Menu

Mode Gelap
GEKIRA Gelar Rakernas 12–14 Juni 2026, Bahas Transformasi Ekonomi Nasional di Era Prabowo Pastikan Pembangunan Berjalan Optimal, Pangdivif 3 Kostrad Tinjau Progres Rehabilitasi Fasilitas Satuan Jajaran Brigif 3 Kostrad Pangdivif 3 Kostrad Tinjau Latihan Tingkat Seksi Yonarmed 6 Kostrad Pererat Kebersamaan di Perbatasan, Yonarmed 12 Kostrad dan Warga Benahi Posyandu Desa Tulakadi Jangkau Pelosok Perbatasan, Yonarmed 12 Kostrad Pastikan Kesehatan Warga Tetap Terjaga Wujud Kepedulian di Tapal Batas, Satgas Yonarhanud 2 Kostrad Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Natemnanu

Nasional

Tokoh Masyarakat Sumatera Barat Zaenal Azwar Wahid: Dengan kebersamaan dan Persatuan, Kita dapat Membantu Korban Banjir Bandang di Sumatera Barat untuk Pulih dan Bangkit kembali.

Avatar photobadge-check


					Tokoh Masyarakat Sumatera Barat Zaenal Azwar Wahid: Dengan kebersamaan dan Persatuan, Kita dapat Membantu Korban Banjir Bandang di Sumatera Barat untuk Pulih dan Bangkit kembali. Perbesar

Tokoh Masyarakat Sumatera Barat Zaenal Azwar Wahid: Dengan kebersamaan dan Persatuan, Kita dapat Membantu Korban Banjir Bandang di Sumatera Barat untuk Pulih dan Bangkit kembali.

 

Jakarta, Intelposts.com

 

Dalam upaya menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat, komunitas Perantau Minang di Jakarta menggelar aksi solidaritas penggalangan dana. Acara yang berlangsung di Hotel Balairung, Jakarta, pada (10/01/26) ini bertujuan untuk mengumpulkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.

Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., mengajak seluruh Perantau Minang di Jakarta untuk turut serta dalam aksi solidaritas ini. “Sekarang saatnya saya ajak Perantau Minang yang berada di Jakarta semua, untuk bantu saudara kita yang disana (Sumbar), untuk memberikan bantuan berapapun nilainya sangat bermanfaat bagi mereka saat ini,” ujarnya dalam wawancara dengan media.

Bantuan yang terkumpul akan disalurkan melalui BAZNAS dan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Menurut laporan, total bantuan yang terkumpul mencapai Rp 54 miliar dari kabupaten dan kota, serta Rp 2,6 miliar dari masyarakat melalui BAZNAS.

Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan terima kasih kepada perantau yang telah berkontribusi. “Kami sangat menghargai kepedulian dan kontribusi masyarakat. Kerusakan dan kerugian akibat bencana ini mencapai Rp 33 triliun, dan kami membutuhkan dana sekitar Rp 22 triliun untuk pembangunan ke depan,” katanya.

READ  M. Fajar Aldila, S.H., M.Kn. (Wakil Bupati Sumedang): Dengan Transformasi Digital, Kita Punya Peluang Besar untuk Melahirkan Talenta-talenta Baru, UMKM Digital, serta Layanan Publik yang lebih Cepat, Mudah, dan Inklusif.

Rencana percepatan pembangunan ini akan dituangkan dalam R3PB dokumen dan diserahkan ke BNPB, Kementrian Dalam Negeri, dan Presiden. Gubernur berharap program ini dapat terlaksana pada tahun 2028 dengan dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan semua pihak terkait.

Sementara itu Tokoh Masyarakat Sumatera Barat Zaenal Azwar Wahid mengatakan, Sumatera Barat memiliki potensi besar untuk menyumbang, namun kendala koordinasi efektif masih menghambat pengumpulan dana. Pada acara penggalangan dana, terkumpul donasi sekitar 1 miliar rupiah dari berbagai sumber, termasuk organisasi dan individu,” ungkapnya.

Donasi yang diberikan tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga sembako, pakaian, dan bahan bangunan. Pembicara telah aktif mengimbau dan mengantarkan sumbangan ke daerah-daerah yang terkena bencana, serta menyalurkan bantuan melalui Baznas dan langsung ke masyarakat,” jelasnya.

Harapan besar kini adalah terwujudnya persatuan di antara masyarakat Sumatera Barat, termasuk berbagai organisasi, untuk bersama-sama membangun daerah mereka. Peran individu yang memiliki posisi strategis, seperti penasihat, juga ditekankan untuk memastikan pembangunan dilakukan demi kepentingan bersama, bukan pribadi,” pungkasnya.

Zaenal Azwar Wahid menegaskan,’

Kebersamaan dan persatuan sangat penting dalam menangani korban banjir bandang di Sumatera Barat. Bencana alam seperti ini tidak mengenal batas-batas sosial, ekonomi, atau politik, sehingga kita harus bersatu untuk membantu mereka yang terkena dampak.

Dengan kebersamaan dan persatuan, kita  dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada, seperti dana, tenaga, dan fasilitas, untuk membantu korban banjir bandang. Kebersamaan dan persatuan dapat meningkatkan semangat korban dan membantu mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan.

Zaenal Azwar Wahid mengapresiasi Kolaborasi antara pemerintah Sumatera Barat dan masyarakat  dalam menangani korban banjir bandang, seperti dalam hal evakuasi, distribusi bantuan, dan rehabilitasi.

READ  Gaya Rambut Pria Urban di Rogue & Beyond

“Masyarakat harus lebih proaktif terlibat dalam upaya penanganan korban banjir bandang, seperti dalam hal pengumpulan dana, distribusi bantuan, dan rehabilitasi.

Dengan kebersamaan dan persatuan, kita dapat membantu korban banjir bandang di Sumatera Barat untuk pulih dan bangkit kembali.”tutup Zaenal Azwar Wahid mengakhiri wawancara singkatnya dengan para awak media.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GEKIRA Gelar Rakernas 12–14 Juni 2026, Bahas Transformasi Ekonomi Nasional di Era Prabowo

12 Juni 2026 - 11:06 WIB

KOWANI: Menjaga Bumi Berarti Menjaga Masa Depan Anak Cucu Bangsa

9 Juni 2026 - 09:48 WIB

Kosgoro 1957 Gelar Musyawarah Besar (Mubes) V: Siap Bertransformasi Mengabdi untuk Negeri

6 Juni 2026 - 02:59 WIB

PT Topindo Solusi Komunika Tbk Gelar Rapat Umum Pemegang Saham dan Public Expose 2026

5 Juni 2026 - 08:50 WIB

PT. Atlantis Subsea Indonesia TBK Gelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Public Explore 2026

4 Juni 2026 - 04:45 WIB

Trending di Nasional