Menu

Mode Gelap
Forum Silaturahmi, Ketua Umum PPAL Pusat Laksanakan Buka Puasa Bersama Kasal dan Mantan Kasal, Mantan Wakasal, Mantan Pangkormar, serta Purnawirawan TNI AL Wilayah Jakarta Pemprov Kalimantan Selatan Apresiasi Panen Kedelai Lanal Banjarmasin *TNI Percepat Penyelesaian Jembatan Gantung Penghubung Darul Hasanah–Badar, Progres Capai 96 Persen* *Satgas Gulbencal Kodam I/BB Rampungkan Jembatan Bailey Penghubung Dua Desa di Nias Selatan* Long Range Mission Area POB Bogoro Sukses Hadirkan Kedamaian dan Kesejahteraan bagi Masyarakat Lokal Batas Terjaga, Pangan Tersedia: Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Perkuat Hanpangan Dengan Tanam Padi

Nasional

Ekspor Perdana 2026, 8,3 Ton Ikan asal Natuna Tembus ke Hong Kong

Avatar photobadge-check


					Ekspor Perdana 2026, 8,3 Ton Ikan asal Natuna Tembus ke Hong Kong Perbesar

Ekspor Perdana 2026, 8,3 Ton Ikan asal Natuna Tembus ke Hong Kong

 

Natuna (2/2), Intelposts.com

 

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Kepulauan Riau mengawal ekspor perdana ikan hidup dari Natuna pada awal 2026. Sebanyak 8,3 ton ikan hidup dengan nilai Rp861 juta diberangkatkan menuju Hong Kong setelah memenuhi seluruh persyaratan karantina.

Ikan hidup yang diekspor merupakan jenis bernilai ekonomi tinggi, antara lain kerapu sunu sebanyak 1.320 ekor, kerapu cantang 1.222 ekor, kerapu cantik 1.150 ekor, kerapu macan 1.050 ekor, kerapu bakau 1.010 ekor, dan jenis kerapu lainnya sebanyak 2.153, serta ikan kakaktua 421 ekor.

Kepala Karantina Kepulauan Riau Hasim mengatakan, pemeriksaan dilakukan dengan melihat kelengkapan dokumen, mulai dari packing list dan invoice yang diajukan oleh pengguna jasa melalui aplikasi Best Trust.

“Setelah dinyatakan lengkap dan sesuai maka selanjutnya melakukan pemeriksaan fisik media pembawa,” ujar Hasim.

Setelah itu, Lanjut Hasim, petugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap ikan, termasuk pengecekan kondisi fisik dan pengujian di laboratorium.

“Dari hasil pemeriksaan tersebut, ikan dinyatakan sehat dan tidak terjangkit penyakit, sehingga sertifikat kesehatan ikan diterbitkan sebagai salah satu syarat pengiriman ke luar negeri,”imbuhnya.

READ  Dr. Joko Santoso (Sekretaris Umum Perpustakaan Nasional RI dan Ketua Umum Ikatan Pustakawan Nasional): Potensi Pasar Buku masih Sangat Terbuka dan Menjanjikan, baik untuk Komunitas, Swasta, maupun Pelaku Industri lainnya

Menurut dia, pengawasan karantina berperan penting dalam menjaga kepercayaan negara tujuan. Hong Kong dikenal menerapkan standar ketat terhadap produk perikanan yang masuk ke wilayahnya, sehingga pengawasan karantina menjadi faktor penentu kelancaran ekspor.

Kehadiran Karantina Kepulauan Riau di Natuna diharapkan dapat terus memastikan keamanan dan kualitas produk perikanan, sekaligus mendorong potensi kelautan Natuna agar mampu bersaing di pasar internasional.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

CAREGIVING PURITY SECRET GARDEN RESMI MELUNCURKAN CLEAN BEAUTY SERIES: Rangkaian Perawatan Vegan untuk Tubuh dan Rambut

4 Maret 2026 - 00:03 WIB

Deklarasi Dukungan Polri Tetep di Bawah Presiden

3 Maret 2026 - 13:04 WIB

Perkuat Sinergi Sosial, BRI Branch Office Bekasi Gelar Jumat Berbagi dan Santunan Anak Yatim

3 Maret 2026 - 10:36 WIB

SKINTIFIC Perkenalkan 5% B5 Ceramide Barrier Relief Moisturizer, Solusi Instan Redakan Kemerahan dan Kuatkan Skin Barrier dalam Jangka Panjang

3 Maret 2026 - 01:01 WIB

Hadiri Pemakaman Jenderal Tri Sutrisno , Florencio Mario Vieira: Kepemimpinan, Integritas, dan Pengabdian Beliau Total Untuk Bangsa

2 Maret 2026 - 12:47 WIB

Trending di Nasional