Menu

Mode Gelap
Panas Bumi Jadi Kunci Ketahanan Energi dan Transisi Hijau, PGE Dorong Penguatan Ekosistem Panas Bumi Nasional Satgas Pamtas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad Gagalkan Penyelundupan 5.000 Detonator Aktif Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026 Pangdivif 3 Kostrad Hadir di Tanah Papua, Perkuat Kebersamaan dan Semangat Prajurit Brigif 20/IJK Pangdivif 3 Kostrad Pimpin Sertijab Danbrigif 20/IJK di Timika Sambut HUT Ke-81 TNI, Brigif 13/Galuh Rahayu Gelar Donor Darah

Nasional

Dari Diskusi “Lingkar Dialektika”: Chrisbiantoro: “Mandela Membangun TRC, Kita Memberi Gelar Tanpa Kebenaran”

Avatar photobadge-check


					Dari Diskusi “Lingkar Dialektika”: Chrisbiantoro: “Mandela Membangun TRC, Kita Memberi Gelar Tanpa Kebenaran” Perbesar

Dari Diskusi “Lingkar Dialektika”:
Chrisbiantoro: “Mandela Membangun TRC, Kita Memberi Gelar Tanpa Kebenaran”

 

Jakarta, Intelposts.com

 

Dalam Talkshow Kebangsaan bertema “Mereformasi Mekanisme Gelar Pahlawan Nasional: Dari Kepentingan Politik ke Integritas Sejarah” yang diselenggarakan Lingkar Dialektika FISIP Universitas Bung Karno di Gedung Joang ’45, pengacara HAM dan dosen FH UBK, Chrisbiantoro, S.H., LL.M., menyampaikan kritik tajam terkait penetapan gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto.

Ia menegaskan bahwa sebelum seorang tokoh diberikan legitimasi moral sebagai pahlawan, harus ada mekanisme rekonsiliasi berbasis kebenaran. Ia mencontohkan Nelson Mandela, yang memprakarsai Truth and Reconciliation Commission (TRC) setelah jatuhnya apartheid di Afrika Selatan.

“Mandela tidak meminta rakyat langsung memaafkan. Ia meminta negara jujur dulu terhadap luka sejarah. Ada ruang di mana korban dan pelaku bertemu, berbicara, dan mengakui kebenaran,” ungkap Chrisbiantoro.

Ia membandingkan konteks itu dengan Indonesia yang menurutnya belum pernah menyelenggarakan mekanisme resmi untuk mengungkap kebenaran tragedi negara yang melibatkan pelanggaran HAM berat.

“Bagaimana kita menempatkan figur tertentu sebagai pahlawan jika mekanisme kebenarannya belum dimulai? Mandela membangun rekonsiliasi melalui kejujuran; kita justru melompati langkah itu,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

READ  MENGUBUR MENTAL KOLONIAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panas Bumi Jadi Kunci Ketahanan Energi dan Transisi Hijau, PGE Dorong Penguatan Ekosistem Panas Bumi Nasional

22 September 2026 - 16:17 WIB

Sun Block di Blok M – Kolaborasi Azarine X Nailoong Peluncuran Inovasi Juaranya Sunscreen

19 September 2026 - 18:03 WIB

Polairud Polda Metro Jaya Salurkan Bantuan Kursi Roda dan Sembako kepada Warga Pluit

18 September 2026 - 00:47 WIB

Prabowo Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai, Proyek Rp 12,1 T

16 September 2026 - 23:54 WIB

Peresmian Sekretariat BPC HIPMI Jakarta Pusat: Teguh Agung Hartanto Tegaskan Siap Jadi Barometer & Motor Penggerak Ekonomi Pengusaha Muda Nasional

16 September 2026 - 23:29 WIB

Trending di Nasional