Menu

Mode Gelap
JOC Jadi “Nerve Center” Latgabma Super Garuda Shield 2026 Yonif 432 Kostrad Edukasi Prajurit dan Persit tentang Pencegahan HIV/AIDS Pangdivif 3 Kostrad dan Prajurit Tanam 3.760 Pohon di Maros Dua Prajurit Yonif 754 Kostrad Raih Juara 1 di Ajang Lari Nasional TNI Manunggal Air, Yonarmed 12 Kostrad Hadirkan Harapan Air Bersih bagi Masyarakat Perbatasan Peduli Warga Perbatasan, Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Bantu Pembagian Beras Gratis kepada Warga

Nasional

PBNU dan Muhammadiyah Kompak: Jasa Soeharto Patut Dikenang sebagai Pahlawan Nasional

Avatar photobadge-check


					PBNU dan Muhammadiyah Kompak: Jasa Soeharto Patut Dikenang sebagai Pahlawan Nasional Perbesar

PBNU dan Muhammadiyah Kompak: Jasa Soeharto Patut Dikenang sebagai Pahlawan Nasional

 

Jakarta, Intelposts.com

 

Dukungan terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, terus menguat. Dua ormas Islam terbesar, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), menyatakan bahwa Soeharto layak mendapat penghargaan tertinggi negara atas jasa besarnya dalam perjuangan dan pembangunan bangsa.

Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa sikap Muhammadiyah telah bulat mendukung penuh pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.

Menurutnya, tidak ada satu pun yang dapat memungkiri peran dan kontribusi Soeharto terhadap bangsa Indonesia.

“Kalau tidak salah, dari PP Muhammadiyah sudah disampaikan oleh Pak Dadang, Muhammadiyah intinya mendukung penuh pemberian gelar pahlawan kepada Pak Harto,” ujar Muhadjir.

Muhadjir menyebut, Soeharto memiliki jasa besar sejak masa perjuangan kemerdekaan, termasuk dalam Serangan Umum 1 Maret dan Operasi Mandala.

Selain itu, ia berperan penting dalam menegakkan Pancasila pasca peristiwa G30S/PKI serta membangun fondasi ekonomi nasional.

Menurut Muhadjir, seperti halnya Presiden pertama RI Soekarno, Soeharto juga memiliki hubungan historis dengan Muhammadiyah.

“Secara subjektif, keduanya adalah kader Muhammadiyah. Dengan jasa sebesar itu, sangat layak bila Pak Harto diberi gelar Pahlawan Nasional,” tegasnya.

READ  BAPPENAS INISIASI KEMITRAAN DENGAN 14 PERGURUAN TINGGI, CAPAI VISI INDONESIA EMAS 2045

Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad menambahkan, Soeharto merupakan tokoh penting dalam sejarah Indonesia yang telah membuktikan kepemimpinan kuat dan berorientasi pada pembangunan.

Ia menilai keberhasilan swasembada beras, program Keluarga Berencana, serta stabilitas ekonomi dan keamanan menjadi bukti konkret kepemimpinan Soeharto.

“Ketika kita menghargai jasa kepahlawanan seseorang, jangan dilihat dari perbedaan politik, tetapi dari kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.

Sikap serupa juga disampaikan Ketua PBNU, Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur, yang menilai Soeharto layak diberi gelar Pahlawan Nasional karena perannya dalam stabilisasi nasional dan pembangunan ekonomi.

“Pak Harto berjasa besar dalam stabilisasi nasional dan pembangunan ekonomi. Di masa beliau, Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu macan ekonomi baru Asia,” katanya.

Dukungan terhadap Presiden ke-2 RI, Soeharto agar menyandang gelar pahlawan nasional menunjukkan besarnya perhatian terhadap tokoh-tokoh yang dinilai berjasa dalam perjalanan bangsa.

Hasil kajian dan keputusan pemerintah nantinya akan menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan kolektif bangsa terhadap sejarah perjuangan dan pembangunan nasional, sekaligus menegaskan pentingnya penghargaan negara bagi mereka yang telah memberi kontribusi besar bagi Indonesia. #

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wakil Ketua IPSI Lombok Timur, Rusman: Dukung Konsolidasi PB IPSI Pasca-Rakernas, IPSI Lombok Timur Optimistis Cetak Atlet Emas Menuju Olimpiade 2028

7 September 2026 - 03:57 WIB

Sahabuddin: Inpres Pembinaan Pencak Silat Perlu Segera Diwujudkan Untuk Antar Indonesia ke Olimpiade

6 September 2026 - 04:19 WIB

Ketua Umum IKS.PI Kera Sakti Hadiri Pelantikan dan Rakernas PB IPSI 2026–2031, Dorong Persatuan Perguruan dan Pencak Silat Mendunia

5 September 2026 - 12:07 WIB

Perempuan Tionghoa Indonesia Emas (PTIE) Membantu Membuka Peluang agar Produk-produk Lokal Indonesia Semakin dikenal di Pasar Internasional.

5 September 2026 - 08:35 WIB

Dorong Pertumbuhan Digital Berkelanjutan: Country Head STT GDC Indonesia, Hendrikus Hendra Gozali, Soroti Tantangan Efisiensi Energi dan Ketersediaan Talenta di Industri Data Center

3 September 2026 - 06:55 WIB

Trending di Nasional