Aster Kasau Marsda TNI Palito Sitorus: Kebangkitan Industri Pertahanan Dalam Negeri Dimulai dari Keberanian Memberi Ruang bagi Anak Bangsa

*Marsda TNI Palito Sitorus Tekankan Penguasaan Teknologi AI Harus Ditopang Kesiapan SDM yang Matang
JAKARTA, 12 Agustus 2026 —
Pameran Indonesia Technology and Innovation (INTI) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran dinilai dapat menjadi momentum strategis untuk mendorong kebangkitan industri dalam negeri, khususnya industri yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pertahanan nasional. Penguatan tersebut harus berjalan seiring dengan penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menguasai teknologi mutakhir, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang ke depan akan semakin menentukan postur pertahanan suatu negara.
Hal tersebut disampaikan Asisten Teritorial (Aster) Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Muda TNI Palito Sitorus usai mengikuti diskusi dalam rangkaian pameran INTI 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Momentum Membangkitkan Industri Pertahanan Nasional
Menurut Palito, kehadiran berbagai produk dan inovasi teknologi dalam pameran INTI 2026 menunjukkan besarnya potensi industri nasional untuk terus berkembang dan bersaing. Ia berharap momentum seperti ini mampu memberikan semangat baru kepada pelaku industri dalam negeri untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, dan daya saing produk mereka—terutama untuk mendukung sektor pertahanan dan keamanan.
“Ini mungkin bisa kita jadikan pemicu bagi kita untuk membangkitkan industri dalam negeri. Walaupun dari luar negeri juga ada, artinya kita memberi semangat kepada industri dalam negeri supaya terus berkembang untuk meningkatkan hasil-hasilnya, khususnya dalam pertahanan,” ujar Palito.
Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak potensi sumber daya dan kemampuan teknologi yang dikembangkan oleh anak bangsa. Potensi tersebut, kata dia, tidak boleh dibiarkan tumbuh sendiri tanpa arah; melainkan perlu mendapatkan apresiasi sekaligus dukungan konkret agar dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan kebutuhan nasional.
“Begitu banyaknya potensi anak bangsa yang begitu perlu kita apresiasi. Intinya di situ,” tegasnya.
SDM: Fondasi Utama Penguasaan Teknologi AI dan Pertahanan Modern
Palito secara khusus menyoroti tantangan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang ke depan akan semakin krusial dalam berbagai bidang, termasuk kebutuhan militer dan pertahanan. Menurutnya, kesiapan teknologi harus selalu berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia.
“Yang penting kita bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang pertama, karena teknologi itu kan tidak bisa berjalan sendiri tanpa ada sumber daya manusianya,” jelasnya.
Ia menggarisbawahi bahwa teknologi secanggih apa pun—baik sistem persenjataan, platform AI, maupun infrastruktur digital—tidak akan dapat beroperasi secara optimal tanpa didukung manusia yang memiliki kompetensi untuk mengoperasikan, mengembangkan, dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab.
Dalam konteks ini, Palito menyampaikan optimismenya terhadap kualitas SDM Indonesia. Ia meyakini generasi muda dan pelaku teknologi nasional memiliki kapasitas yang memadai untuk menghadapi perkembangan teknologi global, asalkan diberikan motivasi, kepercayaan, dan ruang yang cukup.
“Saya rasa SDM bangsa Indonesia cukup bagus. Semuanya. Dan ini yang perlu kita berikan semangat, berikan motivasi kepada mereka bahwa anak bangsa kita cukup bagus sampai sekarang,” ujarnya.
Kemandirian Teknologi Pertahanan: Persiapan Matang, Langkah Bertahap
Lebih lanjut, Palito menyadari bahwa pengembangan teknologi untuk kebutuhan pertahanan—termasuk penerapan teknologi baru di lingkungan militer—membutuhkan persiapan yang komprehensif dan matang.
Persiapan tersebut mencakup tiga pilar utama: kesiapan teknologi, kesiapan SDM, dan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa potensi industri dan SDM Indonesia merupakan modal strategis yang harus terus dikembangkan secara konsisten dan terarah. Penguatan industri pertahanan dalam negeri dinilai penting agar Indonesia secara bertahap mampu:
-Meningkatkan kemampuan produksi alat dan sistem pertahanan nasional;
-Memperluas penguasaan teknologi strategis dan dual-use;
-Mengurangi ketergantungan terhadap produk dan teknologi dari luar negeri; serta
-Membangun rantai pasok (supply chain) pertahanan yang mandiri dan berkelanjutan.
INTI 2026: Lebih dari Sekadar Pameran
Palito menekankan bahwa pameran INTI tidak boleh dipandang sekadar sebagai ajang menampilkan produk dan teknologi. Lebih dari itu, INTI harus menjadi ruang kolaborasi strategis yang mempertemukan pemerintah, TNI, industri, akademisi, investor, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem teknologi nasional yang terintegrasi.
“Sinergi antara kebutuhan operasional militer, kapasitas riset perguruan tinggi, dan kemampuan produksi industri nasional harus terus diperkuat melalui forum-forum seperti ini,” imbuhnya.
Momentum INTI 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa penguasaan teknologi pertahanan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan perangkat keras semata, tetapi juga oleh kualitas SDM yang berada di balik pengembangan, pengoperasian, dan pemanfaatan teknologi tersebut.
Tentang INTI 2026
Indonesia Technology and Innovation (INTI) 2026 merupakan pameran dan forum teknologi terkemuka yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ajang ini menghadirkan ratusan eksibitor dari berbagai negara dan menampilkan perkembangan terkini di bidang teknologi, kecerdasan buatan (AI), komputasi awan (cloud), infrastruktur digital, pertahanan, serta berbagai solusi industri. INTI 2026 menjadi wadah strategis bagi pelaku industri, pemerintah, investor, inovator, dan pengembang teknologi untuk memperkuat ekosistem teknologi dan inovasi nasional.
Bersamaan dengan INTI 2026, digelar pula INDO MACHINERY Investment & Trade Show 2026 yang mempertemukan inovasi teknologi, industri permesinan, dan peluang investasi guna memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.
Tentang Aster Kasau
Asisten Teritorial (Aster) Kepala Staf Angkatan Udara merupakan unsur pembantu pimpinan di lingkungan TNI Angkatan Udara yang bertugas di bidang pembinaan teritorial, potensi dirgantara, serta dukungan strategis bagi pelaksanaan tugas TNI AU dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia.














