Menu ✖

Mode Gelap
Danlanal Bintan Hadiri Wisuda 1.000 Santri TPQ Kota Tanjungpinang Ke-9, Perkuat Generasi Qur’ani Menuju Indonesia Emas Karantina Kepri Musnahkan 29 Ton Bawang Putih Asal Cina yang Rusak Perkuat Portofolio Bisnis, BRI Life Meluncurkan Produk Kumpulan “Corporate Eazy” Tingkatkan Penetrasi Asuransi, BRI Life Resmi Rilis Produk Corporate Eazy (COZY) Kapolda Metro Jaya Dorong Edukasi dan Penataan Kawasan Rawan Narkoba Rektor ISTEK Widuri, Prof. Dr. Robert M.Z. Lawang: Jangan Berharap Terlalu Banyak Pada Pemerintah dalam Penegakan Hukum, Kuncinya Kolaborasi

Nasional

Amiruddin Hasyim, S.T: Pengurus Baru HIKMU 2026–2031 Harus Bertransformasi Menjadi Fasilitator dan Dinamisator Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Maluku Utara

Avatar photobadge-check


					Amiruddin Hasyim, S.T: Pengurus Baru HIKMU 2026–2031 Harus Bertransformasi Menjadi Fasilitator dan Dinamisator Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Maluku Utara Perbesar

Amiruddin Hasyim, S.T: Pengurus Baru HIKMU 2026–2031 Harus Bertransformasi Menjadi Fasilitator dan Dinamisator Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Maluku Utara

 

Jakarta, Intelposts.com

 

Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU) Periode 2026–2031 yang digelar pada Sabtu (22/8/2026) di Gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, dinilai bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan.

Momentum ini menjadi titik balik strategis untuk memperkuat peran warga Maluku Utara di perantauan (diaspora) dalam mendukung akselerasi pembangunan daerah asal secara holistik, inklusif, dan berkelanjutan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Amiruddin Hasyim, S.T., yang juga dikenal sebagai pemerhati masalah-masalah pertambangan Maluku Utara, menyampaikan visi tegasnya mengenai arah gerak organisasi ke depan.

 

Ia menekankan bahwa kepengurusan HIKMU yang baru tidak boleh lagi terjebak pada fungsi konvensional sebagai wadah silaturahmi semata. Lebih dari itu, HIKMU dituntut untuk bertransformasi menjadi fasilitator dan dinamisator yang proaktif dalam mendorong pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekosistem ekonomi riil di Maluku Utara.

Rencana Konkret Kolaborasi dan Rintisan Usaha di Kota Ternate

Menanggapi dinamika ekonomi daerah, Amiruddin mengungkapkan adanya rencana strategis untuk segera bersinergi dengan pimpinan HIKMU yang baru. Ia berencana mengadakan pertemuan khusus dengan Ketua Umum HIKMU terpilih untuk memetakan peluang kerja sama yang mutualistik dan berdampak langsung.

READ  Orkestra Merah Putih Sukses Gelar "Konser Kebangsaan VI" Merajut Kembali Mimpi Indonesia: Semangat Langkah Nusantara

“Saya kebetulan memiliki rencana konkret untuk bertemu dengan ketua yang baru ini. Tujuannya jelas, yaitu untuk merintis dan mengembangkan usaha-usaha produktif di wilayah Maluku Utara, dengan fokus awal di Kota Ternate sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional. Tentunya, kita sangat berharap HIKMU dapat hadir sebagai fasilitator yang handal dalam menghubungkan berbagai kepentingan, jaringan bisnis, dan potensi sumber daya yang ada di daerah,” ujar Amiruddin dalam wawancara dengan awak media usai acara pelantikan.

Mengoptimalkan Potensi SDA untuk Kesejahteraan Rakyat Lokal

Mengingat latar belakang profesionalnya di sektor industri, Amiruddin menyoroti kekayaan sumber daya alam (SDA) Maluku Utara yang luar biasa besar, mulai dari tambang nikel, komoditas emas, hingga potensi perikanan dan kelautan yang belum tergarap secara maksimal. Namun, ia mengingatkan bahwa kekayaan alam ini harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata dan langsung bagi masyarakat lokal, menghindari jebakan di mana daerah kaya sumber daya namun masyarakatnya tertinggal.

“Potensi tersebut harus mampu memberikan dampak multiplier yang positif. Bukan hanya tentang pengelolaan sumber daya alam, tetapi bagaimana kita menciptakan peningkatan kesempatan kerja yang luas, memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta secara signifikan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan yang inklusif adalah kunci utama. Tenaga kerja lokal harus menjadi subjek utama dalam setiap rantai nilai industri yang berkembang di Maluku Utara, sehingga masyarakat dapat benar-benar ikut menikmati hasil pembangunan, bukan sekadar menjadi penonton di tanah sendiri.

HIKMU sebagai Jembatan Sinergi Multipihak

Menurut Amiruddin, HIKMU memiliki posisi tawar dan posisi strategis yang unik untuk membangun jembatan komunikasi dan sinergi lintas sektor. Organisasi ini dapat menjadi penghubung vital antara masyarakat Maluku Utara di perantauan, pemerintah daerah, dunia usaha (swasta), investor, tokoh masyarakat, hingga para akademisi.

READ  Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (IKAFAH UKI) Sukses Gelar Diskusi Panel “Reformasi Polri: Jalan Mengatasi Dwifungsi Polri”

“Kalau saya menyebutnya sebagai fasilitator dan dinamisator. HIKMU harus menjadi tempat bertemunya gagasan, mengalirnya investasi, dan tersalurkannya kepentingan masyarakat Maluku Utara secara produktif. Organisasi ini harus mampu mempertemukan potensi daerah dengan peluang investasi yang bertanggung jawab dan berorientasi pada keberlanjutan,” paparnya.

Pembangunan Daerah Adalah Ikhtiar Bersama

Menutup pernyataannya, Amiruddin menekankan bahwa pembangunan Maluku Utara tidak bisa dibebankan hanya pada pundak pemerintah daerah. Diperlukan ikhtiar bersama (collective effort) yang melibatkan seluruh elemen bangsa. Masyarakat perantauan, pengusaha sukses, tokoh adat, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) perlu mengambil peran aktif sesuai dengan kapasitas dan keahlian masing-masing.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, Amiruddin berharap HIKMU mampu menghadirkan program-program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, membuka ruang kolaborasi ekonomi yang lebih luas, serta menciptakan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan.

“Harapan saya, HIKMU ke depan benar-benar hadir sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar organisasi seremonial. Potensi Maluku Utara sangat besar dan menjanjikan. Tinggal bagaimana kita memiliki visi yang sama, membangun kolaborasi yang solid, dan melakukan ikhtiar bersama agar potensi itu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat Maluku Utara,” pungkasnya dengan penuh optimisme.

Tentang HIKMU

Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU) adalah organisasi masyarakat yang menghimpun putra-putri Maluku Utara yang berada di perantauan. Organisasi ini berkomitmen untuk menjaga tali silaturahmi, melestarikan budaya, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah asal melalui berbagai program pemberdayaan, advokasi kebijakan, dan pengembangan ekonomi kerakyatan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Karantina Kepri Musnahkan 29 Ton Bawang Putih Asal Cina yang Rusak

24 Oktober 2026 - 23:24 WIB

Perkuat Portofolio Bisnis, BRI Life Meluncurkan Produk Kumpulan “Corporate Eazy”

23 Oktober 2026 - 03:55 WIB

Tingkatkan Penetrasi Asuransi, BRI Life Resmi Rilis Produk Corporate Eazy (COZY)

23 Oktober 2026 - 03:37 WIB

Kapolda Metro Jaya Dorong Edukasi dan Penataan Kawasan Rawan Narkoba

21 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Rektor ISTEK Widuri, Prof. Dr. Robert M.Z. Lawang: Jangan Berharap Terlalu Banyak Pada Pemerintah dalam Penegakan Hukum, Kuncinya Kolaborasi

20 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Trending di Nasional