Menu ✖

Mode Gelap
Mau Rangkul Pers, Kapolda Metro Malah Bikin Sekat Saut MS dari TIS, Optimis Komjen Dadang Hartanto Pimpin Polda Metro Jaya Dari Sepeda Kecil ke Panggung Internasional: Perjalanan Inspiratif Herlin Khoe, Sang Pemenang Face of Indonesia yang Terus Bertransformasi Mubes V PMTI: Dorong Peran Perantau Toraja Bangun Kampung Halaman dan Sambut Peluang Kolaborasi di Berbagai Bidang Strategis Syukuran Kenaikan Pangkat Perwira Divif 3 Kostrad, Wujud Syukur atas Pengabdian dan Amanah Yonif 412 Kostrad Peringati HUT ke-81 Korps Infanteri dengan Doa Bersama dan Anjangsana Veteran

Nasional

Mau Rangkul Pers, Kapolda Metro Malah Bikin Sekat

Avatar photobadge-check


					Mau Rangkul Pers, Kapolda Metro Malah Bikin Sekat Perbesar

Mau Rangkul Pers, Kapolda Metro Malah Bikin Sekat

 

 

JAKARTA – Langkah awal Komjen Pol. Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru resmi memimpin wilayah hukum Ibu Kota langsung menuai sorotan tajam.

Agenda pertemuan perdana dengan awak media pada Sabtu, 10 Oktober 2026, yang dikemas sebagai diskusi terbuka untuk mendengarkan masukan tanpa membatasi asal instansi media, justru dinilai kontradiktif dalam pelaksanaannya.

Sejumlah jurnalis yang sehari-hari rutin meliput di lingkungan Polda Metro Jaya dan berada di grup peliputan resmi dilaporkan tidak disertakan dalam acara tersebut. Kekecewaan pun mencuat.

“Sejumlah wartawan yang rutin beraktivitas liputan di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan sekitarnya mengaku kecewa karena tidak disertakan dalam pertemuan tersebut,” ujar Pemimpin Redaksi Media Online JournalReportase, Arif Yunianto, Sabtu 10 Oktober 2026.

Menurut Arif, pola pemanggilan yang terkesan tebang pilih itu memicu perbincangan negatif di kalangan pelaku pers. Padahal, kata dia, momentum pergantian Kapolda seharusnya menjadi ruang untuk membangun kemitraan yang lebih terbuka.

Ia menilai, jika sejak awal komunikasi dibangun secara eksklusif, maka akan berdampak pada pola pemberitaan dan hubungan kelembagaan ke depan.

READ  Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Banten Buka Lomba Menembak Kapolda Cup 2026

“Polda Metro Jaya seharusnya merangkul semua, bukan hanya media tertentu. Kami yang setiap hari di lapangan justru tidak tahu ada pertemuan itu. Ini kan aneh, diskusinya dibilang terbuka tapi undangannya tertutup,” tegas Arif.

Arif menambahkan, pers di Polda Metro Jaya bukan sekadar peliput, melainkan mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada publik.

“Jangan sampai ada kesan pilih-pilih media. Semua wartawan yang bertugas di Polda punya hak yang sama untuk didengar,” katanya.

Ia berharap Kapolda Metro Jaya yang baru dapat segera mengevaluasi pola komunikasi humasnya agar lebih inklusif, transparan, dan tidak menimbulkan sekat baru antara kepolisian dan wartawan.

“Saya berharap kedepannya tidak ada lagi pilih-pilih media dalam pertemuan tersebut. Evaluasi total cara mengundang media,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Saut MS dari TIS, Optimis Komjen Dadang Hartanto Pimpin Polda Metro Jaya

11 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Dari Sepeda Kecil ke Panggung Internasional: Perjalanan Inspiratif Herlin Khoe, Sang Pemenang Face of Indonesia yang Terus Bertransformasi

11 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Mubes V PMTI: Dorong Peran Perantau Toraja Bangun Kampung Halaman dan Sambut Peluang Kolaborasi di Berbagai Bidang Strategis

10 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Sobat Gas Championship 2026  Di Gelar, Gus Hadi : Pencak Silat sebagai Investasi Karakter Bangsa

10 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Dewi Pertiwi Kalimantan Timur, Merlyn Getty: Pasca-Deklarasi Nasional, Dewi Pertiwi Kalimantan Timur Siap Perkuat Advokasi Hak Perempuan dan Anak Menuju 2029

5 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Trending di Nasional