Dari Tanah Papua, Amatus Yelipele Ketua DPD GEKIRA Papua Pegunungan Bawa Misi Berdayakan Petani Menuju Kemakmuran

Jakarta, Intelposts.com
Semangat membangun Indonesia dari daerah terpancar dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Kristen Indonesia Raya (Gekira) 2026. Dari wilayah pegunungan Papua yang kaya potensi, Ketua Gekira Papua Pegunungan, Amatus Yelipele membawa misi besar: memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi, pertanian, peternakan, dan pemberdayaan UMKM sebagai bagian dari dukungan terhadap program pembangunan nasional Presiden Prabowo Subianto.
Dalam forum nasional tersebut, Amatus menegaskan bahwa pembangunan ekonomi masyarakat tidak dapat dilepaskan dari penguatan sektor produktif yang menjadi sumber penghidupan utama warga Papua Pegunungan. Karena itu, Gekira Papua Pegunungan berkomitmen menghadirkan berbagai program yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha kecil di daerah.
Menurutnya, salah satu langkah nyata yang tengah dijalankan adalah pengembangan *Koperasi Desa Merah Putih Welesi* di Kabupaten Jayawijaya. Koperasi tersebut menjadi instrumen penting dalam memperkuat rantai ekonomi masyarakat sekaligus mendukung program nasional yang dicanangkan pemerintah.
“Kami ingin memastikan petani tidak hanya mampu memproduksi hasil pertanian, tetapi juga mendapatkan akses pasar yang lebih baik sehingga nilai ekonominya meningkat,” ujar Amatus di sela Rakernas Gekira 2026 di Jakarta.
Saat ini, koperasi yang dipimpinnya telah bermitra dengan sekitar 28 kelompok tani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan). Melalui kerja sama tersebut, koperasi berfungsi sebagai penghubung antara petani dan konsumen sehingga hasil panen dapat terserap secara optimal.
Berbagai komoditas unggulan seperti kopi, kedelai, sorgum, serta aneka hasil hortikultura menjadi fokus pengembangan. Kehadiran koperasi dinilai mampu memberikan kepastian pasar sekaligus memperluas peluang usaha bagi masyarakat pedesaan.
Bagi Amatus, perjuangan membangun sektor pertanian bukan sekadar program organisasi. Latar belakangnya sebagai anak petani membuat dirinya memahami secara langsung tantangan yang selama ini dihadapi masyarakat desa, mulai dari keterbatasan akses pasar hingga rendahnya nilai jual hasil panen.
Pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk terus mendorong transformasi ekonomi masyarakat berbasis pertanian yang berkelanjutan. Ia meyakini, ketika petani memperoleh akses distribusi yang baik, kesejahteraan keluarga dan perekonomian daerah akan ikut meningkat.
Salah satu persoalan yang selama ini menjadi perhatian adalah dominasi tengkulak dalam rantai perdagangan hasil pertanian. Kehadiran koperasi, kata Amatus, menjadi solusi untuk memutus ketergantungan petani terhadap praktik tersebut.
Melalui sistem yang dibangun koperasi, hasil panen dapat langsung disalurkan ke pasar tanpa melalui banyak perantara. Bahkan dalam kondisi tertentu, pihak koperasi melakukan penjemputan hasil panen langsung ke lokasi kebun guna membantu petani yang berada di wilayah dengan akses transportasi terbatas.
Sebagai daerah otonomi baru hasil pemekaran Papua, Papua Pegunungan masih menghadapi tantangan besar dalam pembangunan kelembagaan dan penguatan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, kepengurusan Gekira Papua Pegunungan juga masih berada dalam tahap konsolidasi setelah resmi terbentuk.
Karena itu, Amatus berharap Rakernas Gekira menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara daerah dan pusat. Ia menginginkan adanya dukungan yang lebih luas, baik dalam bentuk pendampingan, penguatan kapasitas, maupun kolaborasi program yang dapat mempercepat pembangunan ekonomi masyarakat di wilayahnya.
Menurutnya, kehadiran langsung pengurus pusat dalam berbagai kegiatan masyarakat akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap koperasi dan program-program pemberdayaan yang sedang dikembangkan.
Lebih jauh, Amatus mengungkapkan bahwa pada Juli 2026 mendatang pihaknya akan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun Koperasi Desa Merah Putih di Papua Pegunungan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat gerakan koperasi, memperluas jejaring UMKM, serta mendorong lahirnya pusat-pusat ekonomi baru di kawasan pegunungan Papua.
Dengan penguatan koperasi, kelompok tani, dan UMKM, Gekira Papua Pegunungan optimistis masyarakat lokal dapat menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi daerah. Langkah tersebut sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pemerataan pembangunan nasional dan mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata hingga ke pelosok Indonesia.














