Menu

Mode Gelap
GEKIRA Gelar Rakernas 12–14 Juni 2026, Bahas Transformasi Ekonomi Nasional di Era Prabowo Pastikan Pembangunan Berjalan Optimal, Pangdivif 3 Kostrad Tinjau Progres Rehabilitasi Fasilitas Satuan Jajaran Brigif 3 Kostrad Pangdivif 3 Kostrad Tinjau Latihan Tingkat Seksi Yonarmed 6 Kostrad Pererat Kebersamaan di Perbatasan, Yonarmed 12 Kostrad dan Warga Benahi Posyandu Desa Tulakadi Jangkau Pelosok Perbatasan, Yonarmed 12 Kostrad Pastikan Kesehatan Warga Tetap Terjaga Wujud Kepedulian di Tapal Batas, Satgas Yonarhanud 2 Kostrad Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Natemnanu

Nasional

Teguh Prasetya (Ketua Umum Asosiasi Internet of Things Indonesia (IoT Indonesia)): Perlu Disusun Kaidah, Standar, dan Tahapan yang Lebih Rinci dalam Pembangunan Ekosistem IoT Nasional. Pemerintah, Industri, dan Pelaku Ekosistem Harus Bergerak dengan Ritme yang Sama

Avatar photobadge-check


					Teguh Prasetya (Ketua Umum Asosiasi Internet of Things Indonesia (IoT Indonesia)): Perlu Disusun Kaidah, Standar, dan Tahapan yang Lebih Rinci dalam Pembangunan Ekosistem IoT Nasional. Pemerintah, Industri, dan Pelaku Ekosistem Harus Bergerak dengan Ritme yang Sama Perbesar

Teguh Prasetya (Ketua Umum Asosiasi Internet of Things Indonesia (IoT Indonesia)): Perlu Disusun Kaidah, Standar, dan Tahapan yang Lebih Rinci dalam Pembangunan Ekosistem IoT Nasional. Pemerintah, Industri, dan Pelaku Ekosistem Harus Bergerak dengan Ritme yang Sama

 

Jakarta, Intelposts.com

 

Ketua Umum Asosiasi Internet of Things Indonesia (IoT Indonesia), Teguh Prasetya, menegaskan pentingnya penyusunan kaidah, standar, dan tahapan yang lebih rinci dalam pembangunan ekosistem IoT nasional, termasuk di sektor pemerintahan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam IPv6 Enhanced Net5.5G Conference – Transformasi Digital, sebuah forum strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan teknologi, regulator, dan pelaku industri telekomunikasi.

Teguh Prasetya menekankan bahwa akselerasi transformasi digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan roadmap bersifat umum, tetapi membutuhkan tahapan teknis yang terukur, detail, dan memiliki target implementasi yang jelas.

“Ekosistem IoT membutuhkan kaidah dan tahapan yang detail. Bukan hanya roadmap global atau roadmap secara umum, tetapi panduan yang operasional—mulai dari penyusunan standar, kesiapan infrastruktur, interoperabilitas, hingga target waktu. Pemerintah, industri, dan pelaku ekosistem harus bergerak dengan ritme yang sama,” tegas Teguh.

Konferensi IPv6 Enhanced Net5.5G sendiri menjadi momentum penting karena hadir di tengah percepatan kebutuhan jaringan IPv6, 5G Advanced/Net5.5G, dan konektivitas masif berbasis IoT. Menurut Teguh, era IoT yang semakin kompleks membutuhkan fondasi jaringan yang kuat, aman, dan berkelanjutan.

READ  Bukan Sekedar Pelembap Biasa, SKINTIFIC Hadirkan PDRN Bright & Smooth Moisture Gel dengan 5000 PPM untuk Regenerasi Kulit dalam 14 Hari

Ia menambahkan bahwa implementasi transformasi digital tidak boleh berhenti pada level strategi, tetapi harus diterjemahkan menjadi langkah-langkah nyata yang dapat diukur keberhasilannya.

Teguh Prasetya berharap nanti bread peuple kita ini bisa di adopsi oleh Bapenas untuk menjadi bagian dari pada roadmap insfratruktur digital Indonesia kedepan.

Dalam forum tersebut, Teguh juga menyampaikan komitmen IoT Indonesia untuk terus menjadi jembatan antara pemerintah, industri, regulator, dan pelaku teknologi dalam menghadirkan ekosistem digital yang inklusif.

 

Percepatan roadmap infrastruktur digital di Indonesia sedang dilakukan oleh pemerintah melalui beberapa strategi, antara lain:

– *Peningkatan Jaringan Broadband*: Pemerintah berencana meningkatkan jangkauan jaringan broadband ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil dan terluar.

– *Pengembangan Jaringan 5G*: Indonesia juga sedang mengembangkan jaringan 5G untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas akses internet.

– *Pembangunan Data Center*: Pemerintah sedang membangun pusat data nasional untuk meningkatkan keamanan dan kualitas data.

– *Peningkatan Literasi Digital*: Pemerintah juga meningkatkan literasi digital masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan menggunakan teknologi digital.

– *Kerjasama dengan Swasta*: Pemerintah juga bekerja sama dengan sektor swasta untuk meningkatkan investasi dan pengembangan infrastruktur digital.

Beberapa proyek yang sedang berjalan, antara lain:
– *Palapa Ring*: Proyek pembangunan jaringan serat optik yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia.
– *SATRIA-1*: Satelit multifungsi yang digunakan untuk meningkatkan akses internet di daerah terpencil.
– *Digital Leadership Academy*: Program untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam bidang teknologi digital.

Dengan percepatan roadmap infrastruktur digital, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, meningkatkan ekonomi digital, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GEKIRA Gelar Rakernas 12–14 Juni 2026, Bahas Transformasi Ekonomi Nasional di Era Prabowo

12 Juni 2026 - 11:06 WIB

KOWANI: Menjaga Bumi Berarti Menjaga Masa Depan Anak Cucu Bangsa

9 Juni 2026 - 09:48 WIB

Kosgoro 1957 Gelar Musyawarah Besar (Mubes) V: Siap Bertransformasi Mengabdi untuk Negeri

6 Juni 2026 - 02:59 WIB

PT Topindo Solusi Komunika Tbk Gelar Rapat Umum Pemegang Saham dan Public Expose 2026

5 Juni 2026 - 08:50 WIB

PT. Atlantis Subsea Indonesia TBK Gelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Public Explore 2026

4 Juni 2026 - 04:45 WIB

Trending di Nasional