Menu ✖

Mode Gelap
Disamarkan sebagai Makanan Ringan, 1.728 Kuda Laut Kering Digagalkan di Bandara RHF Kunjungi Negeri Istana Kabupaten Siak Sri Indrapura, Danlanal Dumai Perkuat Sinergi Hadirkan Pengabdian Klinik Pertamina IHC dan Masa Depan Layanan Kesehatan, Ketika Teknologi, Regulasi, dan Kebutuhan Pasien Bertemu Ramzi: Rakernas III HIPPI Memperkuat Kolaborasi Ekonomi dan Kemitraan Strategis Pengusaha Lokal dr. Montik Dewi Rahayu (Ketua Umum DPD HIPPI Kaltim): Dengan  Semangat Kolaborasi, Inovasi, dan Kemandirian Ekonomi, HIPPI Menegaskan Komitmen untuk Terus Menjadi Bagian dari Penguatan Pengusaha Nasional serta Pembangunan Ekonomi Indonesia Asah Jiwa Kepemimpinan, Brigif 18/Trisula Latih Calon Pengurus OSIS SMP Negeri 11 Malang

Nasional

Sahabuddin: Inpres Pembinaan Pencak Silat Perlu Segera Diwujudkan Untuk Antar Indonesia ke Olimpiade

Avatar photobadge-check


					Sahabuddin: Inpres Pembinaan Pencak Silat Perlu Segera Diwujudkan Untuk Antar Indonesia ke Olimpiade Perbesar

Sahabuddin: Inpres Pembinaan Pencak Silat Perlu Segera Diwujudkan Untuk Antar Indonesia ke Olimpiade

 

*Jakarta, 5 September 2026* –

 

Pelantikan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Masa Bakti 2026–2031 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu (5/9/2026), menjadi titik tolak baru penguatan pembinaan pencak silat dari daerah hingga panggung internasional.

Salah satu suara penting datang dari *H. Sahabuddin*, perwakilan Pengprov IPSI Sulawesi Tenggara. Ia menilai pelantikan dan Rakernas ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum nasional untuk mengkonsolidasikan seluruh elemen pembinaan pencak silat.

*Usulkan Inpres: Wajibkan Pencak Silat di Sekolah*

Sahabuddin menegaskan ada satu rekomendasi strategis yang harus segera ditindaklanjuti pemerintah: *Instruksi Presiden (Inpres) terkait Pembinaan dan Kompetisi Pencak Silat Tingkat Nasional*.

“Rekomendasi penting yang perlu segera diwujudkan adalah lahirnya Instruksi Presiden terkait pembinaan dan kompetisi pencak silat di tingkat nasional,” ujar Sahabuddin.

Tujuan Inpres tersebut, menurutnya, adalah *memobilisasi seluruh siswa mulai dari SD, SMP, hingga SMA untuk mengenal dan belajar pencak silat* secara sistematis.

READ  Dari Diskusi "Lingkar Dialektika": Chrisbiantoro: “Mandela Membangun TRC, Kita Memberi Gelar Tanpa Kebenaran”

“Ini merupakan satu proyek perubahan yang sangat besar. Kalau Inpres itu dilaksanakan, akan ada efek bola salju terhadap pembinaan pencak silat di Indonesia,” tegasnya.

Dengan Inpres, pembinaan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab PB IPSI dan Pengprov, tetapi juga melibatkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, serta pemerintah daerah. Dengan begitu ekosistem pencak silat bisa tumbuh dari hulu hingga hilir.

*Perkuat Roadmap Menuju Olimpiade*

Selain pembinaan usia dini, Sahabuddin juga mendorong penguatan *Roadmap Pencak Silat Menuju Olimpiade*. Ia menyebut cita-cita menjadikan pencak silat cabang olahraga Olimpiade harus diperjuangkan secara terstruktur dan berkelanjutan.

“Roadmap Olympic ini akan membawa bendera Indonesia melalui satu wadah Persilat, Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa, di tingkat internasional,” ungkapnya.

Ia berharap dukungan penuh dari *Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Kebudayaan* agar pencak silat tidak hanya dilihat sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sebagai *warisan budaya bangsa* yang memiliki nilai diplomatik.

*Pencak Silat sebagai Nation and Character Building*

Lebih jauh, Sahabuddin mengingatkan bahwa keunggulan pencak silat terletak pada 4 aspek: *mental spiritual, seni budaya, olahraga prestasi, dan bela diri*.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai budayanya sendiri. Kita harus mengembangkan pencak silat sebagai aset budaya bangsa,” tegasnya.

Ia menilai pencak silat sangat potensial menjadi instrumen *nation and character building* untuk membentuk karakter generasi muda sejak bangku sekolah. Harapannya, pencak silat bisa memiliki posisi setara taekwondo di Korea Selatan dan karate di Jepang.

*Rakernas: Momentum Konsolidasi Nasional*

Sahabuddin mengapresiasi kepengurusan PB IPSI 2026–2031 di bawah nahkoda baru. Ia berharap seluruh rekomendasi yang lahir dari komisi-komisi Rakernas bisa ditindaklanjuti secara konkret.

READ  Polda Metro Jaya Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang di Selat Sunda

“Momentum pelantikan dan Rakernas ini sangat bagus sekali. Program yang dibuat oleh komisi-komisi dapat ditindaklanjuti oleh PB IPSI dalam rangka membawa pencak silat dari Indonesia menuju dunia,” ujarnya.

“Untuk Olimpiade, kami sangat mendukung. Semoga dengan pencak silat, Indonesia semakin dikenal dan pencak silat benar-benar mendunia,” pungkasnya.

—

*Tentang PB IPSI*

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) adalah organisasi induk pencak silat di Indonesia yang bernaung di bawah Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (PERSILAT). PB IPSI Masa Bakti 2026–2031 resmi dilantik pada 5 September 2026 di TMII Jakarta.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Disamarkan sebagai Makanan Ringan, 1.728 Kuda Laut Kering Digagalkan di Bandara RHF

13 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Klinik Pertamina IHC dan Masa Depan Layanan Kesehatan, Ketika Teknologi, Regulasi, dan Kebutuhan Pasien Bertemu

13 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Ramzi: Rakernas III HIPPI Memperkuat Kolaborasi Ekonomi dan Kemitraan Strategis Pengusaha Lokal

12 Oktober 2026 - 19:16 WIB

dr. Montik Dewi Rahayu (Ketua Umum DPD HIPPI Kaltim): Dengan  Semangat Kolaborasi, Inovasi, dan Kemandirian Ekonomi, HIPPI Menegaskan Komitmen untuk Terus Menjadi Bagian dari Penguatan Pengusaha Nasional serta Pembangunan Ekonomi Indonesia

12 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Mau Rangkul Pers, Kapolda Metro Malah Bikin Sekat

12 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Trending di Nasional