Menu ✖

Mode Gelap
DUKUNG KETAHANAN PANGAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN, KODAERAL III HADIRI GERAKAN NASIONAL PENANAMAN 1.000.000 TANAMAN PEKARANGAN PERKUAT SINERGI MARITIM DAN PEMERINTAHAN, DANKODAERAL III JALIN KOMUNIKASI STRATEGIS DENGAN DPRD DKI JAKARTA PWI, SPI, dan KABADDI Sulawesi Selatan Perkuat Sinergi Lintas Organisasi dalam Silaturahmi di Makassar DJKI Umumkan Pemenang Indonesia Patent Awards 2026, Apresiasi Inovasi dan Komersialisasi Paten Nasional* Dany Soedarsono: HWK Harus Bertransformasi, Perkuat Peran Politik Perempuan di Era Digital HWK Sumatera Utara Dorong UMKM Perempuan Berbasis Potensi Lokal, 22 DPD Kabupaten/Kota Telah Bergabung

Nasional

Daud Yordan Apresiasi Gelaran Kejuaraan Tinju Profesional “Sabuk Emas Kapolri 2026”: Wadah Lahirkan Juara Dunia dari Indonesia

Avatar photobadge-check


					Daud Yordan Apresiasi Gelaran Kejuaraan Tinju Profesional “Sabuk Emas Kapolri 2026”: Wadah Lahirkan Juara Dunia dari Indonesia Perbesar

Daud Yordan Apresiasi Gelaran Kejuaraan Tinju Profesional “Sabuk Emas Kapolri 2026”: Wadah Lahirkan Juara Dunia dari Indonesia

 

JAKARTA, 12 September 2026 –

 

Petinju profesional kebanggaan Indonesia, Daud “Cino” Yordan, memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya gelaran Kejuaraan Tinju Profesional “Sabuk Emas Kapolri 2026 – FTPI Ultimate Clash” yang berlangsung di Auditorium Studio Bung Karno, LPP TVRI, Senayan, Jakarta, Jumat (11/9/2026) malam.

Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan disiarkan langsung oleh TVRI sebagai official broadcaster, menyedot perhatian ribuan pecinta olahraga tanah air.

Angin Segar bagi Tinju Profesional Indonesia

Dalam keterangannya, Daud Yordan menilai gelaran ini menjadi momentum penting bagi perkembangan tinju profesional di Indonesia. Ia menyebut kompetisi ini sebagai wadah strategis bagi para petinju tanah air untuk mengasah kemampuan dan membuktikan kualitas mereka di kancah nasional.

“Ajang ini sangat bagus dan positif. Ini menjadi wadah bagi para petinju profesional di Indonesia untuk bertanding serta menunjukkan kemampuan dan prestasi mereka. Mudah-mudahan dari event seperti ini bisa melahirkan petinju-petinju hebat dari Indonesia ke depannya,” ujar Daud.

Potensi Besar dari 300 Juta Penduduk Indonesia
Lebih lanjut, Daud menyoroti pentingnya konsistensi dalam memperbanyak ruang pertandingan sebagai kunci untuk mencetak juara dunia. Menurutnya, dengan populasi Indonesia yang mencapai hampir 300 juta jiwa, potensi untuk melahirkan petinju kelas dunia sangat terbuka lebar, asalkan didukung oleh jam terbang yang memadai melalui kompetisi yang rutin dan berkelanjutan.

READ  Anggota Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno, ME. Dorong Kedaulatan Digital Nasional, Tekankan Urgensi Regulasi AI Berbasis Risiko, Percepatan RUU Satu Data Indonesia, dan Penguatan Ekosistem GovTech AI Menuju Indonesia Emas 2045

“Kita punya populasi yang besar, talenta yang luar biasa. Yang kita butuhkan adalah kompetisi yang konsisten agar mereka punya jam terbang cukup untuk bersaing di level internasional,” tambahnya.
Apresiasi untuk Kapolri dan Institusi Kepolisian

Daud juga memberikan apresiasi khusus kepada institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Kapolri, yang telah memberikan ruang dan perhatian besar bagi kemajuan komunitas tinju nasional. Dukungan ini dinilai menjadi suntikan semangat bagi seluruh ekosistem tinju, mulai dari promotor, penata tanding, pelatih, wasit, hakim, hingga para pembina di daerah.

“Kapolri dan jajaran kepolisian telah memberikan perhatian luar biasa. Ini bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan olahraga tinju di Indonesia,” ungkap Daud.

Komitmen Pemerintah terhadap Kesejahteraan Atlet

Terkait perhatian terhadap kesejahteraan atlet dan mantan petinju, Daud optimistis dengan komitmen pemerintah saat ini. Ia menilai perhatian yang diberikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Presiden RI, lembaga negara, hingga pemerintah daerah dan legislatif terus mengalami peningkatan.

“Olahraga bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga menjadi alat pemersatu bangsa dan gaya hidup (lifestyle). Saya berharap para petinju, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun, dapat memaksimalkan momen dukungan pemerintah ini demi kesejahteraan hidup yang lebih baik,” pungkas Daud.

Tentang FTPI

Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) adalah organisasi resmi yang menaungi dan mengatur kegiatan tinju profesional di Indonesia. Didirikan dengan visi mengembangkan olahraga tinju secara profesional dan berstandar internasional, FTPI berkomitmen untuk meningkatkan kualitas petinju Indonesia, menyelenggarakan pertandingan bertaraf nasional maupun internasional, serta mempromosikan sportivitas dan nilai-nilai luhur dalam olahraga tinju.

FTPI bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, institusi kepolisian, sponsor swasta, dan media, untuk menciptakan ekosistem tinju profesional yang sehat, berkelanjutan, dan mampu menghasilkan juara-juara dunia dari Indonesia.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PWI, SPI, dan KABADDI Sulawesi Selatan Perkuat Sinergi Lintas Organisasi dalam Silaturahmi di Makassar

4 November 2026 - 11:30 WIB

Dany Soedarsono: HWK Harus Bertransformasi, Perkuat Peran Politik Perempuan di Era Digital

4 November 2026 - 07:52 WIB

TECNO MEGABOOK K15S Hadir dengan Layar 15 Inci, Dukung Produktivitas Lebih Maksimal

4 November 2026 - 04:17 WIB

TECNO MEGABOOK K15S Hadir dengan Layar 15 Inci, Dukung Produktivitas Lebih Maksimal

2 November 2026 - 15:01 WIB

Hadir dalam Munas IWAPI Ke – 10, Devi Erna Rahmawaty, SE, MBA, PhD Dukung Calon Tunggal Tatyana

2 November 2026 - 08:20 WIB

Trending di Nasional