Menu ✖

Mode Gelap
Kapolda Metro Jaya Dorong Edukasi dan Penataan Kawasan Rawan Narkoba Rektor ISTEK Widuri, Prof. Dr. Robert M.Z. Lawang: Jangan Berharap Terlalu Banyak Pada Pemerintah dalam Penegakan Hukum, Kuncinya Kolaborasi MENYEMAI EKOPOL HETERODOKS Deputi I Bakom RI, Fahd Pahdepie : Bakom RI Jadi Penghubung Strategis Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat Soroti Kesenjangan Antara Pernyataan Pejabat dan Realitas Lapangan, Ismail Fahmi Tekankan Pentingnya Pemerintah Mendengar Aspirasi Publik Wahyu Hidayat Bicara Target Golkar Jakut: Pertahankan Dapil 2, Rebut Kursi Dapil 3 ​Usai Musda,

TNI

*Unjuk Kekuatan Nasional, TNI Kerahkan Puluhan Ribu Prajurit Amankan Aset Strategis Bangka–Morowali*

Avatar photobadge-check

BANGKA, tniad.mil.id — TNI mengerahkan puluhan ribu prajurit dari tiga matra dalam Latihan TNI Terintegrasi Tahun 2025 sebagai demonstrasi kekuatan nasional sekaligus wujud komitmen melindungi aset strategis negara di Bangka Belitung dan Morowali. Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta sejumlah pejabat negara menyaksikan langsung pelaksanaan latihan dari Titik Tinjau Desa Mabat, Bangka, Rabu (19/11/2025).

Latihan skala besar di Bangka Belitung melibatkan 41.397 personel TNI. Kegiatan ini menjadi bukti soliditas, kesiapsiagaan, dan kemampuan tempur gabungan TNI dalam menghadapi spektrum ancaman, termasuk ancaman terhadap sumber daya alam strategis. Selain di Bangka Belitung, Latihan TNI Terintegrasi 2025 juga digelar di Morowali, Sulawesi Tengah, dengan melibatkan 26.998 prajurit di bawah Komando Gabungan TNI. Kegiatan di Morowali juga ditinjau langsung Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI dan para pejabat terkait.

Latihan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme, kesiapan tempur prajurit, serta uji kemampuan alutsista. Di dalamnya juga termuat skenario Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya terkait pengamanan wilayah yang rawan konflik kepentingan seperti kawasan hutan dan pertambangan.

Pemilihan Bangka Belitung dan Morowali dilandasi pertimbangan strategis mengingat besarnya kekayaan sumber daya alam di wilayah tersebut, termasuk potensi kerawanan akibat praktik penambangan tanpa izin yang selama ini merusak lingkungan dan merugikan negara. Oleh karenanya, kehadiran TNI menjadi krusial untuk melindungi objek vital nasional.

Sebelumnya, Presiden RI mengungkapkan maraknya operasi tambang ilegal di Bangka Belitung, bahkan mencapai sekitar 1.000 titik, yang menyebabkan Indonesia kehilangan hingga 80 persen produksi timah nasional. Presiden kemudian memerintahkan TNI melakukan pengamanan ketat seluruh jalur pergerakan material timah.

“Saya perintahkan TNI untuk memblokir seluruh jalur masuk dan keluar di Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Negara harus mengetahui secara pasti apa yang keluar dan apa yang masuk. Kita tidak boleh terus dirugikan,” tegas Presiden.

Menindaklanjuti perintah tersebut, TNI mengerahkan kekuatan besar beserta alutsista, mulai dari puluhan Rantis Maung, drone taktis, KRI dan KAL, pesawat F-16, Hercules, CN-295, hingga helikopter Caracal dan Super Puma. Penggelaran ini menegaskan bahwa perlindungan sumber daya alam adalah bagian dari tugas menjaga kedaulatan negara.

Dalam rangkaian latihan di Bangka Belitung, Menhan dan Panglima TNI menyaksikan demonstrasi Serangan Udara Langsung (SUL) oleh F-16 dari Wing Udara 31, penerjunan taktis personel Yonif 501, simulasi penangkapan ponton ilegal, serta peninjauan lokasi galian pasir.

Di hadapan awak media, Menhan menyampaikan fokus utama latihan dalam konteks penegakan kedaulatan dan penertiban sektor pertambangan. “Tujuannya satu, bagaimana kita sebagai negara yang berdaulat memiliki kemampuan untuk menegakkan peraturan dan melakukan penertiban dalam rangka pengamanan sumber daya alam yang merupakan bagian dari kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Latihan juga menampilkan berbagai kemampuan TNI, mulai dari Kelompok Depan Operasi Linud (KDOL), Operasi Perebutan Pertahanan Pangkalan Udara (OP3U), skenario _force down_, aksi sabotase terhadap sasaran strategis, hingga operasi penindakan kepada kapal pelaku aktivitas ilegal oleh TNI AL. Seluruh rangkaian dirancang untuk menguji kesiapsiagaan dan respons cepat operasi gabungan di berbagai domain. *(Dispenad)*

READ  Sambut HUT Ke-81 TNI Angkatan Laut, Danlanal Dumai Pimpin Upacara Ziarah Rombongan

Red. Yeni

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Indahnya Kebersamaan Pererat Persaudaraan Lintas Matra Andalan 88, Satu Hati, Satu Jiwa, Satu Rasa

15 Oktober 2026 - 06:06 WIB

Brigif 20 Kostrad Hadiri Upacara HUT ke-30 Kabupaten Mimika, Perkuat Semangat Kebersamaan dan Pembangunan

15 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Prajurit Yonarmed 1 Kostrad Donorkan Darah, Wujud Kepedulian Sosial dalam HUT Korps Pasgat TNI AU

15 Oktober 2026 - 05:58 WIB

Sinergi Membangun Desa, Prajurit Yonif 413/Bremoro Ikuti Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap IV TA 2026

15 Oktober 2026 - 05:56 WIB

Karate Binaan Brigif 9/DY/2 Kostrad Raih Juara Umum III Kejurnas Karate Pemprov Jatim 2026

15 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Trending di TNI