Menu ✖

Mode Gelap
Disamarkan sebagai Makanan Ringan, 1.728 Kuda Laut Kering Digagalkan di Bandara RHF Kunjungi Negeri Istana Kabupaten Siak Sri Indrapura, Danlanal Dumai Perkuat Sinergi Hadirkan Pengabdian Klinik Pertamina IHC dan Masa Depan Layanan Kesehatan, Ketika Teknologi, Regulasi, dan Kebutuhan Pasien Bertemu Ramzi: Rakernas III HIPPI Memperkuat Kolaborasi Ekonomi dan Kemitraan Strategis Pengusaha Lokal dr. Montik Dewi Rahayu (Ketua Umum DPD HIPPI Kaltim): Dengan  Semangat Kolaborasi, Inovasi, dan Kemandirian Ekonomi, HIPPI Menegaskan Komitmen untuk Terus Menjadi Bagian dari Penguatan Pengusaha Nasional serta Pembangunan Ekonomi Indonesia Asah Jiwa Kepemimpinan, Brigif 18/Trisula Latih Calon Pengurus OSIS SMP Negeri 11 Malang

Nasional

Ketua Umum PERPAMSI, Drs. H. A. Teddy Setiabudi, M.T.: PERPAMSI Dorong Tata Kelola Air Minum Terintegrasi, Buka Peluang Investasi dan Transformasi Digital di IWF 2026

Avatar photobadge-check


					Ketua Umum PERPAMSI, Drs. H. A. Teddy Setiabudi, M.T.: PERPAMSI Dorong Tata Kelola Air Minum Terintegrasi, Buka Peluang Investasi dan Transformasi Digital di IWF 2026 Perbesar

Ketua Umum PERPAMSI, Drs. H. A. Teddy Setiabudi, M.T.: PERPAMSI Dorong Tata Kelola Air Minum Terintegrasi, Buka Peluang Investasi dan Transformasi Digital di IWF 2026

 

JAKARTA, 9 September 2026 –

 

Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) menegaskan pentingnya penguatan tata kelola sektor air minum secara terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir. Langkah strategis ini ditujukan untuk meningkatkan kesehatan finansial dan operasional perusahaan air minum (BUMD), sekaligus menjamin kualitas pelayanan prima kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Opening Ceremony Indonesia Water Forum (IWF) 2026 yang mengangkat tema “Tata Kelola Sektor Air Minum”. Acara digelar di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (9/9/2026).

Ketua Umum PERPAMSI, Drs. H. A. Teddy Setiabudi, M.T., menyatakan bahwa fokus utama PERPAMSI saat ini adalah membenahi tata kelola perusahaan air minum yang masih berada dalam kondisi kurang sehat.

“Tema tata kelola air minum menjadi perhatian kritis. Kita harus melihat bagaimana perusahaan air minum yang ada saat ini dikelola, mulai dari pengelolaan sumber air, proses operasional, hingga kemampuan meningkatkan pelayanan. Masih ada perusahaan yang kondisinya perlu disehatkan, dan IWF 2026 hadir sebagai ruang pembelajaran bersama untuk menyerap best practice dengan referensi yang tepat,” ujar Teddy di sela-sela acara.

READ  CAREGIVING PURITY SECRET GARDEN RESMI MELUNCURKAN CLEAN BEAUTY SERIES: Rangkaian Perawatan Vegan untuk Tubuh dan Rambut

Membuka Peluang Investasi yang Berkeadilan

Teddy menyoroti bahwa sektor air minum di Indonesia menyimpan potensi investasi yang sangat besar. Namun, ia mengajak para investor untuk tidak hanya berfokus pada perusahaan yang sudah sehat dan menguntungkan, tetapi juga berani mengambil peran strategis dalam menyehatkan perusahaan yang masih menghadapi tantangan.

“Investor tentu tertarik pada perusahaan yang sehat. Namun, potensi perusahaan air minum untuk menjadi sehat di Indonesia sangatlah luar biasa. Masuknya investasi ke perusahaan yang membutuhkan pembenahan, jika dikelola dengan tata kelola yang tepat, akan menjadi peluang strategis. Investasi tidak sekadar mengejar keuntungan, tetapi turut mendorong transformasi menuju keberlanjutan,” jelasnya.

Peran Teknologi dan Inovasi Anak Bangsa

Di era digital, PERPAMSI juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan peran generasi muda dalam menghadirkan solusi pengolahan air. Teddy menilai, Indonesia memiliki banyak inovasi teknologi buatan anak bangsa yang dinamis dan siap diimplementasikan secara langsung.

Salah satu penerapan konkret yang didorong adalah pemanfaatan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) di bagian hulu. Teknologi ini memungkinkan monitoring, evaluasi, dan pengendalian yang real-time terhadap sumber air maupun proses pengolahan, sehingga pengelolaan menjadi lebih efektif dan efisien.

“Selama teknologi tersebut dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pelayanan masyarakat, perusahaan air minum akan menjadi jauh lebih efektif dan efisien dalam pembiayaannya,” tambah Teddy.

Kolaborasi untuk Ketahanan Air Nasional

Indonesia Water Forum (IWF) 2026 merupakan agenda pembuka resmi dari rangkaian forum dan seminar nasional yang mempertemukan regulator, dunia usaha, penyedia teknologi, serta jajaran direksi BUMD Air Minum. Forum ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam rangka memperkuat ketahanan air nasional.

READ  PBNU dan Muhammadiyah Kompak: Jasa Soeharto Patut Dikenang sebagai Pahlawan Nasional

Kegiatan ini digelar beriringan dengan Water Indonesia 2026, pameran teknologi air internasional yang berlangsung pada 9–12 September 2026 sebagai bagian dari IEE Series Engineering Week 2026. Kehadiran forum dan pameran ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, perusahaan air minum, investor, pelaku industri, penyedia teknologi, dan generasi muda untuk mendorong kemajuan sektor air minum Indonesia secara menyeluruh.

— Selesai —

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Disamarkan sebagai Makanan Ringan, 1.728 Kuda Laut Kering Digagalkan di Bandara RHF

13 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Klinik Pertamina IHC dan Masa Depan Layanan Kesehatan, Ketika Teknologi, Regulasi, dan Kebutuhan Pasien Bertemu

13 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Ramzi: Rakernas III HIPPI Memperkuat Kolaborasi Ekonomi dan Kemitraan Strategis Pengusaha Lokal

12 Oktober 2026 - 19:16 WIB

dr. Montik Dewi Rahayu (Ketua Umum DPD HIPPI Kaltim): Dengan  Semangat Kolaborasi, Inovasi, dan Kemandirian Ekonomi, HIPPI Menegaskan Komitmen untuk Terus Menjadi Bagian dari Penguatan Pengusaha Nasional serta Pembangunan Ekonomi Indonesia

12 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Mau Rangkul Pers, Kapolda Metro Malah Bikin Sekat

12 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Trending di Nasional