Menu

Mode Gelap
JOC Jadi “Nerve Center” Latgabma Super Garuda Shield 2026 Yonif 432 Kostrad Edukasi Prajurit dan Persit tentang Pencegahan HIV/AIDS Pangdivif 3 Kostrad dan Prajurit Tanam 3.760 Pohon di Maros Dua Prajurit Yonif 754 Kostrad Raih Juara 1 di Ajang Lari Nasional TNI Manunggal Air, Yonarmed 12 Kostrad Hadirkan Harapan Air Bersih bagi Masyarakat Perbatasan Peduli Warga Perbatasan, Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Bantu Pembagian Beras Gratis kepada Warga

TNI

*Perkuat Kesiapsiagaan Medis di Lapangan, Wakasad Lantik 1.673 Tamtama Kesehatan*

Avatar photobadge-check

JAKARTA, tniad.mil.id — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) memperkuat kesiapsiagaan medis di lapangan melalui pelantikan 1.673 prajurit Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Gelombang III Tahun Anggaran 2025 kecabangan Kesehatan. Pelantikan dipimpin Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, di Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal (Pusdikajen), Lembang, Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026).

1.673 Tamtama kesehatan tersebut merupakan bagian dari total 21.885 Tamtama remaja yang dilantik secara serentak dari berbagai kecabangan pada Dikmata Gelombang III T.A. 2025. Seluruh prajurit telah menempuh pendidikan dasar keprajuritan selama dua bulan di berbagai lembaga pendidikan TNI AD sebagai bekal awal pembentukan sikap, mental, dan fisik prajurit.

Dalam amanat tertulis Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang dibacakan Wakasad, disampaikan bahwa pendidikan intensif tersebut bertujuan membentuk prajurit TNI AD yang tangguh, profesional, dan berkarakter, berlandaskan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI melalui pembinaan fisik dan mental yang terintegrasi.

“Pendidikan yang kalian jalani merupakan bagian integral dari strategi besar pembangunan kekuatan TNI AD yang telah dirancang secara sistematis oleh Presiden Republik Indonesia. Strategi ini ditindaklanjuti oleh lembaga pendidikan secara berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan pengembangan satuan-satuan baru di seluruh wilayah Indonesia,” kutip Wakasad.

Lebih lanjut disampaikan bahwa di tengah dinamika dan kompleksitas tantangan tugas, kehadiran prajurit kesehatan diharapkan mampu mendukung pelaksanaan Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam penugasan kemanusiaan, penanggulangan bencana, serta pelayanan kesehatan di daerah.

READ  Hangatkan Kebersamaan, Satgas Pamtas Pos Nunura Berbagi Bubur Kacang Ijo

Para prajurit yang baru dilantik selanjutnya akan mengikuti pendidikan kejuruan kesehatan selama satu bulan sebelum ditempatkan pada satuan-satuan Batalyon Teritorial Pembangunan di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran satuan ini dinilai strategis dalam mendukung percepatan penanganan dan pemulihan dampak bencana, sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan bagi prajurit dan masyarakat. *(Dispenad)*

Red. Yeni

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JOC Jadi “Nerve Center” Latgabma Super Garuda Shield 2026

8 September 2026 - 04:50 WIB

Yonif 432 Kostrad Edukasi Prajurit dan Persit tentang Pencegahan HIV/AIDS

8 September 2026 - 04:45 WIB

Pangdivif 3 Kostrad dan Prajurit Tanam 3.760 Pohon di Maros

8 September 2026 - 04:42 WIB

Dua Prajurit Yonif 754 Kostrad Raih Juara 1 di Ajang Lari Nasional

8 September 2026 - 04:37 WIB

TNI Manunggal Air, Yonarmed 12 Kostrad Hadirkan Harapan Air Bersih bagi Masyarakat Perbatasan

8 September 2026 - 04:33 WIB

Trending di TNI