truth and Reconciliation Commission (TRC) setelah jatuhnya apartheid di Afrika Selatan.

“Mandela tidak meminta rakyat langsung memaafkan. Ia meminta negara jujur dulu terhadap luka sejarah. Ada ruang di mana korban dan pelaku bertemu, berbicara, dan mengakui kebenaran,” ungkap Chrisbiantoro.

Ia membandingkan konteks itu dengan Indonesia yang menurutnya belum pernah menyelenggarakan mekanisme resmi untuk mengungkap kebenaran tragedi negara yang melibatkan pelanggaran HAM berat.

“Bagaimana kita menempatkan figur tertentu sebagai pahlawan jika mekanisme kebenarannya belum dimulai? Mandela membangun rekonsiliasi melalui kejujuran; kita justru melompati langkah itu,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

READ  Partai Golkar DKI Jakarta Gelar Safari dan Silaturahmi Ramadan 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas Pangan Polda Metro Jaya Cek Harga Beras di Pasar Tradisional Ciracas dan Retail Modern

14 September 2026 - 10:56 WIB

13 September 2026 - 05:21 WIB

Daud Yordan Apresiasi Gelaran Kejuaraan Tinju Profesional “Sabuk Emas Kapolri 2026”: Wadah Lahirkan Juara Dunia dari Indonesia

12 September 2026 - 10:08 WIB

IMI DKI JAKARTA PERKUAT PEMBINAAN ATLET DAN DATA KLUB DI INDONESIA SPORTS SUMMIT 2026

12 September 2026 - 07:25 WIB

Polda Metro Jaya Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang di Selat Sunda

11 September 2026 - 08:11 WIB

Trending di Nasional