Menu

Mode Gelap
Satgas Pamtas Yonarmed 13 Kostrad Terima Kunjungan Kerja Dankolakopsrem 121/Alambhana Wanawwai Petarung Yonif 305 Kostrad Matangkan Persiapan Hadapi Lomba Pencak Silat Militer Danbrigif 14 Kostrad Pimpin Tradisi Pindah Satuan Prajurit Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Bangun Gapura Batas Desa Eban–Sallu Satgas INDORDB XXXIX-G MONUSCO Peringati HUT Ke-61 Yonif 412/Bharata Eka Sakti di Republik Demokratik Kongo Yonarmed 12 Kostrad Dukung Gizi Anak Sekolah Melalui Aksi Peduli di SD Inpres Beitaus

Nasional

Dukung Hilirisasi Pemerintahan Presiden Prabowo, IKAL-Lemhannas Dorong Kemandirian Ekonomi Melalui Sektor Pangan dan Energi

Avatar photobadge-check


					Dukung Hilirisasi Pemerintahan Presiden Prabowo, IKAL-Lemhannas Dorong Kemandirian Ekonomi Melalui Sektor Pangan dan Energi Perbesar

Dukung Hilirisasi Pemerintahan Presiden Prabowo, IKAL-Lemhannas Dorong Kemandirian Ekonomi Melalui Sektor Pangan dan Energi

 

Jakarta, Intelposts.com

 

Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI (IKAL-Lemhannas) masa bakti 2026-2031 resmi dilantik di Gedung Lemhannas, Senin (18/5), Jakarta. Dalam pelantikan itu, Ketua Umum DPP IKAL-Lemhannas, Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., MA., Ph.D., IPU mengatakan kepengurusan baru akan memulai langkah awal melalui konsolidasi internal sebelum menjalankan berbagai agenda besar organisasi. Penguatan internal menjadi penting mengingat struktur kepengurusan DPP IKAL-Lemhannas saat ini diisi sekitar 60 pengurus.

Menurut DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., S.H., M.H., M.Mar, bahwa DPP IKAL-Lemhannas masa bakti 2026–2031 ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kontribusi alumni Lemhannas,dalam mendukung pembangunan nasional dan menjaga ketahanan bangsa di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Hal itu disampaikan Capt. Hakeng Jayawibawa, selaku Ketua Bidang Informasi DPP IKAL Lemhannas 2026-2031, menanggapi pelantikan kepengurusan baru. Ia juga menambahkan bahwa bangsa Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang memiliki visi kebangsaan, dan mampu menjaga arah pembangunan nasional agar tetap berpijak pada kepentingan rakyat dan cita-cita bangsa.

READ  Koalisi Serikat Pekerja– Partai Buruh (KSP–PB) Gelar Konferensi Pers dan Sarasehan: Menuntaskan Perjuangan Koalisi Serikat Pekerja–Partai Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan Baru.

“Maka pelantikan DPP IKAL-Lemhannas periode 2026–2031, bukan sekadar agenda organisasi. Melainkan pula, momentum memperkuat peran strategis alumni Lemhannas dalam mendukung ketahanan nasional dan pembangunan Indonesia,” ujar Capt. Hakeng.

Ditambahkan lagi olehnya, Lemhannas RI sejak awal memang dipersiapkan sebagai lembaga strategis pencetak kader pemimpin nasional lintas sektor yang memiliki wawasan geopolitik, kebangsaan, dan ketahanan nasional. “Lemhannas bukan hanya lembaga pendidikan biasa. Dari Lemhannas lahir cara pandang strategis yang menempatkan persatuan nasional, wawasan nusantara, dan ketahanan nasional sebagai fondasi utama negara,” katanya.

Menurut Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, keberadaan IKAL-Lemhannas menjadi penting karena menghimpun para alumni dari berbagai latar belakang, mulai dari birokrasi, militer, akademisi, profesional, hingga tokoh daerah yang memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga arah pembangunan nasional.

Ia menilai langkah Ketua Umum DPP IKAL-Lemhannas, Prof. Purnomo Yusgiantoro, yang memprioritaskan konsolidasi internal organisasi merupakan keputusan strategis untuk memperkuat soliditas organisasi sebelum menjalankan berbagai program nasional. “Organisasi sebesar IKAL-Lemhannas membutuhkan fondasi internal yang kuat agar mampu menjadi kekuatan pemikiran dan kolaborasi kebangsaan,” ujar Capt. Hakeng.

Selain penguatan internal, Capt. Hakeng juga menyoroti pentingnya penguatan daerah melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan pembentukan koordinator regional di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, pembangunan nasional tidak boleh lagi terlalu terpusat, tetapi harus memberikan ruang besar bagi daerah untuk berkembang.

“Indonesia adalah negara besar dengan tantangan pembangunan yang berbeda-beda di setiap wilayah. Karena itu penguatan daerah menjadi bagian penting dari ketahanan nasional,” kata Capt. Hakeng. Ditambahkan lagi, bahwa dukungan IKAL-Lemhannas terhadap prinsip otonomi daerah menunjukkan komitmen organisasi dalam mendorong pemerataan pembangunan dan pemberdayaan daerah sebagai bagian integral dari kekuatan bangsa.

READ  KOMJEN POL (PURN) DR. ITO SUMARDI DJUNISANYOTO DI DISKUSI PANEL IKATAN ALUMNI FAKULTAS HUKUM UKI: “REFORMASI POLRI, JALAN MENGATASI DWIFUNGSI POLRI”: REFORMASI POLRI ADALAH TANGGUNG JAWAB BERSAMA

Dalam bidang kebangsaan, Capt. Hakeng menilai langkah IKAL-Lemhannas yang akan menjalin kerja sama dengan sejumlah kementerian untuk memperkuat sosialisasi wawasan kebangsaan dan wawasan nasional menjadi sangat relevan di tengah tantangan sosial dan digital saat ini. “Arus informasi global dan perkembangan teknologi digital membuat tantangan kebangsaan semakin kompleks. Karena itu wawasan kebangsaan harus terus diperkuat,” ujarnya.

Menurutnya, generasi muda Indonesia saat ini menghadapi tantangan identitas kebangsaan akibat derasnya arus globalisasi dan pengaruh ideologi transnasional. Oleh sebab itu, penguatan nilai-nilai kebangsaan harus dilakukan secara adaptif dan menyentuh berbagai sektor kehidupan. Capt. Hakeng juga menyampaikan dukungannya terhadap komitmen IKAL-Lemhannas dalam mendukung program hilirisasi nasional yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, berbicara soal hilirisasi, ia menilai hilirisasi merupakan langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi bangsa. “Hilirisasi harus dipandang sebagai strategi nasional untuk memperkuat daya saing Indonesia. Kita tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah,” katanya.

Menurutnya, hilirisasi tidak hanya penting di sektor energi dan pertambangan, tetapi juga perlu diterapkan di sektor pertanian, pangan, dan industri lainnya agar mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat industri nasional.

Sedangkan berkaitan dengan IKAL Strategic Center, ia menjelaskan bahwa IKAL Strategic Center memberikan langkah visioner dalam memperkuat kontribusi pemikiran strategis para alumni Lemhannas terhadap kebijakan nasional. “Dunia berubah sangat cepat. Indonesia membutuhkan pusat kajian strategis yang mampu memberikan rekomendasi kebijakan berbasis kepentingan nasional,” ujarnya.

Ia mengatakan kehadiran think tank seperti IKAL Strategic Center mampu membantu pemerintah dalam membaca tantangan global, mulai dari geopolitik, energi, pangan, hingga perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nusantara Centre Gelar Deklarasi Hari Kebangkitan Ekonomi Pancasila, Peluncuran Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan (Pergolakan Ekonomi Politik Indonesia) & Simposium Nasional “Urgensi Undang-Undang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial dalam Menata Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”, 

4 Agustus 2026 - 10:02 WIB

BRI BO Bekasi Gelar Apresiasi bagi Nasabah Pensiunan, Perkuat Layanan Berkelanjutan

4 Agustus 2026 - 02:32 WIB

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Resmi Tutup Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026, Tegaskan Komitmen Polri Dukung Prestasi Atlet Nasional

2 Agustus 2026 - 10:52 WIB

International CMA Batch 19: Langkah Nyata Menuju Profesionalisme Global

1 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Sinergi Wartawan dan Agraria: PJBW-BPN Bogor 1 Gelar Aksi Sosial di Jalan Tegar Beriman

1 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Trending di Nasional