Menu ✖

Mode Gelap
AWALI KEPEMIMPINAN, DANKODAERAL III BERIKAN PENEKANAN TEGAS KEPADA SELURUH PRAJURIT JAJARAN LANAL Pangkostrad Hadiri Pengukuhan Lima Pimpinan TNI-Polri sebagai Warga Kehormatan Korpasgat Prajurit Yonif 754 Kostrad Raih Juara 1 Jakarta Running Festival 5K, Catat Waktu 14 Menit 47 Detik Yonif 330/Tri Dharma Siapkan Prajurit Profesional untuk Misi Perdamaian Dunia di MONUSCO Perkuat Sinergi TNI, Danyonif 321 Kostrad Silaturahmi ke Lanud Sugiri Sukani Pangdivif 2 Kostrad Pimpin Sertijab dan Laporan Korp Pamen, Tegaskan Jabatan sebagai Amanah dan Tanggung Jawab

Nasional

ANTARA KAMU, REMPAH DAN INDONESIA

Avatar photobadge-check


					ANTARA KAMU, REMPAH DAN INDONESIA Perbesar

ANTARA KAMU, REMPAH DAN INDONESIA

 

Yudhie Haryono | CEO Nusantara Centre

 

 

 

 

Kompas/24/01/2019 melaporkan bahwa “Nusantara, khususnya Pulau Jawa, pernah masuk dalam peta industri global pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Kala itu, industri gula di Jawa menempati posisi puncak di Asia dan bahkan menjadi salah satu yang terbesar di dunia bersama Kuba dan beberapa negara Eropa.”

Namun, semua nyaris tinggal kenangan. Taukah kamu bahwa dari 202 pabrik gula pada dekade 1920-an kini tinggal 35 pabrik saja. Itupun tak dimaksimalkan produksi dan manajemennya. Ini jejak kehancuran jalur rempah yang dahsyat sejak penghancuran peradaban kopra (kelapa), garam, gula lalu tembakau.

Kita tahu, rempah-rempah dan metalurgi menjadi awal mula datangnya bangsa-bangsa Eropa ke Nusantara. Rempah merupakan modal sehat dari kuliner, sementara metalurgi merupakan modal berjaya dari senjata besi dan tembaga.

Kedatangan mereka berambisi untuk berburu dan menguasai rempah-rempah dengan menjajah Nusantara. Karena rempah-rempah yang dimiliki Indonesia sangat melimpah, ada di berbagai wilayah.

Rempah menjadi komoditas dengan nilai jual tinggi atau mahal pada waktu itu. Ia juga mencipta “jalur rempah, peradaban rempah, pasar dunia dan industrinya.” Rempah-rempah juga memiliki manfaat untuk pengobatan dan kesehatan.

Kini, rempah-rempah menduduki posisi keempat dari komoditas pertanian Indonesia yang mempunyai nilai ekspor terbesar setelah udang, hasil perikanan dan kopi. Beberapa komoditas rempah-rempah yang diperdagangkan di pasar internasional adalah lada, pala, vanila, kayu manis, cengkeh, kapulaga, cabe dan jahe.

READ  Gotong Royong Iduladha: BRI Kantor Cabang Pasar Minggu Tebar Kebahagiaan Lewat Kurban

Dari sekian banyak komoditas rempah-rempah, lada dan pala merupakan komoditas utama dalam perdagangan rempah-rempah dunia, sekaligus merupakan produk ekspor unggulan Indonesia dibandingkan dengan komoditas rempah-rempah lainnya. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil lada dan pala utama di dunia.

Lada dijuluki sebagai “King of Spices“, karena merupakan produk rempah-rempah tertua dan terpenting dalam perdagangan internasional. Penggunaan lada dan pala sangat luas terutama sebagai bahan baku dalam industri pangan, farmasi dan kosmetik. Untuk konsumsi rumah tangga, hampir semua masakan menggunakan lada dan pala dalam komposisi bumbunya.

Rempah yang lain misalnya cengkeh. Sekitar 1390, setiap tahunnya, cengkeh yang masuk ke Eropa mencapai sekitar 6 metrik ton dan buah pala sekitar 1,5 metrik ton.

Pertanyaannya apa strategi kita dalam perang dagang ini? Adakah para elite dan presiden tahu dan memikirkannya? Rasanya kok mati kutu. Tak ada roadmapnya. Tak punya peta jalan industrinya. Tak tahu kunci dan fungsinya kini.

Taukah mereka bahwa pancasila adalah kunci. Indonesia adalah rumah. Keduanya dibuat untuk kita menaklukkan dunia. Tetapi mensyaratkan berlari tanpa lelah. Kerja tanpa mengeluh. Gotong-royong tanpa khianat. Sampai kita semua meraihnya.

Tanpa keduanya, kita adalah subjek tanpa predikat dan objek. Sepi ditelan luas cakrawala semesta. Karenanya, kutunggu kalian di tiap lembar perjuangan ini. Kusediakan kaos, kacang dan senyum tulus demi bahagia bersama.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ji Chang Wook Pilih HMNS Alpha dan Hyper Green sebagai Parfum Pilihannya

26 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Karantina Kepri Musnahkan 29 Ton Bawang Putih Asal Cina yang Rusak

24 Oktober 2026 - 23:24 WIB

Perkuat Portofolio Bisnis, BRI Life Meluncurkan Produk Kumpulan “Corporate Eazy”

23 Oktober 2026 - 03:55 WIB

Tingkatkan Penetrasi Asuransi, BRI Life Resmi Rilis Produk Corporate Eazy (COZY)

23 Oktober 2026 - 03:37 WIB

Kapolda Metro Jaya Dorong Edukasi dan Penataan Kawasan Rawan Narkoba

21 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Trending di Nasional