Menu ✖

Mode Gelap
Mau Rangkul Pers, Kapolda Metro Malah Bikin Sekat Saut MS dari TIS, Optimis Komjen Dadang Hartanto Pimpin Polda Metro Jaya Dari Sepeda Kecil ke Panggung Internasional: Perjalanan Inspiratif Herlin Khoe, Sang Pemenang Face of Indonesia yang Terus Bertransformasi Mubes V PMTI: Dorong Peran Perantau Toraja Bangun Kampung Halaman dan Sambut Peluang Kolaborasi di Berbagai Bidang Strategis Syukuran Kenaikan Pangkat Perwira Divif 3 Kostrad, Wujud Syukur atas Pengabdian dan Amanah Yonif 412 Kostrad Peringati HUT ke-81 Korps Infanteri dengan Doa Bersama dan Anjangsana Veteran

Nasional

Dr. Joko Nugroho: Buku Memiliki Kekuatan Mengubah Pola Pikir Masyarakat dan Memengaruhi Kebijakan Negara.

Avatar photobadge-check


					Dr. Joko Nugroho: Buku Memiliki Kekuatan Mengubah Pola Pikir Masyarakat dan Memengaruhi Kebijakan Negara. Perbesar

Dr. Joko Nugroho: Buku Memiliki Kekuatan Mengubah Pola Pikir Masyarakat dan Memengaruhi Kebijakan Negara.

 

Jakarta, Intelposts.com

 

Di tengah derasnya arus media sosial dan konten instan, budaya membaca buku menghadapi tantangan serius. Hal ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan Bedah Buku dan Seminar Literasi Nasional bertajuk “Kutu Buku, Mengunyah Buku, Melahap Ilmu” karya Dr. Joko Nugroho, S.T., M.M. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Perpusnas RI Lantai 1, Jakarta Pusat. (Rabu, 28 Januari 2026).

Dalam pemaparannya, Dr. Joko Nugroho menegaskan bahwa membaca dan menulis buku merupakan fondasi penting dalam membangun literasi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, buku bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan sarana pembentuk peradaban sekaligus pemicu perubahan sosial.
“Dengan membaca buku, sejatinya kita sedang melatih literasi kita.

Dari ilmu itulah manusia bisa menjadi sesuatu yang hebat. Hampir seluruh kemajuan berpijak pada pengetahuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sejarah telah membuktikan kekuatan buku dalam mengubah pola pikir masyarakat, bahkan memengaruhi kebijakan negara. Salah satu contoh nyata adalah pemikiran R.A. Kartini yang dituangkan dalam tulisan-tulisannya. Melalui buku, Kartini mampu menggugah kesadaran masyarakat bahwa perempuan memiliki kedudukan setara dengan laki-laki, menentang pandangan lama yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat.
Contoh lainnya adalah novel Max Havelaar karya Multatuli yang mengkritik sistem tanam paksa pada masa kolonial.

READ  Ida Purbaya (Isteri Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa): Bangga Daya Tarik Produk-produk Fashion, Kerajinan, dan Asesoris UMKM Semakin Berkualitas dan Mengikuti Tren.

Buku tersebut memberikan dampak besar hingga akhirnya memengaruhi kebijakan Pemerintah Belanda terhadap praktik tanam paksa. “Ini membuktikan bahwa buku dapat menjadi alat kontrol sosial dan penggerak perubahan kebijakan,” jelasnya.

Dr. Joko Nugroho juga menyinggung karya klasik The Republic karya Plato yang ditulis sekitar 300 SM. Menurutnya, buku tersebut telah memuat gagasan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, jauh sebelum sistem demokrasi modern berkembang.

“Gagasan besar dunia lahir dari buku,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya peran negara dalam mendukung ekosistem perbukuan. Ia membandingkan kebijakan di India yang memberikan subsidi besar sehingga harga buku menjadi sangat terjangkau.

Sementara di Indonesia, harga buku masih relatif mahal, sehingga membatasi akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan.
Meski perkembangan teknologi digital memungkinkan masyarakat membaca secara daring, Dr. Joko Nugroho menilai dukungan kebijakan pemerintah tetap krusial. “Baik buku cetak maupun digital, literasi tetap memerlukan keberpihakan kebijakan agar dapat diakses secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Terkait bukunya Kutu Buku, ia menyampaikan bahwa pesan utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya membiasakan diri membaca secara sungguh-sungguh. “Makna Mengunyah Buku, Melahap Ilmu adalah membaca dengan serius, mencerna isinya. Dari situlah ilmu dan inspirasi lahir. Harapan saya, terutama untuk generasi muda, agar menjadikan membaca sebagai kebiasaan,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mau Rangkul Pers, Kapolda Metro Malah Bikin Sekat

12 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Saut MS dari TIS, Optimis Komjen Dadang Hartanto Pimpin Polda Metro Jaya

11 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Dari Sepeda Kecil ke Panggung Internasional: Perjalanan Inspiratif Herlin Khoe, Sang Pemenang Face of Indonesia yang Terus Bertransformasi

11 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Mubes V PMTI: Dorong Peran Perantau Toraja Bangun Kampung Halaman dan Sambut Peluang Kolaborasi di Berbagai Bidang Strategis

10 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Sobat Gas Championship 2026  Di Gelar, Gus Hadi : Pencak Silat sebagai Investasi Karakter Bangsa

10 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Trending di Nasional