Menu

Mode Gelap
Ketua IKM DPW Jawa Barat Tuanku Jhony Martu Sikumbang Sultan Sari Alam: IKM Dukung Aspirasi agar Pemerintah Pusat Menetapkan Status Bencana Nasional untuk Memfasilitasi Bantuan Internasional dan Mempercepat Proses Rekonstruksi Tokoh Masyarakat Sumatera Barat Zaenal Azwar Wahid: Dengan kebersamaan dan Persatuan, Kita dapat Membantu Korban Banjir Bandang di Sumatera Barat untuk Pulih dan Bangkit kembali. Kasad Resmikan Jembatan Bailey, Pulihkan Akses Jalan Lintas Nasional Takengon–Bireuen Danlanal Bintan Pimpin Sertijab dan Pengukuhan Jabatan Strategis di Lingkungan Lanal Bintan PERKUAT KARAKTER PRAJURIT JALASENA, KODAERAL III IKUTI KAUSERI AGAMA SERENTAK JAJARAN KOARMADA RI Starvision Rilis Official Trailer dan Poster Film “KAFIR, Gerbang Sukma”, Tayang di Bioskop 29 Januari 2026

Nasional

Ketua IKM DPW Jawa Barat Tuanku Jhony Martu Sikumbang Sultan Sari Alam: IKM Dukung Aspirasi agar Pemerintah Pusat Menetapkan Status Bencana Nasional untuk Memfasilitasi Bantuan Internasional dan Mempercepat Proses Rekonstruksi

Avatar photobadge-check


					Ketua IKM DPW Jawa Barat Tuanku Jhony Martu Sikumbang Sultan Sari Alam: IKM Dukung Aspirasi agar Pemerintah Pusat Menetapkan Status Bencana Nasional untuk Memfasilitasi Bantuan Internasional dan Mempercepat Proses Rekonstruksi Perbesar

Ketua IKM DPW Jawa Barat Tuanku Jhony Martu Sikumbang Sultan Sari Alam: IKM Dukung Aspirasi agar Pemerintah Pusat Menetapkan Status Bencana Nasional untuk Memfasilitasi Bantuan Internasional dan Mempercepat Proses Rekonstruksi

 

Jakarta, Intelposts.com

 

Dalam upaya menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat, komunitas Perantau Minang di Jakarta menggelar aksi solidaritas penggalangan dana. Acara yang berlangsung di Hotel Balairung, Jakarta, pada (10/01/26) ini bertujuan untuk mengumpulkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.

Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., mengajak seluruh Perantau Minang di Jakarta untuk turut serta dalam aksi solidaritas ini. “Sekarang saatnya saya ajak Perantau Minang yang berada di Jakarta semua, untuk bantu saudara kita yang disana (Sumbar), untuk memberikan bantuan berapapun nilainya sangat bermanfaat bagi mereka saat ini,” ujarnya dalam wawancara dengan media.

Bantuan yang terkumpul akan disalurkan melalui BAZNAS dan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Menurut laporan, total bantuan yang terkumpul mencapai Rp 54 miliar dari kabupaten dan kota, serta Rp 2,6 miliar dari masyarakat melalui BAZNAS.

Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan terima kasih kepada perantau yang telah berkontribusi. “Kami sangat menghargai kepedulian dan kontribusi masyarakat. Kerusakan dan kerugian akibat bencana ini mencapai Rp 33 triliun, dan kami membutuhkan dana sekitar Rp 22 triliun untuk pembangunan ke depan,” katanya.

READ  DORÉ by LeTAO Resmikan Store Perdana di Bandung, Hadirkan Cheesecake Khas Jepang di Paris Van Java

Rencana percepatan pembangunan ini akan dituangkan dalam R3PB dokumen dan diserahkan ke BNPB, Kementrian Dalam Negeri, dan Presiden. Gubernur berharap program ini dapat terlaksana pada tahun 2028 dengan dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan semua pihak terkait.

Sementara itu Ketua IKM DPW Jawa Barat Tuanku Jhony Martu Sikumbang Sultan Sari Alam mengatakan, Penanganan pasca bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh terus dilakukan dengan penyaluran bantuan kepada korban. Namun, desakan untuk menetapkan status bencana nasional semakin kuat, dengan harapan dapat memfasilitasi bantuan internasional dan mempercepat proses rekonstruksi,” ujarnya.

Penetapan status bencana nasional diharapkan dapat membuka jalan bagi donasi internasional dan mempercepat proses pembangunan kembali. Dalam undang-undang bencana, hanya dikenal bencana daerah dan bencana nasional, sehingga penetapan status bencana nasional menjadi penting untuk mempercepat proses pemulihan wilayah yang terdampak bencana,” harapnya.

Pemerintah pusat diharapkan segera melakukan rekonsiliasi dan rekonstruksi pasca bencana untuk meringankan penderitaan korban dan mempercepat proses pembangunan kembali,” pungkasnya.

 

Ketua IKM DPW Jawa Barat Tuanku Jhony Martu Sikumbang Sultan Sari Alam menegaskan, Penggalangan dana untuk membantu korban banjir bandang di Sumatera Barat 2025 sangat diperlukan karena bencana ini telah menyebabkan kerugian yang sangat besar, baik secara materi maupun korban jiwa. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir bandang ini telah menewaskan 1.178 orang, 7.000 orang terluka, dan 147 orang lainnya masih hilang.

Kerugian materi juga sangat besar, diperkirakan mencapai Rp68,67 triliun. Banyak rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur yang rusak atau hancur. Oleh karena itu, penggalangan dana sangat diperlukan untuk membantu korban banjir bandang ini.”

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tokoh Masyarakat Sumatera Barat Zaenal Azwar Wahid: Dengan kebersamaan dan Persatuan, Kita dapat Membantu Korban Banjir Bandang di Sumatera Barat untuk Pulih dan Bangkit kembali.

11 Januari 2026 - 08:40 WIB

Nickson Pampang Tegaskan Kesiapan Papua Selatan Jadi Penggerak Pembinaan dan Kemajuan Domino

8 Januari 2026 - 06:30 WIB

RPA Indonesia Gandeng Ahli Agraria, Perjuangkan Hak Lahan Ibu Nur di Marunda

8 Januari 2026 - 01:59 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto Umumkan Keberhasilan Swasembada Pangan

7 Januari 2026 - 09:00 WIB

Ketua Presidium Pengurus Pusat (PP) PMKRI Susana Florika Marianti Kandaimu: Negara Harus Hadir dalam Penguatan Keluarga sebagai Fondasi Utama Pembangunan Bangsa, terutama dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045

6 Januari 2026 - 07:35 WIB

Trending di Nasional