Menu

Mode Gelap
Satgas Pamtas Yonarmed 13 Kostrad Terima Kunjungan Kerja Dankolakopsrem 121/Alambhana Wanawwai Petarung Yonif 305 Kostrad Matangkan Persiapan Hadapi Lomba Pencak Silat Militer Danbrigif 14 Kostrad Pimpin Tradisi Pindah Satuan Prajurit Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Bangun Gapura Batas Desa Eban–Sallu Satgas INDORDB XXXIX-G MONUSCO Peringati HUT Ke-61 Yonif 412/Bharata Eka Sakti di Republik Demokratik Kongo Yonarmed 12 Kostrad Dukung Gizi Anak Sekolah Melalui Aksi Peduli di SD Inpres Beitaus

Nasional

PERMAHI Sorot “Dalang di Balik Layar”, Desak Transparansi Total Kasus Penyiraman Air Keras oleh Oknum BAIS TNI

Avatar photobadge-check


					PERMAHI Sorot “Dalang di Balik Layar”, Desak Transparansi Total Kasus Penyiraman Air Keras oleh Oknum BAIS TNI Perbesar

PERMAHI Sorot “Dalang di Balik Layar”, Desak Transparansi Total Kasus Penyiraman Air Keras oleh Oknum BAIS TNI

 

Jakarta, Intelposts.com

 

Kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis KontraS kian memantik perhatian publik. Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) menilai, perkara ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan dugaan aksi terstruktur yang menuntut pengungkapan hingga ke akar—termasuk siapa aktor intelektual di baliknya.

 

Serangan brutal tersebut terjadi pada 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Salemba, Jakarta. Korban disiram cairan keras oleh pelaku tak dikenal saat mengendarai sepeda motor, usai mengikuti diskusi publik yang mengangkat isu strategis, termasuk kritik terhadap kebijakan pertahanan negara.

PERMAHI mengutuk keras tindakan itu sebagai bentuk nyata represivitas terhadap masyarakat sipil. Organisasi mahasiswa hukum tersebut menilai, pola serangan yang terjadi mengindikasikan adanya perencanaan matang, bukan sekadar aksi spontan.

Ketua Umum DPN PERMAHI, Azhar Sidiq S, menegaskan bahwa transparansi dalam proses hukum menjadi kunci utama untuk membongkar keseluruhan fakta.
“Publik tidak hanya menunggu siapa pelaku lapangan, tetapi juga siapa dalang di balik peristiwa ini. Tanpa keterbukaan, kepercayaan terhadap institusi negara akan terus tergerus,” ujarnya.

READ   'Mem-BRImokan Sogo Department Store': BRI Dorong Adopsi BRImo sebagai Aplikasi Finansial Ritel yang Lengkap. 

Senada, Sekretaris Jenderal DPN PERMAHI, Muhammad Afghan Ababil, mendesak Komisi I DPR RI agar turun tangan melakukan pengawasan ketat. Ia menilai, kasus ini memiliki dimensi serius karena melibatkan oknum aparat dari BAIS TNI.

“Proses hukum tidak boleh berhenti pada pelaku eksekutor. Harus dibuka terang siapa aktor intelektualnya, apa motifnya, dan apakah ada kaitan dengan aktivitas korban yang vokal mengkritisi kebijakan negara,” tegas Afghan.

PERMAHI juga menyoroti potensi “chilling effect” terhadap kebebasan sipil. Serangan terhadap aktivis dinilai dapat menciptakan ketakutan kolektif bagi masyarakat yang ingin menyampaikan kritik, sehingga mengancam ruang demokrasi.

Meski mengapresiasi langkah awal penindakan terhadap empat anggota Tentara Nasional Indonesia yang telah ditetapkan sebagai tersangka, PERMAHI mengingatkan bahwa proses internal tidak boleh menjadi tameng yang menutup akuntabilitas publik.

“Pengusutan harus independen, terbuka, dan dapat diuji publik. Jika tidak, potensi konflik kepentingan akan selalu membayangi,” tambah Azhar.

Lebih jauh, PERMAHI mendesak evaluasi menyeluruh terhadap tubuh TNI, baik dari aspek struktural maupun kultural. Reformasi internal dinilai mendesak untuk memastikan institusi militer tetap berada dalam koridor supremasi hukum dan prinsip demokrasi.

Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, PERMAHI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka memastikan, tekanan publik tidak akan surut sampai keadilan ditegakkan—bukan hanya bagi korban, tetapi juga demi menjaga marwah hukum dan demokrasi di Indonesia.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nusantara Centre Gelar Deklarasi Hari Kebangkitan Ekonomi Pancasila, Peluncuran Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan (Pergolakan Ekonomi Politik Indonesia) & Simposium Nasional “Urgensi Undang-Undang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial dalam Menata Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”, 

4 Agustus 2026 - 10:02 WIB

BRI BO Bekasi Gelar Apresiasi bagi Nasabah Pensiunan, Perkuat Layanan Berkelanjutan

4 Agustus 2026 - 02:32 WIB

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Resmi Tutup Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026, Tegaskan Komitmen Polri Dukung Prestasi Atlet Nasional

2 Agustus 2026 - 10:52 WIB

International CMA Batch 19: Langkah Nyata Menuju Profesionalisme Global

1 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Sinergi Wartawan dan Agraria: PJBW-BPN Bogor 1 Gelar Aksi Sosial di Jalan Tegar Beriman

1 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Trending di Nasional