Menu

Mode Gelap
Ketua IKM DPW Jawa Barat Tuanku Jhony Martu Sikumbang Sultan Sari Alam: IKM Dukung Aspirasi agar Pemerintah Pusat Menetapkan Status Bencana Nasional untuk Memfasilitasi Bantuan Internasional dan Mempercepat Proses Rekonstruksi Tokoh Masyarakat Sumatera Barat Zaenal Azwar Wahid: Dengan kebersamaan dan Persatuan, Kita dapat Membantu Korban Banjir Bandang di Sumatera Barat untuk Pulih dan Bangkit kembali. Kasad Resmikan Jembatan Bailey, Pulihkan Akses Jalan Lintas Nasional Takengon–Bireuen Danlanal Bintan Pimpin Sertijab dan Pengukuhan Jabatan Strategis di Lingkungan Lanal Bintan PERKUAT KARAKTER PRAJURIT JALASENA, KODAERAL III IKUTI KAUSERI AGAMA SERENTAK JAJARAN KOARMADA RI Starvision Rilis Official Trailer dan Poster Film “KAFIR, Gerbang Sukma”, Tayang di Bioskop 29 Januari 2026

Nasional

Apakah Indonesia akan tetap menganaktirikan produksi anak anak bangsa nya, contohnya BOBIBOS tidak disambut baik di dalam negeri.

Avatar photobadge-check


					Apakah Indonesia akan tetap menganaktirikan produksi anak anak bangsa nya, contohnya BOBIBOS tidak disambut baik di dalam negeri. Perbesar

Apakah Indonesia akan tetap menganaktirikan produksi anak anak bangsa nya, contohnya BOBIBOS tidak disambut baik di dalam negeri.

 

Jakarta, Intelposts.id

 

Bobibos adalah sumber energi yang yang di launching pada bulan November 2025, para pemuda Indonesia secara intelektual memberikan kepeduliannya dalam mencari solusi terbarukan sumber energi ramah lingkungan untuk negeri.

Bayangkan jika sumber daur ulang jerami padi bisa menjadi jalan keluar untuk rakyat Indonesia dapat menikmati bahan bakar murah didalam negeri yang di produksi dari hasil limbah sawah yang ada di Indonesia.

Pertanyaan nya yang sering terdengar di berbagai pelosok negeri adalah apakah pemerintah Indonesia akan tutup mata dengan peluncuran BOBIBOS yang seharusnya bisa menjadi solusi meringankan kantong keuangan masyarakat dalam pembelian bahan bakar bensin untuk kendaraan nya sehari – hari maupun untuk menjalankan usaha sehari-hari.

Adapun terjegalnya Bobibos ini terkait kebijakan transisi energi nasional yang saat ini hanya terdapat regulasi yang mengatur bioenergi yang bersumber dari sawit, aren, dan tebu.

“Sedangkan bobibos terbuat dari olahan jerami yang saat ini belum masuk dalam regulasi tersebut, sehingga BOBIBOS masih menunggu adanya regulasi tersebut di wujudkan”, seperti yang dinyatakan oleh DR. H. MULYADI, Anggota fraksi partai Gerindra komisi XI yang masih aktif, saat ditemui redaksi.

READ  Busui Friendly dan Stylish: Intip Koleksi Fungsional Mayoutfit!

Bendahara umum Pasukan 08, Nurita Hayatin, SH, CCA ,CBLC, saat ditemui di Gedung Cyber Jakarta, menegaskan keprihatinannya terkait lambatnya pemerintah menyambut produksi dalam negeri Bobibos, saat ditemui redaksi menyatakan “Dalam konteks regulasi terkait bahan baku energi terbarukan, gejolak energi yang baru muncul dengan BBM terbuat dari olahan jerami selain dari tebu, sawit dan aren, seharusnya sudah semestinya menjadi perhatian khusus bagi perwakilan rakyat di DPR RI Khususnya Komisi 7 untuk menentukan regulasi dalam produk yang akan meringankan pembelian bahan bakar minyak kendaraan masyarakat Indonesia. Sudah seharusnya DPR RI bergerak cepat untuk menunjang setiap kebijakan PRO-RAKYAT, yang nantinya bisa menjadi acuan teknis pada kementerian – kementrian terkait untuk pelaksanaannya hingga bisa didistribusikan produk BBM ramah lingkungan BOBIBOS ini kepada rakyat Indonesia, jangan sampai pemuda Indonesia hilang semangat untuk membangun negeri dengan cara mencari solusi untuk rakyat” lanjutnya “persoalan menyusun regulasi ini seharusnya jadi persoalan sangat mudah dengan perwakilan rakyat kita yang hebat-hebat di DPR RI dan kementrian jika duduk bersama untuk benar benar memikirkan kemaslahatan rakyat Indonesia, apalagi ini BBM murah ramah untuk kantong rakyat”

Selain itu, menurut Bendahara Umum Pasukan 08 menyatakan bahwa presiden Indonesia sudah seharusnya mengkaji terkait peluncuran BOBIBOS agar supaya dapat bersinergi dengan pemerintahan untuk memproduksi massal produk bobibos didalam negeri demi menyelamatkan harga diri anak-anak bangsa yang berprestasi dan peduli pada kebutuhan negeri ini. Jangan sampai dengan dipandangnya sebelah mata oleh pemerintah, produk anak negeri menjadi tidak berguna di negeri sendiri. Yang pastinya, para pemuda dalam manajemen bobibos adalah pemuda Indonesia yang memulai langkahnya dengan ketulusan hatinya ingin meringankan daya beli BBM untuk negeri Indonesia”. Begitu yang dikutip redaksi dari ibu Nurita Hayatin SH, CCA, CBLC yang juga berprofesi sebagai pebisnis handal dan CEO Firma Hukum Maps Lawyer Indonesia.

READ  Tanggap Bencana, ISSA Group Bergerak untuk Sumatera

Sampai saat ini redaksi mengikuti perkembangan Bobibos, Sayangnya, karna belum ada tindak lanjut yang signifikan baik dari DPR RI Komisi 7 maupun dari kementrian – kementrian terkait beserta departemen-departemen yang seharusnya mengayomi regulasi ini, maka dengan kondisi ini membuat Bobibos memilih untuk tidak melakukan produksi dan distribusi massal di Indonesia, meskipun teknologi telah siap digunakan. Karna terhalang regulasi yang berlaku di Indonesia.

Kabar terbaru, pihak yang menyambut baik produk Bobibos untuk di produksi massal di negerinya adalah negeri Timor Leste. Dimana dalam kerjasama antara Bobibos dengan Timor Leste memberikan regulasi untuk bahan energi terbarukan yang terbuat dari jerami.

Keresahan masyarakat sangat terasa pada waktu munculnya produksi bobibos yang diproduksi di luar negeri bukan didalam negeri.

 

Pertanyaan redaksi,
Apakah Indonesia tetap pada pola lama dengan selalu menganak tirikan produksi anak anak bangsa nya???

Jawabannya hanya ada pada hari nurani dengan kesadaran penuh cinta tanah air yang dapat menjawab pertanyaan ini.red.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua IKM DPW Jawa Barat Tuanku Jhony Martu Sikumbang Sultan Sari Alam: IKM Dukung Aspirasi agar Pemerintah Pusat Menetapkan Status Bencana Nasional untuk Memfasilitasi Bantuan Internasional dan Mempercepat Proses Rekonstruksi

11 Januari 2026 - 09:25 WIB

Tokoh Masyarakat Sumatera Barat Zaenal Azwar Wahid: Dengan kebersamaan dan Persatuan, Kita dapat Membantu Korban Banjir Bandang di Sumatera Barat untuk Pulih dan Bangkit kembali.

11 Januari 2026 - 08:40 WIB

Nickson Pampang Tegaskan Kesiapan Papua Selatan Jadi Penggerak Pembinaan dan Kemajuan Domino

8 Januari 2026 - 06:30 WIB

RPA Indonesia Gandeng Ahli Agraria, Perjuangkan Hak Lahan Ibu Nur di Marunda

8 Januari 2026 - 01:59 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto Umumkan Keberhasilan Swasembada Pangan

7 Januari 2026 - 09:00 WIB

Trending di Nasional