Menu

Mode Gelap
PANTAU KETAT SELEKSI PRAJURIT JALASENA, DANKODAERAL III TINJAU LANGSUNG TES SAMAPTA DI JAKARTA KODAERAL III SAMBUT KEDATANGAN KAPAL PERANG MALAYSIA KD LEKIR (F-26) DI JAKARTA Pangdivif 1 Kostrad Pimpin Sertijab Perwira dan Tradisi Korps Prajurit OJT Secapa AD di Yonif 305 Kostrad, Bentuk Perwira Tangguh dan Berjiwa Juang Yonarmed 12 Kostrad Peduli Pendidikan, Hadirkan Semangat Baru di Perbatasan Riung Mungpulung Pererat Silaturahmi Prajurit dan Sesepuh di HUT Ke-74 Yonif 330 Kostrad

Nasional

Dr. Joko Nugroho: Buku Memiliki Kekuatan Mengubah Pola Pikir Masyarakat dan Memengaruhi Kebijakan Negara.

Avatar photobadge-check


					Dr. Joko Nugroho: Buku Memiliki Kekuatan Mengubah Pola Pikir Masyarakat dan Memengaruhi Kebijakan Negara. Perbesar

Dr. Joko Nugroho: Buku Memiliki Kekuatan Mengubah Pola Pikir Masyarakat dan Memengaruhi Kebijakan Negara.

 

Jakarta, Intelposts.com

 

Di tengah derasnya arus media sosial dan konten instan, budaya membaca buku menghadapi tantangan serius. Hal ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan Bedah Buku dan Seminar Literasi Nasional bertajuk “Kutu Buku, Mengunyah Buku, Melahap Ilmu” karya Dr. Joko Nugroho, S.T., M.M. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Perpusnas RI Lantai 1, Jakarta Pusat. (Rabu, 28 Januari 2026).

Dalam pemaparannya, Dr. Joko Nugroho menegaskan bahwa membaca dan menulis buku merupakan fondasi penting dalam membangun literasi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, buku bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan sarana pembentuk peradaban sekaligus pemicu perubahan sosial.
“Dengan membaca buku, sejatinya kita sedang melatih literasi kita.

Dari ilmu itulah manusia bisa menjadi sesuatu yang hebat. Hampir seluruh kemajuan berpijak pada pengetahuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sejarah telah membuktikan kekuatan buku dalam mengubah pola pikir masyarakat, bahkan memengaruhi kebijakan negara. Salah satu contoh nyata adalah pemikiran R.A. Kartini yang dituangkan dalam tulisan-tulisannya. Melalui buku, Kartini mampu menggugah kesadaran masyarakat bahwa perempuan memiliki kedudukan setara dengan laki-laki, menentang pandangan lama yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat.
Contoh lainnya adalah novel Max Havelaar karya Multatuli yang mengkritik sistem tanam paksa pada masa kolonial.

READ  BRI Branch Office Bekasi Berangkatkan 100 Pemudik, Hadirkan Perjalanan Nyaman Menuju Kampung Halaman

Buku tersebut memberikan dampak besar hingga akhirnya memengaruhi kebijakan Pemerintah Belanda terhadap praktik tanam paksa. “Ini membuktikan bahwa buku dapat menjadi alat kontrol sosial dan penggerak perubahan kebijakan,” jelasnya.

Dr. Joko Nugroho juga menyinggung karya klasik The Republic karya Plato yang ditulis sekitar 300 SM. Menurutnya, buku tersebut telah memuat gagasan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, jauh sebelum sistem demokrasi modern berkembang.

“Gagasan besar dunia lahir dari buku,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya peran negara dalam mendukung ekosistem perbukuan. Ia membandingkan kebijakan di India yang memberikan subsidi besar sehingga harga buku menjadi sangat terjangkau.

Sementara di Indonesia, harga buku masih relatif mahal, sehingga membatasi akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan.
Meski perkembangan teknologi digital memungkinkan masyarakat membaca secara daring, Dr. Joko Nugroho menilai dukungan kebijakan pemerintah tetap krusial. “Baik buku cetak maupun digital, literasi tetap memerlukan keberpihakan kebijakan agar dapat diakses secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Terkait bukunya Kutu Buku, ia menyampaikan bahwa pesan utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya membiasakan diri membaca secara sungguh-sungguh. “Makna Mengunyah Buku, Melahap Ilmu adalah membaca dengan serius, mencerna isinya. Dari situlah ilmu dan inspirasi lahir. Harapan saya, terutama untuk generasi muda, agar menjadikan membaca sebagai kebiasaan,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PMII Rayakan Puncak Harlah ke-66: Aksi Nyata PMII untuk Indonesia

26 April 2026 - 07:52 WIB

Sukses Gelar Halalbihalal & Temu Kangen IKA UNDIP 2026, Ketua Panitia, Arsyadany Ghana Akmalaputri: IKA UNDIP akan Satukan Kembali Potensi Semua Alumni untuk Kolaborasi Bisnis

25 April 2026 - 11:27 WIB

Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) DKI Jakarta Gelar FGD “Strategi Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Sinergi Pemuda dalam Pengelolaan Sampah Kota yang Berkelanjutan”

25 April 2026 - 09:13 WIB

BRI KC Jakarta Sudirman 1 Luncurkan Kartu Debit Edisi Khusus FC Barcelona di CFD Sudirman

23 April 2026 - 08:33 WIB

TOMS Indonesia dan Content Creator Febrian Tutup Kampanye Berjalan Sambil Berbagi dengan Donasi Nyata

22 April 2026 - 17:55 WIB

Trending di Nasional