Menu

Mode Gelap
Panas Bumi Jadi Kunci Ketahanan Energi dan Transisi Hijau, PGE Dorong Penguatan Ekosistem Panas Bumi Nasional Satgas Pamtas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad Gagalkan Penyelundupan 5.000 Detonator Aktif Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026 Pangdivif 3 Kostrad Hadir di Tanah Papua, Perkuat Kebersamaan dan Semangat Prajurit Brigif 20/IJK Pangdivif 3 Kostrad Pimpin Sertijab Danbrigif 20/IJK di Timika Sambut HUT Ke-81 TNI, Brigif 13/Galuh Rahayu Gelar Donor Darah

Nasional

Mahasiswa Diajak Jadi Motor Penggerak Pariwisata Berkelanjutan dan Penguatan Ekonomi Desa

Avatar photobadge-check


					Mahasiswa Diajak Jadi Motor Penggerak Pariwisata Berkelanjutan dan Penguatan Ekonomi Desa Perbesar

Mahasiswa Diajak Jadi Motor Penggerak Pariwisata Berkelanjutan dan Penguatan Ekonomi Desa

 

Jakarta, Intelposts.com

 

 

Kegiatan diskusi bertema pariwisata dan pembangunan desa menghadirkan dua narasumber penting, yakni Ketua Umum APUDSI Maulidan Isbar serta Staf Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani. Dalam forum tersebut, keduanya menekankan pentingnya kolaborasi generasi muda dalam mendukung sektor pariwisata berkelanjutan dan penguatan ekonomi desa.

Maulidan Isbar menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan potensi wisata yang sangat besar. Menurutnya, sektor pariwisata menjadi salah satu kekuatan utama yang harus terus dikembangkan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk pemerintah, masyarakat, komunitas desa, hingga kalangan mahasiswa.

“Pariwisata ini banyak tumbuh di desa. Karena itu, kami tidak bisa lepas dari potensi kolaborasi dan dukungan berbagai pihak agar pengembangannya bisa maksimal,” ujar Maulidan.

Ia juga sepakat dengan pandangan Zita Anjani terkait pentingnya peran mahasiswa dalam mendukung program-program pemerintah, khususnya di bidang pariwisata. Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi muda memiliki pemikiran kritis, intelektualitas, serta kemampuan untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Dalam paparannya, Maulidan menyoroti hubungan erat antara pariwisata desa dan pertumbuhan UMKM. Ia menyebut aktivitas seperti homestay, kuliner, jasa pemandu wisata, hingga kerajinan tangan merupakan bagian dari ekosistem ekonomi masyarakat yang tumbuh secara alami ketika sektor wisata berkembang.

READ  Dr. Joko Santoso (Sekretaris Umum Perpustakaan Nasional RI dan Ketua Umum Ikatan Pustakawan Nasional): Potensi Pasar Buku masih Sangat Terbuka dan Menjanjikan, baik untuk Komunitas, Swasta, maupun Pelaku Industri lainnya

“Ketika ada aktivitas pariwisata di suatu desa, otomatis ekonomi masyarakat ikut bergerak. UMKM pasti tumbuh di situ,” katanya.

Selain membahas penguatan ekonomi desa, diskusi tersebut juga menyinggung isu pengelolaan sampah dan pengembangan program Waste to Energy sebagai bagian dari konsep pariwisata berkelanjutan. APUDSI, kata Maulidan, saat ini tengah menggandeng sejumlah mitra dari Cina dan Eropa untuk mencari model terbaik dalam pengolahan sampah berbasis teknologi.

Menurutnya, tantangan utama pengolahan sampah di Indonesia adalah skala kapasitas yang sering kali belum sesuai dengan kebutuhan investasi teknologi besar dari luar negeri. Karena itu, pihaknya kini mencoba mengembangkan konsep pengolahan dalam skala lebih kecil yang dapat diterapkan di desa-desa.

“Kami ingin sampah masyarakat bisa terserap dan diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi, baik menjadi energi maupun produk daur ulang,” jelasnya.

Sementara itu, Zita Anjani mengajak mahasiswa untuk aktif berkolaborasi melalui gerakan sosial dan pariwisata yang digagas bersama berbagai komunitas. Salah satunya melalui gerakan “Unlock Indonesia” yang berfokus mengajak anak muda mencintai Indonesia serta mempromosikan keindahan destinasi wisata Tanah Air.

Menurut Zita, konsep pariwisata masa kini tidak bisa dipisahkan dari isu lingkungan. Karena itu, gerakan pariwisata berkelanjutan harus dibarengi dengan kesadaran terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.

“Sekarang eranya anak muda sadar lingkungan. Banyak aksi bersih-bersih pantai dan destinasi wisata yang dilakukan komunitas-komunitas anak muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya bersama UKP Pariwisata dan berbagai komunitas rutin melakukan kegiatan sosial lingkungan di sejumlah daerah wisata, termasuk aksi bersih pantai dan edukasi pengelolaan sampah.

Di akhir kegiatan, Maulidan berharap mahasiswa tetap menjadi kelompok yang kritis dan visioner dalam melihat masa depan bangsa. Ia optimistis generasi muda akan menjadi kekuatan utama dalam membawa Indonesia menuju arah yang lebih baik, khususnya dalam pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panas Bumi Jadi Kunci Ketahanan Energi dan Transisi Hijau, PGE Dorong Penguatan Ekosistem Panas Bumi Nasional

22 September 2026 - 16:17 WIB

Sun Block di Blok M – Kolaborasi Azarine X Nailoong Peluncuran Inovasi Juaranya Sunscreen

19 September 2026 - 18:03 WIB

Polairud Polda Metro Jaya Salurkan Bantuan Kursi Roda dan Sembako kepada Warga Pluit

18 September 2026 - 00:47 WIB

Prabowo Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai, Proyek Rp 12,1 T

16 September 2026 - 23:54 WIB

Peresmian Sekretariat BPC HIPMI Jakarta Pusat: Teguh Agung Hartanto Tegaskan Siap Jadi Barometer & Motor Penggerak Ekonomi Pengusaha Muda Nasional

16 September 2026 - 23:29 WIB

Trending di Nasional