Menu

Mode Gelap
Satgas Pamtas Yonarmed 13 Kostrad Terima Kunjungan Kerja Dankolakopsrem 121/Alambhana Wanawwai Petarung Yonif 305 Kostrad Matangkan Persiapan Hadapi Lomba Pencak Silat Militer Danbrigif 14 Kostrad Pimpin Tradisi Pindah Satuan Prajurit Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Bangun Gapura Batas Desa Eban–Sallu Satgas INDORDB XXXIX-G MONUSCO Peringati HUT Ke-61 Yonif 412/Bharata Eka Sakti di Republik Demokratik Kongo Yonarmed 12 Kostrad Dukung Gizi Anak Sekolah Melalui Aksi Peduli di SD Inpres Beitaus

Nasional

BEM “PERSATUAN INDONESIA” Gelar Aksi  “Mimbar Mahasiswa: Bangkit Berdialog, Tolak Provokasi, Selamatkan Demokrasi”

Avatar photobadge-check


					BEM “PERSATUAN INDONESIA” Gelar Aksi  “Mimbar Mahasiswa: Bangkit Berdialog, Tolak Provokasi, Selamatkan Demokrasi” Perbesar

BEM “PERSATUAN INDONESIA” Gelar Aksi  “Mimbar Mahasiswa: Bangkit Berdialog, Tolak Provokasi, Selamatkan Demokrasi”

 

*BEM PERSATUAN INDONESIA: Demokrasi Terancam Disinformasi, Mahasiswa Pilih Dialog Rasional Tolak Anarkisme

 

Jakarta, 19 Juni 2026*

 

Ratusan mahasiswa lintas kampus yang tergabung dalam BEM PERSATUAN INDONESIA mengepung kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis 19/6. Mereka menggelar aksi “Mimbar Mahasiswa: Bangkit Berdialog, Tolak Provokasi, Selamatkan Demokrasi” sebagai bentuk keprihatinan atas merosotnya kualitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan saat ini.

 

Dalam gelombang orasi yang bergantian disampaikan para Ketua BEM, para mahasiswa menyoroti tiga persoalan utama: maraknya praktik korupsi, membengkaknya disinformasi yang memecah persatuan, serta pelaksanaan program strategis pemerintah yang dinilai tidak transparan dan jauh dari asas good governance.

“Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Korupsi semakin sistemik, ruang diskusi dipersekusi, dan kebijakan publik berjalan tanpa evaluasi yang jujur. Mahasiswa tidak boleh diam. Tapi kami memilih jalan intelektual: dialog, bukan anarki. Argumen, bukan provokasi,” tegas koordinator lapangan aksi.

*5 Pernyataan Sikap Resmi BEM PERSATUAN INDONESIA*

Merespons krisis demokrasi dan tata kelola negara, BEM PERSATUAN INDONESIA yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa lintas perguruan tinggi se-Indonesia menyampaikan sikap resmi:

READ  Pelantikan Pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI Profesional) Berlangsung Sukses dan Semarak

*1. Evaluasi Komprehensif Program Strategis Nasional*

Mendesak Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melakukan audit menyeluruh dan terukur terhadap kinerja seluruh lembaga negara. Khusus untuk program strategis seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kami menuntut pengkajian ulang. Anggaran harus dieksekusi sesuai UU dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik AAUPB, bukan sekadar seremonial politik.

*2. Hentikan Kriminalisasi & Persekusi Ruang Akademik*
Mengecam keras segala bentuk persekusi, intimidasi, dan pembubaran diskusi ilmiah di kampus maupun ruang publik. Diskusi kritis adalah napas demokrasi dan kedaulatan rakyat. Kami menyerukan seluruh elemen mahasiswa menjaga persatuan dan menolak segala bentuk adu domba.

*3. Jaga Stabilitas Ekonomi & Daya Beli Rakyat*

Meminta pemerintah menjamin stabilitas harga BBM bersubsidi serta memastikan subsidi tepat sasaran. Langkah strategis lain harus segera diambil untuk menjaga daya beli masyarakat, memulihkan kepastian hukum, dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.

*4. Tolak Hoaks, Jaga Kewarasan Publik*

Mengajak seluruh rakyat Indonesia tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak terjebak dalam narasi sesat yang disebarkan untuk kepentingan kelompok tertentu. Demokrasi dirawat dengan literasi, bukan emosi.

*5. Pejabat Publik Harus Jadi Jembatan, Bukan Pemantik Konflik*
Menuntut pejabat publik hadir sebagai penyalur aspirasi, bukan provokator. Secara khusus kami menantang Wakil Menteri Pertanian Sudaryono untuk hadir berdiskusi terbuka dan berdebat gagasan dengan mahasiswa. Hadapi kami dengan data dan argumen, bukan temperamen dan kekuasaan.

BEM PERSATUAN INDONESIA menegaskan, aksi ini bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan koreksi demokratis dari anak bangsa yang ingin Indonesia lebih baik. Demokrasi hanya selamat jika dialog dikedepankan dan kebenaran tidak dikorbankan untuk kekuasaan.

READ  Apakah Indonesia akan tetap menganaktirikan produksi anak anak bangsa nya, contohnya BOBIBOS tidak disambut baik di dalam negeri.

“Jika hari ini kami turun ke jalan, itu karena ruang dialog di meja rapat sudah terlalu bising oleh kepentingan. Kami kembali ke jalan agar suara akal sehat didengar,” tutup pernyataan sikap.

 

Sikap BEM Persatuan Indonesia terkait MBG ini sangat clear, setelah melakukan berbagai kajian yang mendalam, kami bersepakat untuk mendukung program MBG tetap dilanjutkan karena soal gizi ini merupakan hal yang fundamental untuk menyiapkan generasi Emas 2045, tapi dengan catatan tata kelola MBG harus di perbaiki secara komprehensif

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nusantara Centre Gelar Deklarasi Hari Kebangkitan Ekonomi Pancasila, Peluncuran Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan (Pergolakan Ekonomi Politik Indonesia) & Simposium Nasional “Urgensi Undang-Undang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial dalam Menata Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”, 

4 Agustus 2026 - 10:02 WIB

BRI BO Bekasi Gelar Apresiasi bagi Nasabah Pensiunan, Perkuat Layanan Berkelanjutan

4 Agustus 2026 - 02:32 WIB

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Resmi Tutup Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026, Tegaskan Komitmen Polri Dukung Prestasi Atlet Nasional

2 Agustus 2026 - 10:52 WIB

International CMA Batch 19: Langkah Nyata Menuju Profesionalisme Global

1 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Sinergi Wartawan dan Agraria: PJBW-BPN Bogor 1 Gelar Aksi Sosial di Jalan Tegar Beriman

1 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Trending di Nasional