Menu

Mode Gelap
Ketua IKM DPW Jawa Barat Tuanku Jhony Martu Sikumbang Sultan Sari Alam: IKM Dukung Aspirasi agar Pemerintah Pusat Menetapkan Status Bencana Nasional untuk Memfasilitasi Bantuan Internasional dan Mempercepat Proses Rekonstruksi Tokoh Masyarakat Sumatera Barat Zaenal Azwar Wahid: Dengan kebersamaan dan Persatuan, Kita dapat Membantu Korban Banjir Bandang di Sumatera Barat untuk Pulih dan Bangkit kembali. Kasad Resmikan Jembatan Bailey, Pulihkan Akses Jalan Lintas Nasional Takengon–Bireuen Danlanal Bintan Pimpin Sertijab dan Pengukuhan Jabatan Strategis di Lingkungan Lanal Bintan PERKUAT KARAKTER PRAJURIT JALASENA, KODAERAL III IKUTI KAUSERI AGAMA SERENTAK JAJARAN KOARMADA RI Starvision Rilis Official Trailer dan Poster Film “KAFIR, Gerbang Sukma”, Tayang di Bioskop 29 Januari 2026

TNI

Komandan Lanal Bandung Hadiri Upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke-77 Tahun 2025 Tingkat Kota Bandung

Avatar photobadge-check

TNI AL, Bandung,- Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Bandung Kolonel Laut (P) Erfan Indra Darmawan, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., CIQaR., menghadiri Upacara Peringatan Hari Bala Negara Ke-77 Tahun 2025 Tingkat Kota Bandung, bertindak selaku Inspektur Upacara Walikota Bandung H. Muhammad Farhan, bertempat di Plaza Balaikota Bandung, Jalan Wastukencana No. 2 Kota Bandung, Jum’at (19/12/2025).

Dalam amanatnya, Inspektur ucara membacakan amanat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengatakan bahwa sebuah momentum penting untuk meneguhkan komitmen kita menjaga keutuhan bangsa setiap tanggal 19 Desember kita mengenang berdininya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948, ketika Agresi Militer II mengancam keberlangsungan Republik Penstiwa itu menjadi bukti bahwa semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri. Peringatan Hari Bela Negara tahun ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Tema ini mengingatkan kita bahwa kemajuan bangsa hanya dapal dicapai apabila seluruh rakyat memiliki kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Dunia saat ini berada dalam dinamika yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi menjadi tantangan nyata bagi seluruh bangsa ancaman terhadap negara tidak lagi bersifat konvensional, melainkan berbentuk perang siber, gerakan radikalisme hingga ancaman bencana alam yang semakin sering terjadi Dalam situasi seperti ini semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh warga Indonesia.

READ  Misi Kemanusiaan, Kodaeral I Salurkan Bantuan Pelayanan Kesehatan di Aceh Tamiang

Saat kita memperingati Hari Bela Negara Ke-77, saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tengah diuji oleh bencana alam. Ketiga wilayah ini memiliki peran sejarah yang luar biasa dalam perjalanan republik, sehingga ujian yang mereka hadapi hari ini adalah panggilan bagi kita semua untuk hadir dan membantu mereka. Dari Aceh, kita belajar tentang keteguhan sebuah wilayah yang sejak masa kerajaan telah menjadi benteng pertahanan nusantara. Pada masa revolusi kemerdekaan, Acen disebut sebagai “Daerah Modal” karena dukungan rakyatnya, baik logistik, pesawat, maupun dana yang menjadi penopang diplomasi dan perjuangan republik.

Dari Sumatera Utara, kita mengenang semangat juang rakyat Medan Area dan perlawanan heroik diberbagai kota yang tidak pernah padam Sumatera Utara menjadi salah satu pusat perlawanan terhadap agresi Belanda dan menjadi wilayah strategis yang menjaga kesinambungan pemerintahan Republik Ketangguhan Rakyat Sumatera Utara menjadi bagian dan fondasi berdirinya negara kita.

Dan dari Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi, lahir PDRI, penyelamat republik dalam masa paling kritis. Ketika ibu kota negara diduduki, justru dan Sumatera Barat-lah pemerintahan Republik tetap hidup. Tanpa keberanian para pemimpin dan rakyat di wilayah ini, sejarah Indonesia akan sangat berbeda, dan penngatan Han Bela Negara tidak akan memiliki makna seperti hari ini. Karena itu, tanpa Aceh, tanpa Sumatera Utara, dan tanpa Sumatera Barat, sejarah bela negara tidak akan lengkap. Mereka bukan hanya bagian dari perjalanan masa lalu. tetapi fondasi yang menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini

Momentum Hari Bela Negara Ke-77 hendaknya menjadi pengingat bahwa cinta tanah air harus kita wujudkan dalam tindakan nyata hadir dalam membantu sesama yang sedang tertimpa bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, memperkuat ketahanan. ekonomi keluarga, dan berkontribusi dalam pembangunan sesuai peran masing-masing. Mari kita bersama-sama meneguhkan tekad untuk Indonesia yang kuat Indonesia yang maju, dan Indonesia yang selalu mampu bangkit menghadapi setiap tantangan.

READ  *TNI AD Perkuat Penanganan Banjir, Longsor, dan Putusnya Jembatan di Tapanuli Tengah*

(Pen Lanal Bandung)

Red. Yeni

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kasad Resmikan Jembatan Bailey, Pulihkan Akses Jalan Lintas Nasional Takengon–Bireuen

8 Januari 2026 - 15:40 WIB

Danlanal Bintan Pimpin Sertijab dan Pengukuhan Jabatan Strategis di Lingkungan Lanal Bintan

8 Januari 2026 - 15:36 WIB

PERKUAT KARAKTER PRAJURIT JALASENA, KODAERAL III IKUTI KAUSERI AGAMA SERENTAK JAJARAN KOARMADA RI

8 Januari 2026 - 13:16 WIB

Kasad Resmikan Jembatan Bailey, Pulihkan Akses Jalan Lintas Nasional Takengon–Bireuen

8 Januari 2026 - 09:39 WIB

TNI AD Mulai Bangun Jembatan Bailey di Langkat, Pulihkan Akses Antar Desa

8 Januari 2026 - 09:34 WIB

Trending di TNI