Menu ✖

Mode Gelap
Mau Rangkul Pers, Kapolda Metro Malah Bikin Sekat Saut MS dari TIS, Optimis Komjen Dadang Hartanto Pimpin Polda Metro Jaya Dari Sepeda Kecil ke Panggung Internasional: Perjalanan Inspiratif Herlin Khoe, Sang Pemenang Face of Indonesia yang Terus Bertransformasi Mubes V PMTI: Dorong Peran Perantau Toraja Bangun Kampung Halaman dan Sambut Peluang Kolaborasi di Berbagai Bidang Strategis Syukuran Kenaikan Pangkat Perwira Divif 3 Kostrad, Wujud Syukur atas Pengabdian dan Amanah Yonif 412 Kostrad Peringati HUT ke-81 Korps Infanteri dengan Doa Bersama dan Anjangsana Veteran

Nasional

Sobat Gas Championship 2026  Di Gelar, Gus Hadi : Pencak Silat sebagai Investasi Karakter Bangsa

Avatar photobadge-check


					Sobat Gas Championship 2026  Di Gelar, Gus Hadi : Pencak Silat sebagai Investasi Karakter Bangsa Perbesar

Sobat Gas Championship 2026  Di Gelar, Gus Hadi : Pencak Silat sebagai Investasi Karakter Bangsa

 

Jakarta, Intelposts.com

 

Kejuaraan Pencak Silat Sobat Gas Championship di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (10/10/2026), menjadi salah satu upaya mendorong pelestarian seni bela diri tradisional sekaligus membangun karakter generasi muda melalui olahraga dan budaya warisan leluhur bangsa.
Suhadi Rizki Herdianto, dalam pembukaan kejuaraan tersebut, menegaskan bahwa pencak silat tidak hanya menjadi ajang untuk mengasah kemampuan bela diri dan meraih prestasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta mentalitas positif di kalangan anak muda.
Menurut Suhadi, pencak silat merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Karena itu, penyelenggaraan kejuaraan seperti Sobat Gas Championship diharapkan mampu menjadi sarana bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan minat, bakat, serta potensi mereka secara positif.
Ia menilai, pengembangan pencak silat di kalangan generasi muda semakin relevan di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi anak-anak saat ini. Mulai dari persoalan pembentukan karakter, kebiasaan menghabiskan waktu dengan permainan digital, tawuran, hingga risiko terjerumus ke dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
“Pencak silat ini merupakan seni bela diri sekaligus warisan leluhur kita. Ini juga mencerminkan karakter bangsa yang harus dipertahankan. Melalui pencak silat, anak-anak muda dapat menyalurkan minat dan bakatnya untuk meraih prestasi,” ujar Suhadi, kepada wartawan, Sabtu (10/10/2026).
Ia berharap, pembinaan pencak silat dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan positif bagi generasi muda. Dengan mengikuti latihan dan kompetisi secara terarah, para peserta tidak hanya memperoleh kemampuan teknis dalam bertanding, tetapi juga belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, sportivitas, dan penghormatan terhadap sesama.
Bagi Suhadi, pencak silat harus ditempatkan sebagai bagian dari proses pendidikan karakter yang berkelanjutan. Dengan demikian, manfaatnya tidak berhenti ketika pertandingan selesai, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Diikuti Peserta dari 15 Provinsi
Dalam keterangannya, Suhadi menyampaikan bahwa Sobat Gas Championship diselenggarakan dalam skala nasional dan diikuti peserta dari 15 provinsi. Kejuaraan ini melibatkan berbagai kelompok usia dan jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga mahasiswa.
Besarnya cakupan peserta tersebut menunjukkan bahwa pencak silat masih memiliki daya tarik yang kuat di kalangan generasi muda. Kejuaraan ini sekaligus membuka ruang bagi para atlet untuk mengukur kemampuan, memperoleh pengalaman bertanding, dan membangun mental kompetitif secara sehat.
Antusiasme peserta, kata Suhadi, sudah terlihat sejak sehari sebelum pembukaan. Ketika meninjau persiapan pada Jumat (9/10/2026), ia melihat sejumlah peserta telah datang lebih awal untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.
“Antusiasmenya luar biasa. Sehari sebelum pembukaan, ketika saya melihat persiapan, sudah banyak peserta yang hadir lebih awal untuk mempersiapkan pertandingan pada hari berikutnya,” ungkapnya.
Antusiasme tersebut menjadi dorongan bagi penyelenggara untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan kejuaraan. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarpesilat dari berbagai daerah sekaligus memperkuat semangat persatuan melalui olahraga tradisional Indonesia.
Keselamatan Peserta Menjadi Prioritas
Di balik semangat kompetisi dan upaya mengejar prestasi, Suhadi mengingatkan bahwa keselamatan peserta harus tetap menjadi prioritas utama selama kejuaraan berlangsung.
Ia berharap seluruh atlet dapat mengikuti pertandingan dengan kondisi sehat dan kembali tanpa mengalami cedera. Menurutnya, keberhasilan sebuah kejuaraan tidak semata-mata diukur dari jumlah medali atau gelar juara yang diraih, tetapi juga dari kemampuan penyelenggara memastikan kegiatan berlangsung dengan aman.
“Saya sangat berharap keselamatan menjadi hal yang utama. Sebelum dan sesudah pertandingan, seluruh peserta harus tetap sehat walafiat dan tidak mengalami luka atau cedera,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pencak silat merupakan olahraga yang membutuhkan kesiapan fisik, pengendalian diri, serta kepatuhan terhadap aturan pertandingan. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat menjaga sportivitas dan mengutamakan keselamatan selama kompetisi berlangsung.
Suhadi juga berharap para peserta mampu membawa pulang pengalaman dan prestasi yang memberikan manfaat, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Berkomitmen Digelar Setiap Tahun
Lebih jauh, Suhadi menyampaikan harapannya agar Sobat Gas Championship dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan filosofi Sobat Gas, yakni kebersamaan yang membawa manfaat bagi banyak pihak.
Dengan semangat tersebut, penyelenggaraan kejuaraan direncanakan menjadi agenda tahunan dengan cakupan nasional. Evaluasi dan inovasi juga akan terus dilakukan agar kegiatan ini berkembang serta memberikan dampak yang lebih luas.
“Filosofi Sobat Gas adalah bersama dan bermanfaat. Insyaallah, setiap tahun kita akan mengadakan event ini untuk tingkat nasional dan terus melakukan inovasi,” kata Suhadi.
Ia menjelaskan, manfaat kejuaraan diharapkan tidak hanya dirasakan oleh para atlet dan peserta pertandingan. Kegiatan berskala nasional juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus membuka ruang bagi pengenalan dan pelestarian kebudayaan kepada masyarakat.
Kehadiran peserta, pendamping, pelatih, serta keluarga atlet dari berbagai daerah dapat menciptakan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi kegiatan. Di sisi lain, penyelenggaraan kejuaraan juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan pencak silat sebagai bagian dari identitas budaya bangsa kepada generasi yang lebih luas.
Oleh sebab itu, inovasi penyelenggaraan menjadi salah satu aspek penting agar Sobat Gas Championship tidak sekadar menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga berkembang sebagai kegiatan yang memiliki nilai sosial, budaya, dan ekonomi.
Pencak Silat sebagai Investasi Karakter Bangsa
Penyelenggaraan Sobat Gas Championship di GOR Ciracas menjadi momentum untuk kembali menegaskan pentingnya pembinaan olahraga tradisional di tengah perubahan gaya hidup generasi muda.
Pencak silat memiliki keunggulan karena memadukan keterampilan fisik dengan nilai-nilai pengendalian diri, penghormatan, keberanian, dan kedisiplinan. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi bekal bagi anak-anak dan remaja dalam menghadapi tantangan kehidupan di luar arena pertandingan.
Melalui kompetisi yang terarah, para peserta juga dapat belajar menerima kemenangan dengan rendah hati dan menghadapi kekalahan secara sportif. Proses tersebut merupakan bagian penting dari pembentukan mental yang tidak selalu dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.
Kejuaraan ini sekaligus diharapkan mendorong orang tua, sekolah, pelatih, dan masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga yang membangun karakter. Dengan pendampingan yang tepat, potensi generasi muda dapat diarahkan menuju aktivitas produktif dan prestasi yang membanggakan.
Suhadi berharap Sobat Gas Championship terus berkembang menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus sarana menjaga keberlangsungan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia.
Dengan komitmen penyelenggaraan secara berkelanjutan, kejuaraan tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi, memperluas kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa, serta menanamkan karakter positif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar pertandingan, Sobat Gas Championship diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan generasi muda yang sehat, disiplin, berkarakter, dan mampu mengharumkan nama daerah maupun Indonesia melalui pencak silat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mau Rangkul Pers, Kapolda Metro Malah Bikin Sekat

12 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Saut MS dari TIS, Optimis Komjen Dadang Hartanto Pimpin Polda Metro Jaya

11 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Dari Sepeda Kecil ke Panggung Internasional: Perjalanan Inspiratif Herlin Khoe, Sang Pemenang Face of Indonesia yang Terus Bertransformasi

11 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Mubes V PMTI: Dorong Peran Perantau Toraja Bangun Kampung Halaman dan Sambut Peluang Kolaborasi di Berbagai Bidang Strategis

10 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Dewi Pertiwi Kalimantan Timur, Merlyn Getty: Pasca-Deklarasi Nasional, Dewi Pertiwi Kalimantan Timur Siap Perkuat Advokasi Hak Perempuan dan Anak Menuju 2029

5 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Trending di Nasional