Menu ✖

Mode Gelap
Sambut Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Gelar Aksi Donor Darah Dekranasda Manokwari Dorong Produk Akar Wangi Tembus Pasar Lebih Luas Danlanal Bintan Kobarkan Semangat Kepahlawanan, Ziarah Nasional HUT Ke-81 TNI di Pusara Bhakti Akhiri Penugasan dengan Tuntas, Yonarmed 12 Kostrad Laksanakan Alih Kodal Satgas Pamtas Pangdivif 3 Kostrad Pimpin Tradisi Penerimaan dan Pembaretan Prajurit Yonif 753/AVT Sambut HUT ke-81 TNI, Brigif 13/Galuh Rahayu Gelar Gebyar Bazar Murah untuk Masyarakat

Nasional

Dian Kuncoro (Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Liquefied & Compressed Natural Gas Indonesia (APL-CNGI): APL-CNGI Bangga Bisa Berkolaborasi dengan HIPMI di Sektor Energi

Avatar photobadge-check


					Dian Kuncoro (Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Liquefied & Compressed Natural Gas Indonesia (APL-CNGI): APL-CNGI Bangga Bisa Berkolaborasi dengan HIPMI di Sektor Energi Perbesar

Dian Kuncoro (Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Liquefied & Compressed Natural Gas Indonesia (APL-CNGI): APL-CNGI Bangga Bisa Berkolaborasi dengan HIPMI di Sektor Energi

 

Jakarta, 21 Oktober 2025

 

Dalam upaya memperkuat transformasi ekonomi nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyelenggarakan Workshop & Business Opportunity bertajuk “Peluang Kolaborasi Bisnis BBM dan Gas bersama Pengusaha Muda”, Selasa (21/10/2025), di The Glass Gallery, Menara Sunlife, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat HIPMI untuk mendorong lahirnya generasi pengusaha muda yang adaptif terhadap perkembangan sektor energi dan berperan aktif dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Forum ini menghadirkan para pelaku usaha lintas sektor untuk berdiskusi, membangun jejaring, serta menjajaki peluang kerja sama strategis, khususnya di bidang energi gas bumi.

Kolaborasi Strategis di Sektor Energi

Salah satu pembicara dalam diskusi panel, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Liquefied & Compressed Natural Gas Indonesia (APL-CNGI), Dian Kuncoro, menjelaskan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha muda dengan perusahaan penyedia energi nasional.

“CNG (Compressed Natural Gas) dan LNG (Liquefied Natural Gas) merupakan solusi distribusi gas bumi bagi pelanggan yang belum terhubung dengan jaringan pipa. Jadi, gas bumi ini bisa tetap dimanfaatkan tanpa perlu infrastruktur pipa,” jelas Dian.

READ  Wakapolri Lantik Pengurus Pusat KBPP Polri 2026–2031, Awali Konsolidasi Organisasi Nasional

Menurutnya, perusahaan yang tergabung dalam APL-CNGI berperan untuk mendistribusikan gas bumi melalui dua bentuk tersebut—yakni gas bertekanan (CNG) dan gas cair (LNG)—dengan sistem pengiriman langsung ke pelanggan menggunakan truk atau kapal.

“Kolaborasi dengan teman-teman HIPMI bisa terjadi di berbagai lini, mulai dari penyediaan transportasi, investasi infrastruktur, hingga perdagangan gasnya sendiri. Bahkan, HIPMI bisa ikut terlibat dalam penyediaan sarana transportasi seperti truk dan kapal,” tambah Dian.

Peluang Investasi dan Keuntungan

Dian juga memaparkan bahwa sektor ini terbuka luas bagi investor muda, dengan potensi keuntungan yang menjanjikan.

“Skema investasinya tergantung kapasitas usaha. Untuk transportasi gas, misalnya, investasi truk bisa mulai dari Rp100 juta hingga Rp2 miliar, sementara kapal bisa di atas Rp10 miliar. Tingkat pengembalian investasi (IRR) berada di kisaran 11–12 persen, dengan masa balik modal sekitar 4–5 tahun,” ungkapnya.

Namun, ia menegaskan bahwa calon pengusaha yang ingin terjun ke bisnis gas bumi perlu memiliki izin resmi.
“Untuk menjadi pelaku usaha CNG atau LNG, wajib memiliki izin niaga yang dikeluarkan BKPM dengan verifikasi dari Kementerian ESDM melalui Ditjen Migas,” kata Dian.

Mendorong Energi Nasional Tanpa Ketergantungan Impor

Selain aspek bisnis, Dian menyoroti pentingnya optimalisasi gas bumi domestik untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
“Indonesia memiliki sumber daya gas bumi yang melimpah. Kalau kita bisa memanfaatkannya dengan baik, kita bisa kurangi impor BBM maupun LPG. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi soal kemandirian energi nasional,” ujarnya.

Melalui forum ini, HIPMI berharap para pengusaha muda dapat mengambil peran aktif dalam membangun ekosistem bisnis energi yang inklusif dan berdaya saing, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

READ  KLB KOSTI Digelar, Jaga Marwah dan Kembali ke Khittah 2008

“Acara ini bukan sekadar ajang diskusi, tapi momentum untuk menciptakan kolaborasi nyata antara pengusaha muda dengan sektor energi nasional. Kita ingin membentuk arah baru transformasi ekonomi Indonesia,” tutup panitia penyelenggara.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dekranasda Manokwari Dorong Produk Akar Wangi Tembus Pasar Lebih Luas

29 September 2026 - 03:20 WIB

Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Ummat Sukses Kukuhkan Susunan Kepengurusan Baru Periode 2026–2031

26 September 2026 - 12:54 WIB

RPA INDONESIA MINTA KOMISI III DPR DAN PROPAM KAWAL KASUS VANESSA TUHUTERU, TEGASKAN HAK PENDIDIKAN SHAREN DAN KEJELASAN FINANSIAL RP500 JUTA

25 September 2026 - 23:23 WIB

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta, Lusiana Herawati: Akselerasi PAD DKI Jakarta, Bapenda Dorong Ekosistem Pembayaran Daerah yang Modern dan Terintegrasi

25 September 2026 - 13:43 WIB

Mubes VII Wira Karya Indonesia Tetapkan Venessa Supit Ketum DPP, Janjikan Kejutan Program Baru

24 September 2026 - 12:26 WIB

Trending di Nasional