Menu

Mode Gelap
DANKODAERAL III HADIRI WISUDA DAN PENUTUPAN DIKREG SESKOAL PERKUAT KERJASAMA ANGKATAN LAUT, PRAJURIT JALASENA KODAERAL III OLAHRAGA BERSAMA DENGAN VREW HMS TAMAR Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal, Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Amankan 200 Kilogram Beras Asal Timor Leste Yonarmed 12 Kostrad Perkuat Karakter Generasi Muda di Perbatasan Melalui Pengajaran PBB Force Commander MONUSCO Tinjau Kesiapan Operasional Satgas INDORDB XXXIX-G di Republik Demokratik Kongo Yonif Raider 754 Kostrad Peringati 1 Muharram 1448 H dengan Khidmat dan Penuh Makna

Nasional

Ketua Bidang Telur Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Leopold Halim: Investasi Asing di Sektor Budidaya Telur Sebaiknya Diarahkan pada Sektor Teknologi Tinggi yang Belum Dimiliki Indonesia, bukan pada Usaha Budidaya Dasar yang sudah Dikuasai Peternak Lokal

Avatar photobadge-check


					Ketua Bidang Telur Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Leopold Halim: Investasi Asing di Sektor Budidaya Telur Sebaiknya Diarahkan pada Sektor Teknologi Tinggi yang Belum Dimiliki Indonesia, bukan pada Usaha Budidaya Dasar yang sudah Dikuasai Peternak Lokal Perbesar

Ketua Bidang Telur Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Leopold Halim: Investasi Asing di Sektor Budidaya Telur Sebaiknya Diarahkan pada Sektor Teknologi Tinggi yang Belum Dimiliki Indonesia, bukan pada Usaha Budidaya Dasar yang sudah Dikuasai Peternak Lokal

 

Jakarta, Indonesiatodays.com

 

Ketua Bidang Telur Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Leopold Halim yang akrab disapa Atung, menghadiri pameran teknologi pertanian dan peternakan terbesar, AGRIMAT & AGRILIVESTOCK ASIA 2026 yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2 Jakarta, Jumat (08/05/26).

Kegiatan tersebut dirangkai dengan seminar nasional bertema “Peran Serta Pemerintah dan Asosiasi dalam Mensejahterakan Peternak melalui Hilirisasi Perunggasan Nasional” yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, asosiasi peternak, BUMN pangan, hingga lembaga investasi nasional.

Seminar sesi pagi menghadirkan paparan dan sidang pleno bersama gabungan asosiasi seperti PPN, Berkah Telur Blitar, KPUN, PPUI, dan PERMINDO guna menyampaikan kondisi riil serta aspirasi peternak di lapangan. Sementara sesi siang berfokus pada implementasi teknis hilirisasi dengan menghadirkan Menteri Pertanian RI/Kepala Bapanas, Dirut PT Berdikari (Persero), Dirut PT AGRINAS, pimpinan DANANTARA, perwakilan Kemendagri, hingga Dirjen Kemendes PDTT.

READ  Ketua Perwanti PSMTI Pusat, Helga Abraham Terima Penghargaan di Ajang Women Empowering Award 2025

Acara ini menjadi momentum penting dalam merumuskan solusi konkret terhadap berbagai persoalan strategis peternakan rakyat. Hilirisasi dinilai sebagai langkah utama untuk meningkatkan nilai tambah produk unggas, memperkuat posisi tawar peternak, sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang lebih adil dan berkelanjutan.

Usai acara, Leopold Halim menyoroti isu masuknya investor asing di sektor budidaya telur yang dinilai perlu disikapi secara hati-hati oleh pemerintah.

“Atas dasar adanya pernyataan mengenai kebutuhan telur yang besar untuk program MBG, muncul kekhawatiran akan masuknya investor luar untuk budidaya telur. Padahal pemerintah sendiri melalui Menteri Pertanian telah menyampaikan bahwa produksi telur nasional saat ini surplus dan aman,” ujar Atung.

Menurutnya, peternak rakyat saat ini sudah memiliki kemampuan dan kapasitas yang memadai dalam sektor budidaya ayam petelur. Karena itu, investasi asing sebaiknya diarahkan pada sektor teknologi tinggi yang belum dimiliki Indonesia, bukan pada usaha budidaya dasar yang sudah dikuasai peternak lokal.

“Kita tidak menolak investor asing, tetapi seharusnya mereka masuk ke sektor high technology yang memang belum kita miliki. Kalau hanya budidaya telur, peternak rakyat di Indonesia sudah mampu dan bahkan produksinya sudah surplus,” katanya.

Atung juga mengingatkan kondisi harga telur dan harga jagung pakan yang saat ini masih belum stabil sehingga peternak rakyat menghadapi tekanan berat. Menurutnya, masuknya investor baru pada sektor budidaya justru berpotensi memperburuk persaingan dan membuat kondisi pasar semakin tidak sehat.

“Kalau sekarang harga sedang hancur lalu ditambah investor baru untuk budidaya, tentu akan semakin menambah masalah bagi peternak rakyat. Yang dibutuhkan saat ini adalah perlindungan dan penguatan usaha peternak lokal agar tidak semakin terpuruk,” tegasnya.

READ  Tingkatkan Pelayanan yang Lebih Baik, BPN Jakbar Buka Layanan CANTIK di Kantor Kecamatan Kembangan

Ia berharap pemerintah dapat menjaga keseimbangan ekosistem perunggasan nasional dengan mengedepankan keberpihakan kepada peternak rakyat, sekaligus tetap membuka peluang investasi berbasis inovasi dan teknologi modern.

Melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, BUMN pangan, asosiasi peternak, dan lembaga investasi nasional, hilirisasi perunggasan diharapkan mampu menciptakan sistem usaha yang sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh pelaku industri perunggasan nasional.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SOAL KEBIJAKAN DSI DAN DRAMA LANJUTANNYA, KETUA APCASI MENILAI PRESIDEN ABAIKAN TIGA AJARAN MERTUANYA.

15 Juni 2026 - 08:15 WIB

BRI Sudirman 1 Gelar Program Sosial “Jumat Berkah” di Kawasan Sudirman, Kuningan, dan Sekitarnya

15 Juni 2026 - 06:56 WIB

Karina (Ketua Srikandi Laskar Merah Putih (LMP) Indonesia): Srikandi LMP Berkomitmen Mendorong Pemberdayaan Perempuan melalui Pengembangan UMKM Digital dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia hingga ke Daerah-daerah.

13 Juni 2026 - 12:51 WIB

Laskar Merah Putih (LMP) Gelar Rapimnas 2026: Tegaskan Komitmen Mendukung Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Agenda Pembangunan Nasional Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto

13 Juni 2026 - 11:55 WIB

Dari Tanah Papua, Amatus Yelipele Ketua DPD GEKIRA Papua Pegunungan Bawa Misi Berdayakan Petani  Menuju Kemakmuran

13 Juni 2026 - 03:55 WIB

Trending di Nasional