Menu

Mode Gelap
SKINTIFIC Perkenalkan 5% B5 Ceramide Barrier Relief Moisturizer, Solusi Instan Redakan Kemerahan dan Kuatkan Skin Barrier dalam Jangka Panjang Rapat Koordinasi Sinergitas TNI-Polri Dalam Rangka Kesiapan Operasi Ketupat 2026 Jembatan Perintis Garuda Rampung, Akses Warga Tukka Kembali Lancar Jembatan Perintis Garuda Rampung, Akses Warga Tukka Kembali Lancar Hadiri Pemakaman Jenderal Tri Sutrisno , Florencio Mario Vieira: Kepemimpinan, Integritas, dan Pengabdian Beliau Total Untuk Bangsa PERISAI Syarikat Islam Gelar Haul Guru Bangsa  Dalam Rangka Napak Tilas Pemikiran Dan  Keteladanan Pahlawan Bangsa

TNI

*Perkuat Kesiapsiagaan Medis di Lapangan, Wakasad Lantik 1.673 Tamtama Kesehatan*

Avatar photobadge-check

JAKARTA, tniad.mil.id — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) memperkuat kesiapsiagaan medis di lapangan melalui pelantikan 1.673 prajurit Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Gelombang III Tahun Anggaran 2025 kecabangan Kesehatan. Pelantikan dipimpin Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, di Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal (Pusdikajen), Lembang, Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026).

1.673 Tamtama kesehatan tersebut merupakan bagian dari total 21.885 Tamtama remaja yang dilantik secara serentak dari berbagai kecabangan pada Dikmata Gelombang III T.A. 2025. Seluruh prajurit telah menempuh pendidikan dasar keprajuritan selama dua bulan di berbagai lembaga pendidikan TNI AD sebagai bekal awal pembentukan sikap, mental, dan fisik prajurit.

Dalam amanat tertulis Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang dibacakan Wakasad, disampaikan bahwa pendidikan intensif tersebut bertujuan membentuk prajurit TNI AD yang tangguh, profesional, dan berkarakter, berlandaskan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI melalui pembinaan fisik dan mental yang terintegrasi.

“Pendidikan yang kalian jalani merupakan bagian integral dari strategi besar pembangunan kekuatan TNI AD yang telah dirancang secara sistematis oleh Presiden Republik Indonesia. Strategi ini ditindaklanjuti oleh lembaga pendidikan secara berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan pengembangan satuan-satuan baru di seluruh wilayah Indonesia,” kutip Wakasad.

Lebih lanjut disampaikan bahwa di tengah dinamika dan kompleksitas tantangan tugas, kehadiran prajurit kesehatan diharapkan mampu mendukung pelaksanaan Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam penugasan kemanusiaan, penanggulangan bencana, serta pelayanan kesehatan di daerah.

READ  *Gotong Royong Pulihkan Sekolah, Anak-Anak Sipirok Bisa Kembali Belajar*

Para prajurit yang baru dilantik selanjutnya akan mengikuti pendidikan kejuruan kesehatan selama satu bulan sebelum ditempatkan pada satuan-satuan Batalyon Teritorial Pembangunan di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran satuan ini dinilai strategis dalam mendukung percepatan penanganan dan pemulihan dampak bencana, sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan bagi prajurit dan masyarakat. *(Dispenad)*

Red. Yeni

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rapat Koordinasi Sinergitas TNI-Polri Dalam Rangka Kesiapan Operasi Ketupat 2026

3 Maret 2026 - 00:00 WIB

Jembatan Perintis Garuda Rampung, Akses Warga Tukka Kembali Lancar

2 Maret 2026 - 23:59 WIB

Jembatan Perintis Garuda Rampung, Akses Warga Tukka Kembali Lancar

2 Maret 2026 - 23:57 WIB

Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad Panen Cabai Bersama Warga Perbatasan di Belu

2 Maret 2026 - 06:17 WIB

Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad Laksanakan Karya Bakti Pengecoran Gereja di Desa Tubu

2 Maret 2026 - 06:14 WIB

Trending di TNI