Menu

Mode Gelap
Ketua IKM DPW Jawa Barat Tuanku Jhony Martu Sikumbang Sultan Sari Alam: IKM Dukung Aspirasi agar Pemerintah Pusat Menetapkan Status Bencana Nasional untuk Memfasilitasi Bantuan Internasional dan Mempercepat Proses Rekonstruksi Tokoh Masyarakat Sumatera Barat Zaenal Azwar Wahid: Dengan kebersamaan dan Persatuan, Kita dapat Membantu Korban Banjir Bandang di Sumatera Barat untuk Pulih dan Bangkit kembali. Kasad Resmikan Jembatan Bailey, Pulihkan Akses Jalan Lintas Nasional Takengon–Bireuen Danlanal Bintan Pimpin Sertijab dan Pengukuhan Jabatan Strategis di Lingkungan Lanal Bintan PERKUAT KARAKTER PRAJURIT JALASENA, KODAERAL III IKUTI KAUSERI AGAMA SERENTAK JAJARAN KOARMADA RI Starvision Rilis Official Trailer dan Poster Film “KAFIR, Gerbang Sukma”, Tayang di Bioskop 29 Januari 2026

TNI

Latihan Terjun Malam Berbahaya, Panglima Hadir Pastikan Aman

Avatar photobadge-check

Jakarta,  24 Desember 2025

Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo, Irdivif, bersama para Asisten Kasdivif 2 Kostrad, meninjau langsung jalannya latihan terjun Mandiri Satuan Jajaran (Satjar) Divif 2 Kostrad di Grati, Pasuruan. Kehadiran pimpinan di lapangan menjadi bukti nyata perhatian terhadap kesiapan prajurit dalam menguasai kemampuan tempur, khususnya teknik terjun payung yang menuntut keberanian khususnya dimalam hari. (Pasuruan, 23 Desember 2025).

Salah satu titik krusial dalam latihan kali ini adalah terjun malam, yang dikenal sebagai fase paling berbahaya. Minimnya cahaya, terbatasnya jarak pandang, serta faktor cuaca yang tidak menentu menjadikan terjun malam sebagai ujian sesungguhnya bagi mental dan nyali prajurit. Prajurit dituntut untuk mengandalkan disiplin, insting, dan kepercayaan penuh pada ilmu yang telah diajarkan. Kesalahan kecil dapat berakibat fatal, sehingga penerapan prosedur keselamatan menjadi harga mati.

Mayjen TNI Susilo menekankan bahwa latihan ini bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk mental dan fisik prajurit yang tangguh. Dengan adanya fase terjun malam, diharapkan prajurit semakin siap menghadapi berbagai tantangan operasi di masa mendatang, baik dalam kondisi terang maupun gelap.

“Penerjunan malam terasa sangat menantang dengan minimnya jarak pandang dan penglihatan karena kegelapan malam. Menuntut penerjun memfokuskan insting bertahan hidupnya diudara dengan menerapkan semua materi penerjunan yang diajarkan oleh pelatih. Menakutkan tapi ingin melakukannya lagi” ucap Lettu Cku Dominiave Zefanya salah satu peserta. (Penkostrad).

READ  Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Gelar Pembagian Sembako dan Bubur Kacang Hijau untuk Warga Perbatasan

Autentikasi
Kapen Kostrad, Kolonel Inf Choiril Anwar, S.Sos., M.Han

Red. Yeni

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kasad Resmikan Jembatan Bailey, Pulihkan Akses Jalan Lintas Nasional Takengon–Bireuen

8 Januari 2026 - 15:40 WIB

Danlanal Bintan Pimpin Sertijab dan Pengukuhan Jabatan Strategis di Lingkungan Lanal Bintan

8 Januari 2026 - 15:36 WIB

PERKUAT KARAKTER PRAJURIT JALASENA, KODAERAL III IKUTI KAUSERI AGAMA SERENTAK JAJARAN KOARMADA RI

8 Januari 2026 - 13:16 WIB

Kasad Resmikan Jembatan Bailey, Pulihkan Akses Jalan Lintas Nasional Takengon–Bireuen

8 Januari 2026 - 09:39 WIB

TNI AD Mulai Bangun Jembatan Bailey di Langkat, Pulihkan Akses Antar Desa

8 Januari 2026 - 09:34 WIB

Trending di TNI