Menu

Mode Gelap
Satgas Pamtas Yonarmed 13 Kostrad Terima Kunjungan Kerja Dankolakopsrem 121/Alambhana Wanawwai Petarung Yonif 305 Kostrad Matangkan Persiapan Hadapi Lomba Pencak Silat Militer Danbrigif 14 Kostrad Pimpin Tradisi Pindah Satuan Prajurit Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Bangun Gapura Batas Desa Eban–Sallu Satgas INDORDB XXXIX-G MONUSCO Peringati HUT Ke-61 Yonif 412/Bharata Eka Sakti di Republik Demokratik Kongo Yonarmed 12 Kostrad Dukung Gizi Anak Sekolah Melalui Aksi Peduli di SD Inpres Beitaus

Nasional

Ketua Bidang Telur Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Leopold Halim: Investasi Asing di Sektor Budidaya Telur Sebaiknya Diarahkan pada Sektor Teknologi Tinggi yang Belum Dimiliki Indonesia, bukan pada Usaha Budidaya Dasar yang sudah Dikuasai Peternak Lokal

Avatar photobadge-check


					Ketua Bidang Telur Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Leopold Halim: Investasi Asing di Sektor Budidaya Telur Sebaiknya Diarahkan pada Sektor Teknologi Tinggi yang Belum Dimiliki Indonesia, bukan pada Usaha Budidaya Dasar yang sudah Dikuasai Peternak Lokal Perbesar

Ketua Bidang Telur Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Leopold Halim: Investasi Asing di Sektor Budidaya Telur Sebaiknya Diarahkan pada Sektor Teknologi Tinggi yang Belum Dimiliki Indonesia, bukan pada Usaha Budidaya Dasar yang sudah Dikuasai Peternak Lokal

 

Jakarta, Indonesiatodays.com

 

Ketua Bidang Telur Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Leopold Halim yang akrab disapa Atung, menghadiri pameran teknologi pertanian dan peternakan terbesar, AGRIMAT & AGRILIVESTOCK ASIA 2026 yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2 Jakarta, Jumat (08/05/26).

Kegiatan tersebut dirangkai dengan seminar nasional bertema “Peran Serta Pemerintah dan Asosiasi dalam Mensejahterakan Peternak melalui Hilirisasi Perunggasan Nasional” yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, asosiasi peternak, BUMN pangan, hingga lembaga investasi nasional.

Seminar sesi pagi menghadirkan paparan dan sidang pleno bersama gabungan asosiasi seperti PPN, Berkah Telur Blitar, KPUN, PPUI, dan PERMINDO guna menyampaikan kondisi riil serta aspirasi peternak di lapangan. Sementara sesi siang berfokus pada implementasi teknis hilirisasi dengan menghadirkan Menteri Pertanian RI/Kepala Bapanas, Dirut PT Berdikari (Persero), Dirut PT AGRINAS, pimpinan DANANTARA, perwakilan Kemendagri, hingga Dirjen Kemendes PDTT.

READ  RPA Indonesia Desak Polisi Tangkap Segera Pelaku Kekerasan Seksual Santriwati di Probolinggo

Acara ini menjadi momentum penting dalam merumuskan solusi konkret terhadap berbagai persoalan strategis peternakan rakyat. Hilirisasi dinilai sebagai langkah utama untuk meningkatkan nilai tambah produk unggas, memperkuat posisi tawar peternak, sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang lebih adil dan berkelanjutan.

Usai acara, Leopold Halim menyoroti isu masuknya investor asing di sektor budidaya telur yang dinilai perlu disikapi secara hati-hati oleh pemerintah.

“Atas dasar adanya pernyataan mengenai kebutuhan telur yang besar untuk program MBG, muncul kekhawatiran akan masuknya investor luar untuk budidaya telur. Padahal pemerintah sendiri melalui Menteri Pertanian telah menyampaikan bahwa produksi telur nasional saat ini surplus dan aman,” ujar Atung.

Menurutnya, peternak rakyat saat ini sudah memiliki kemampuan dan kapasitas yang memadai dalam sektor budidaya ayam petelur. Karena itu, investasi asing sebaiknya diarahkan pada sektor teknologi tinggi yang belum dimiliki Indonesia, bukan pada usaha budidaya dasar yang sudah dikuasai peternak lokal.

“Kita tidak menolak investor asing, tetapi seharusnya mereka masuk ke sektor high technology yang memang belum kita miliki. Kalau hanya budidaya telur, peternak rakyat di Indonesia sudah mampu dan bahkan produksinya sudah surplus,” katanya.

Atung juga mengingatkan kondisi harga telur dan harga jagung pakan yang saat ini masih belum stabil sehingga peternak rakyat menghadapi tekanan berat. Menurutnya, masuknya investor baru pada sektor budidaya justru berpotensi memperburuk persaingan dan membuat kondisi pasar semakin tidak sehat.

“Kalau sekarang harga sedang hancur lalu ditambah investor baru untuk budidaya, tentu akan semakin menambah masalah bagi peternak rakyat. Yang dibutuhkan saat ini adalah perlindungan dan penguatan usaha peternak lokal agar tidak semakin terpuruk,” tegasnya.

READ  Orkestra Merah Putih Sukses Gelar "Konser Kebangsaan VI" Merajut Kembali Mimpi Indonesia: Semangat Langkah Nusantara

Ia berharap pemerintah dapat menjaga keseimbangan ekosistem perunggasan nasional dengan mengedepankan keberpihakan kepada peternak rakyat, sekaligus tetap membuka peluang investasi berbasis inovasi dan teknologi modern.

Melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, BUMN pangan, asosiasi peternak, dan lembaga investasi nasional, hilirisasi perunggasan diharapkan mampu menciptakan sistem usaha yang sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh pelaku industri perunggasan nasional.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nusantara Centre Gelar Deklarasi Hari Kebangkitan Ekonomi Pancasila, Peluncuran Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan (Pergolakan Ekonomi Politik Indonesia) & Simposium Nasional “Urgensi Undang-Undang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial dalam Menata Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”, 

4 Agustus 2026 - 10:02 WIB

BRI BO Bekasi Gelar Apresiasi bagi Nasabah Pensiunan, Perkuat Layanan Berkelanjutan

4 Agustus 2026 - 02:32 WIB

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Resmi Tutup Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026, Tegaskan Komitmen Polri Dukung Prestasi Atlet Nasional

2 Agustus 2026 - 10:52 WIB

International CMA Batch 19: Langkah Nyata Menuju Profesionalisme Global

1 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Sinergi Wartawan dan Agraria: PJBW-BPN Bogor 1 Gelar Aksi Sosial di Jalan Tegar Beriman

1 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Trending di Nasional