BEM “PERSATUAN INDONESIA” Gelar Aksi “Mimbar Mahasiswa: Bangkit Berdialog, Tolak Provokasi, Selamatkan Demokrasi”

*BEM PERSATUAN INDONESIA: Demokrasi Terancam Disinformasi, Mahasiswa Pilih Dialog Rasional Tolak Anarkisme
Jakarta, 19 Juni 2026*
Ratusan mahasiswa lintas kampus yang tergabung dalam BEM PERSATUAN INDONESIA mengepung kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis 19/6. Mereka menggelar aksi “Mimbar Mahasiswa: Bangkit Berdialog, Tolak Provokasi, Selamatkan Demokrasi” sebagai bentuk keprihatinan atas merosotnya kualitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan saat ini.

Dalam gelombang orasi yang bergantian disampaikan para Ketua BEM, para mahasiswa menyoroti tiga persoalan utama: maraknya praktik korupsi, membengkaknya disinformasi yang memecah persatuan, serta pelaksanaan program strategis pemerintah yang dinilai tidak transparan dan jauh dari asas good governance.
“Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Korupsi semakin sistemik, ruang diskusi dipersekusi, dan kebijakan publik berjalan tanpa evaluasi yang jujur. Mahasiswa tidak boleh diam. Tapi kami memilih jalan intelektual: dialog, bukan anarki. Argumen, bukan provokasi,” tegas koordinator lapangan aksi.
*5 Pernyataan Sikap Resmi BEM PERSATUAN INDONESIA*
Merespons krisis demokrasi dan tata kelola negara, BEM PERSATUAN INDONESIA yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa lintas perguruan tinggi se-Indonesia menyampaikan sikap resmi:
*1. Evaluasi Komprehensif Program Strategis Nasional*
Mendesak Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melakukan audit menyeluruh dan terukur terhadap kinerja seluruh lembaga negara. Khusus untuk program strategis seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kami menuntut pengkajian ulang. Anggaran harus dieksekusi sesuai UU dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik AAUPB, bukan sekadar seremonial politik.
*2. Hentikan Kriminalisasi & Persekusi Ruang Akademik*
Mengecam keras segala bentuk persekusi, intimidasi, dan pembubaran diskusi ilmiah di kampus maupun ruang publik. Diskusi kritis adalah napas demokrasi dan kedaulatan rakyat. Kami menyerukan seluruh elemen mahasiswa menjaga persatuan dan menolak segala bentuk adu domba.
*3. Jaga Stabilitas Ekonomi & Daya Beli Rakyat*
Meminta pemerintah menjamin stabilitas harga BBM bersubsidi serta memastikan subsidi tepat sasaran. Langkah strategis lain harus segera diambil untuk menjaga daya beli masyarakat, memulihkan kepastian hukum, dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.
*4. Tolak Hoaks, Jaga Kewarasan Publik*
Mengajak seluruh rakyat Indonesia tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak terjebak dalam narasi sesat yang disebarkan untuk kepentingan kelompok tertentu. Demokrasi dirawat dengan literasi, bukan emosi.
*5. Pejabat Publik Harus Jadi Jembatan, Bukan Pemantik Konflik*
Menuntut pejabat publik hadir sebagai penyalur aspirasi, bukan provokator. Secara khusus kami menantang Wakil Menteri Pertanian Sudaryono untuk hadir berdiskusi terbuka dan berdebat gagasan dengan mahasiswa. Hadapi kami dengan data dan argumen, bukan temperamen dan kekuasaan.
BEM PERSATUAN INDONESIA menegaskan, aksi ini bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan koreksi demokratis dari anak bangsa yang ingin Indonesia lebih baik. Demokrasi hanya selamat jika dialog dikedepankan dan kebenaran tidak dikorbankan untuk kekuasaan.
“Jika hari ini kami turun ke jalan, itu karena ruang dialog di meja rapat sudah terlalu bising oleh kepentingan. Kami kembali ke jalan agar suara akal sehat didengar,” tutup pernyataan sikap.














